
Zaza mengajak Gabriel di sebuah ruangan privat di kafe itu. Di mana di sana memang disediakan untuk berkencan dalam hitungan jam.
"Gabriel!!" ucap Zaza seraya memeluk erat dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang Gabriel. Kedua netra mereka beradu. Gabriel sudah naik turun jakunnya merasakan sesuatu yang aneh menghinggapi perasaan nya. Zaza sangat agresif kali ini. Dia menempelkan bibirnya ke bibir Gabriel. Namun semakin lama kecupan itu berubah menjadi ciuman yang panjang dan lama.
"Zaza, cukup! Hentikan!" ucap Gabriel saat Zaza hendak melepaskan gaun nya sendiri.
"Kenapa, sayang?" tanya Zaza dengan wajah kecewa.
"Aku mau pulang!" kata Gabriel.
"Tapi Gabriel! Malam ini malam spesial aku! Kenapa justru kamu menolak aku?" protes Zaza.
"Maaf, Zaza! Sebenarnya aku tidak menyukai kamu! Aku sebenarnya sudah menyukai wanita lain," Jelas Gabriel.
"Eh?? Siapa? Tapi kenapa tadi kamu diam saja saat aku mengumumkan kalau kita adalah sepasang kekasih yang sebentar lagi akan bertunangan," ucap Zaza.
"Di sana kamu sengaja mengundang banyak wartawan dan media. Bagaimanapun mungkin aku menyanggah ucapan kamu itu. Sedangkan kamu tiba-tiba saja mengakui aku sebagai kekasih kamu. Padahal aku dan kamu hanyalah teman saja," jelas Gabriel.
"Teman? Kita teman? Setelah apa yang sudah kita lakukan?" ucap Zaza.
"Lakukan apa? Aku tidak melakukannya dengan kamu," sahut Gabriel.
"Tapi kamu selalu tidak menolak saat aku mencium kamu, Gabriel!" kata Zaza.
"Kamu mencium aku saat banyak orang! Jika aku menolak nya, apakah kamu tidak malu?Itu yang selalu aku pikirkan karena kamu adalah seorang publik figur," Ucap Gabriel.
__ADS_1
"Gabriel! Gabriel! Aku sudah terlanjur mencintaimu, Gabriel! Aku mohon! Jangan menolak aku!" rengek Zaza.
"Maaf Zaza! Aku tidak bisa jika menjadi kekasih kamu!" kata Gabriel seraya meninggalkan ruangan itu. Zaza kini menangis dan meratapi kesedihan nya karena ditolak cinta oleh Gabriel.
"Aku pikir, Gabriel mencintai aku. Ternyata hanya aku saja yang memiliki rasa itu," gumam Zaza seraya menangis tersedu-sedu.
*****
"Kenapa sih kamu pulang duluan dan tanpa memberi kabar aku? Maksud kamu apa? Jika kamu diculik orang. Aku juga yang repot kan?" omel Gabriel pagi hari itu di kamar Natasha.
"Habis kamu terlihat bersenang-senang dengan Zaza! Mana mungkin aku akan merusak momen indah itu. Lagipula Zaza juga sedang merayakan ulang tahun," jelas Natasha.
"Kamu sok tahu!" sahut Gabriel. Natasha terkesan acuh dengan Gabriel. Natasha keluar dari kamar nya. Gabriel hendak menahannya tapi Natasha menipisnya.
"Ada apa dengan Natasha sih?" batin Gabriel. Gabriel mengikuti Natasha yang berjalan menuruni tangga. Dan ternyata Natasha berjalan ke kolam belakang rumah. Lalu mulai melepaskan handuk kimono nya. Ternyata Natasha sudah mengenakan pakaian renangnya.
Natasha sedang melakukan pemanasan kecil sebelum melakukan kegiatan renang.Setelah itu kedua kaki nya mulai diturunkan ke dalam kolam. Hingga beberapa saat, Natasha mulai melakukan gerakan renang.
Gabriel sudah bersiap dengan celana renang. Dia tanpa melakukan pemanasan langsung nyemplung ke dalam kolam renang. Dia ingin menyusul Natasha yang sudah berenang dengan gaya bebas ke ujung kolam. Keahlian renang seperti ini bagi Gabriel tidak diragukan lagi. Hingga Gabriel bisa mengejar Natasha yang sudah sampai di ujung kolam.
