DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI

DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI
BAB 77


__ADS_3

"Ayah, kenapa ayah membawa pria ini ke tempat ini? Bukankah ayah sudah berjanji kepada ku tidak akan memberi tahu keberadaan dan tempat persembunyian ku bersama Natasha di pulau ini? Kenapa ayah mengingkari janji?" ucap Mathias dengan amarah dan rasa keterkejutan nya.


"Hem, maafkan ayah!" sahut Pras seraya melenggang meninggalkan tempat itu hingga menyisakan Gabriel beserta Mathias. Kini dia pria dewasa yang sama-sama menyukai wanita yang sama itu saling menatap tajam. Api kemarahan dan permusuhan itu muncul di antara keduanya.


"Di mana istriku kau sembunyikan, hah?" tanya Gabriel.


"Dia sudah bukan lagi istri kamu, Gabriel! Sekarang ini sudah menjadi istriku. Asal kamu tahu, kamu sudah menceraikan nya. Natasha sudah menjadi istriku," kata Mathias.


"Dasar licik!" sahut Gabriel. Gabriel melayangkan pukulan pada wajah dan juga perut pada Mathias. Keduanya akhirnya terjadi adu jotos satu dengan yang lain. Hingga seorang wanita berteriak menghentikan nya.


"Hentikan!" teriak wanita itu.


Gabriel dan Mathias menghentikan perkelahian diantara mereka. Lalu mereka sama-sama melihat ke arah seorang wanita yang kini datang dengan perut yang membuncit. Wanita itu adalah Natasha. Natasha mendekati Mathias. Mathias tersenyum menyambut kedatangan istrinya itu.


"Kamu sudah bangun sayang? Kemari lah! Maaf suara kami membangunkan kamu," ucap Mathias. Gabriel menatap penuh teliti bagian perut Natasha yang saat ini membuncit. Gabriel tiba-tiba saja merasakan dada nya sesak.


"Natasha ku!" gumam Gabriel. Natasha menatap datar ke arah Gabriel. Dia terlihat acuh kepada Gabriel. Sorot matanya seperti mengandung kebencian yang mendalam.


"Mathias! Lebih baik kita masuk ke dalam dan jangan melayani laki-laki itu!? " ucap Natasha.


Mathias tersenyum lebar. Natasha masih menyimpan dendam dan kebencian terhadap Gabriel. Mathias merasa di atas angin. Dia tidak perlu repot-repot mengusir Gabriel dari tempat itu. Karena Natasha sendiri yang akan membuatnya pergi menjauh dari kehidupan mereka.


"Baiklah! Memang seharusnya aku tidak perlu meladeni pria itu bukan? Kalau begitu ayolah! Bagaimana kalau kita makan dulu sayang? Aku yakin kamu saat ini sudah lapar bukan?" ucap Mathias seraya menggandeng pinggang Natasha meninggalkan tempat itu. Kini Gabriel menatap kepergian Natasha yang terlihat tidak memperdulikan dirinya.


"Natasha! Natasha! Aku ingin bicara dengan mu, sayang! Aku masih suami kamu sayang!" teriak Gabriel. Walaupun Natasha mendengar semua teriakan dari Gabriel. Natasha tidak memperdulikan nya.


"Natasha saat ini sudah mengandung. Siapa yang telah membuat Natasha hamil? Apakah dia anak ku? Atau Mathias?" gumam Gabriel.

__ADS_1


"Astaga! Natasha terlihat sangat membenci aku! Ini semua bukan salah aku, Natasha. Aku tidak mungkin menceraikan kamu, sayang! Semua itu karena kelicikan Mathias, Natasha!" gumam Gabriel seraya menatap kepergian Natasha yang digandeng mesra oleh Mathias.


*****


Di kamar Natasha mondar-mandir dengan situasi itu. Kedatangan Gabriel membuat Natasha resah. Di hati kecilnya Natasha ingin memeluk Gabriel. Dia sangat rindu pada Gabriel. Namun dia sudah sangat kecewa karena sudah diceraikan oleh Gabriel. Namun saat ini dirinya sudah menjadi istri dari Mathias.


"Kenapa Gabriel datang kemari? Apa maksud kedatangan nya di tempat ini?" gumam Natasha.


"Apakah dia ingin menunjukkan kepada ku bahwasanya dia sudah berbahagia dengan wanita lain. Dan itu bukan lah aku?" pikir Natasha. Natasha mengusap lembut perut nya yang saat ini sudah mulai membuncit.


"Sayang, ayah kamu di sini sayang! Apakah dia akan mengakui kamu sebagai anaknya?" gumam Natasha seraya mengusap perut nya yang membuncit itu. Natasha kini kembali teringat saat dirinya bercengkrama dengan suami tercinta nya itu hingga menyebabkan dirinya hamil seperti sekarang ini. Tapi apakah Gabriel akan mengakui atas kehamilan nya?


"Mungkin Gabriel berpikir, kalau kehamilan ku ini lantaran Mathias. Bahkan aku dengan Mathias sampai saat ini tidak pernah dia seutuhnya," gumam Natasha.


Flashback on.


