DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI

DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI
BAB 79


__ADS_3

Dengan bantuan Pras, Gabriel bisa membawa kembali Natasha pulang. Dan Pras telah menyiapkan dan mendatangkan banyak Wanita-wanita dari belahan dunia untuk diberikan pada Mathias. Dari berkulit hitam, putih, maupun sawo matang. Semua demi putra nya, Mathias supaya tidak menjadi gila seperti Gabriel ketika itu.


Di ruangan itu berderet beberapa wanita-wanita cantik dan seksi berdiri. Mereka siap untuk di pilih oleh Mathias untuk menemani dan membuat senang Mathias. Namun Mathias masih terlihat sedih karena harus merelakan kekalahan nya karena pada dasarnya Natasha sendiri tidak menyukai dirinya.


Hingga satu Wanita ditunjuk oleh Mathias. Setelah nya, Mathias melenggang menaiki anak tangga menuju ke suatu ruangan. Satu wanita yang di tunjuk oleh Mathias mengikuti langkah Mathias yang menaiki anak tangga.


*****


"Kemari dan mendekat lah!?" perintah Mathias kepada seorang wanita yang kini sudah berdiri di depan nya. Wanita itu menundukkan kepalanya saat di depan Mathias. Mathias mengangkat dagunya dengan jari telunjuk nya.


"Hem, kamu cantik dan masih terlihat polos. Darimana asal kamu?" tanya Mathias. Wanita itu kembali menundukkan kepalanya setelah Mathias melepaskan dan menarik jari tangannya untuk mengangkat dagu nya.


"Dari kampung, pakde!" jawab wanita itu. Mathias yang mendengar dirinya di panggil pakde, tentu saja menjadi berang. Mathias melotot matanya.


"Pakde? Apakah aku terlihat tua untuk dipanggil dengan pakde, hah? Berapa umur kamu?" ucap Mathias.


Mathias masih berusaha bersabar dengan sikap polos dan juga lugu wanita di depannya itu. Sederetan Wanita-wanita tadi hanya satu wanita ini yang membuat Mathias tertarik. Mathias sudah sering melihat Wajah wanita penggoda dan liar. Namun seorang wanita yang terlihat malu-malu dan menunduk, bikin penasaran Mathias.

__ADS_1


"Sembilan belas tahun, pakde!?" jawab wanita itu.


"Hem, masih sangat belia?" gumam Mathias.


"Pantas saja dia memanggil ku dengan sebutan pakde, ternyata selisih dengan ku hampir lima belas tahun," batin Mathias.


Kembali Mathias memandangi gadis itu dari ujung kepala hingga ujung kaki. Bodinya memang sangat seksi dan padat. Gadis seusia dirinya memiliki tubuh yang proporsional dan apalagi memiliki dua benda kenyal di bagian dada nya itu cukup besar dan membusung di sana. Mathias menelan saliva nya saat memperhatikan bagian itu.


"Masih perawan? Atau sudah sering melakukan hubungan intim dengan lawan jenis?" tanya Mathias penasaran. Gadis itu dengan cepat menggelengkan kepalanya.


"Sudah berapa kali berpacaran?" tanya Mathias.


"Sudah pernah jatuh cinta? Atau menyukai seorang pria?" tanya Mathias.


"Mungkin dulu, saya pernah merasakan rasa suka dengan seorang pria, pakde," jawab gadis itu.


"Hem, siapa?" tanya Mathias semakin kepo.

__ADS_1


"Tetangga sebelah rumah saya sendiri pakde. Dia pekerjaannya sebagai seorang kuli bangunan, pakde," cerita gadis itu.


Mathias manggut-manggut mendengarkan jawaban dari gadis itu.


"Hem, aku sampai lupa bertanya soal nama kamu. Siapa nama kamu, gadis cantik?!" tanya Mathias. Mathias kembali mengangkat kepala gadis itu dengan tangannya. Kini Mathias sudah mulai mendekati wajah polos gadis itu.


"Bela, pakde!" jawab gadis itu.


"Bela?! Nama yang indah! Kamu tahu apa yang harus kamu kerjakan setelah aku pilih dan berada bersama ku di sini?" tanya Mathias. Kembali gadis yang bernama Bela itu menggelengkan kepalanya.


"Baiklah! Aku akan mengajari kamu pelan-pelan. Tapi sekarang! Berdiri lah sedikit menjauh dariku!" kata Mathias. Gadis itu menuruti perintah Mathias.


"Oke, gadis yang baik! Sekarang, apa yang akan aku perintahkan kepadamu, kamu tidak boleh memprotes nya. Kamu wajib melakukan nya tanpa banyak berbicara. Mengerti?" ucap Mathias.


"Mengerti pakde!?" jawab Bela. Mathias tersenyum lebar.


Kini Mathias mulai memberikan instruksi pada Bela satu persatu. Sampai akhirnya semua yang diinginkan Mathias akan dia dapatkan. Mathias akan membuka segel gadis itu. Gadis yang masih perawan berasal dari kampung.

__ADS_1


"Ah, ini benar-benar menarik! Dia sangat cantik dan seksi. Namun sangat bodoh sekali!" pikir Mathias. Bela mulai gugup saat melakukan sesuatu yang belum pernah ia lakukan. Dengan bimbingan dari Mathias, Bela melakukan nya dengan pelan-pelan dan penuh kehati-hatian. Bela takut salah.


__ADS_2