Di kamar pengantin, dengan suasana indah yang didekor bunga-bunga mawar di sana. Satu vas besar bunga sedap malam menambah harum ruangan itu. Dengan perasaan gugup dan jantung berdetak tidak karuan, Natasha merasakan pelukan Gabriel yang kini sudah sah menjadi suaminya. Pelukan itu sungguh hangat dan damai. Ini sangat berbeda dirasakan oleh Natasha sebelum mereka benar-benar resmi menjadi pasangan suami istri.


Kedua netra mereka bertemu pandang. Senyum itu sama-sama terlempar dari keduanya. Perasaan bahagia dan lega menjadi satu dalam hati mereka. Kini mereka menjadi suami istri mulai saat itu dan selamanya. Sepakat dan janji untuk menikah sakali dalam seumur hidup. Saling berbagi baik suka maupun sedih.


"I love you Natasha, sayang!" bisik Gabriel pelan.


"Kamu sudah mengatakan nya ratusan kali hari ini padaku, Gabriel! Aku sudah tahu kalau kamu sangat mencintai aku," sahut Natasha.


"Iya, benar! Aku menjadi sangat takut jika menyakiti kamu malam ini," Kata Gabriel. Natasha menyipitkan bola matanya.


"What? Ada apa?" tanya Natasha.

__ADS_1


"Karena malam ini aku akan menusuk kamu dengan pedangku," Jawab Gabriel. Natasha terkekeh mendengar nya.


"Hehehe kalau hanya pedang milik kamu yang itu, aku tidak akan takut, sayang! Ayo lakukan sekarang?! Aku menantang kamu sekarang juga!" sahut Natasha. Gabriel tersenyum menyeringai.


"Kalau begitu, ijinkan aku melepaskan semua pakaian yang kamu kenakan. Biar aku leluasa menikmati dan menciumi setiap jengkal lekukan indah tubuh kamu yang bak biola itu," Ucap Gabriel.


"Dengan senang hati! Silahkan lakukan itu! Aku pasrah karena aku sudah menjadi istri kamu. Bagian dari belahan jiwa kamu," kata Natasha.


Benar! Dengan pelan dan lembut, Gabriel melepaskan semua gaun pengantin yang keempat yang dikenakan oleh Natasha saat pesta pernikahan tadi. Gaun terakhir ini tidak terlalu heboh dan terkesan sederhana namun mewah. Bahkan bra yang dikenakan Natasha sudah dilepas pengaitnya. Kini tinggal pakaian dalam yang menutupi bukit indahnya. Namun Gabriel sengaja masih menyisakan nya di sana. Setelah itu, dengan perlahan Gabriel menggiring Natasha ke pembaringan. Natasha pasrah dalam posisi telentang menantang badai.


Kini giliran Gabriel mulai melepaskan semua pakaiannya tanpa lagi menyisakan sedikitpun yang melekat di tubuh nya. Natasha tersenyum lebar saat melihat tubuh Gabriel polos tanpa ada rasa malu menunjukkan semuanya pada Natasha.


"Dasar tidak tahu malu!" umpat Natasha pada Gabriel.


"Hehehe, kita sudah suami istri sayang! Lagipula sebelum ini kita juga pernah saling mengetahui luar dalam kita bukan?" kata Gabriel.


Gabriel menjatuhkan tubuh nya di atas ranjang di sisi Natasha. Pelan-pelan Gabriel mulai memeluk Natasha. Sasaran pertama adalah menciumi bibir Natasha dengan penuh gairah. Mereka berciuman panjang dan saling membalas. Dalam ciuman yang saling bertukar saliva dan saling menyesap lidah masing-masing.


Tangan Gabriel mulai menyentuh ke bagian dada Natasha. Mulai mencari puncak gunung itu dan mulai memainkan dengan nakal ujungnya. Tentu saja membuat Natasha semakin bersemangat menciumi bibir Gabriel dengan semakin liar. Suara laknat itu masih tertahan dari keduanya karena bibir mereka saling membungkam. Sampai akhirnya, Gabriel menyudahi ciuman itu dan kini kepalanya sudah berada di bukit kembar Natasha mengulum, menjelajahinya dengan nakal. Sukses kegiatan itu membuat Natasha mengeluarkan suara laknatnya. Matanya mulai sayu dan merem melek menikmati permainan nakal lidah Gabriel di dada nya secara bergantian.


"Gabriel, sayang!" ucap Natasha saat Gabriel dengan gemas sedikit menggigit bagian ujung dada nya yang besar.


"Malam ini bersiaplah sayang! Aku akan memainkan pusaka ku," ucap Gabriel.


"Huum, sayang! Semoga pusaka kamu tidak mudah loyo saat masuk ke goa gelap tanpa lampu di dalam sana," sahut Natasha dengan menggeliat karena merasakan belaian lembut di bagian bukit kecil berbentuk segitiga berbalik itu.


"Itu tidak akan mungkin sayang! Dia akan tetap perkasa sampai berjam-jam lamanya," sahut Gabriel dengan sombongnya.

__ADS_1


"Hem, paling juga lima menit?" Kata Natasha.


"Apa? Itu tidak mungkin! Aku akan membuktikannya, baby!" sahut Gabriel segera berada di bawah antara dua ujung pahanya Natasha.


__ADS_2