"Kamu tidak ada kerjaan? Kamu tidak ngantor? Ikut ikutan saja kerjaan nya. Aku renang ikut renang," ucap Natasha.
"Suka saja gangguin kamu! Hari ini malas ke kantor! Biar asisten pribadi ku saja yang meng-handle semuanya," kata Gabriel.
"Hem, pemalas!" sahut Natasha lalu mulai kembali berenang. Gabriel hanya nyengir kuda dan kembali mengikuti berenang di belakang Natasha.
__ADS_1
Gabriel berenang mengikuti Natasha dari belakang. Namun saat Natasha sudah sampai diujung kolam renang, dia bingung tidak ada Gabriel yang mengikutinya. Namun tiba-tiba Gabriel muncul dari bawah air hingga membuat kaget Natasha.
"Hai, astaga Gabriel!" teriak Natasha. Kelakuan Gabriel itu sukses membuat Natasha sangat terkejut. Gabriel cekikikan dan tertawa lepas sambil memeluk pinggang ramping Natasha. Natasha menunjukkan bibirnya yang manyun. Namun beberapa menit kemudian dia netra mereka beradu. Dan entah jurus darimana, Gabriel mengecup lembut dahi Natasha. Natasha sesaat diam dan memejamkan mata.
"I love you, Natasha?" gumam Gabriel.
Sukses mata Natasha membulat dengan sempurna. Tanpa aba-aba Gabriel mendekatkan bibirnya ke bibir Natasha. Bibir itu dikecupnya perlahan. Tangannya masih memeluk pinggang ramping Natasha. Kedua manusia berlawanan jenis itu seperti merasakan aliran listrik yang besar saat begitu dekat dan mengikis jarak. Yang awalnya hanya mengecup bibir Natasha yang basah itu, tapi akhirnya berkembang menjadi sebuah ciuman yang panjang dan lama. Natasha melotot matanya saat Gabriel mulai berhasrat dengan nya.
Di dalam kolam renang itu mereka mulai saling berciuman dan berbalas. Tangan Gabriel yang awalnya hanya berada di pinggang ramping Natasha, kini mulai mengusap lekukan indah tubuh Natasha. Nafas Gabriel sudah tersengal. Demikian juga hal nya dengan Natasha. Apalagi Natasha, sudah sangat lama tidak pernah lagi melakukan kegiatan intens seperti itu setelah kematian suaminya.
"Gabriel!" gumam Natasha. Namun Gabriel masih saja memeluk dirinya. Mereka sama-sama basah di dalam kolam renang itu. Saat Gabriel sudah mulai semakin jauh bertindak di dalam kolam itu, Natasha mendorong tubuh Gabriel hingga Gabriel melepaskan pelukan Natasha.
"Eh, maaf!" ucap Natasha.
Natasha segera berenang kembali dengan gaya bebas dengan cepat. Dia ingin menyembunyikan rasa yang membuncah di dadanya. Gabriel tahu, kalau rasa sukanya pada Natasha melebihi apapun. Gabriel yakin jika Natasha juga sama halnya memiliki perasaan yang aneh itu kepada nya.
Gabriel berenang dengan cepat mengejar Natasha dari belakang. Dalam hati Gabriel dia sudah bisa lega, karena sudah mengungkapkan rasa sukanya pada Natasha. Walaupun masih dianggap oleh Natasha hanya candaan dan main-main saja.
Saat diujung kolam renang lagi. Natasha menaiki tangga ke pinggiran kolam. Natasha menyudahi olah raga renang pagi itu dan menyambar handuknya. Gabriel memperhatikan Natasha yang meninggalkan dirinya sendiri tanpa kata-kata.
"Natasha! Tunggu!" teriak Gabriel. Namun Natasha diam membisu tidak menggubris panggilannya. Gabriel segera menyusul kembali Natasha yang mulai menaiki anak tangga menuju kamarnya.
"Natasha!" gumam Gabriel. Natasha menyipit matanya saat Gabriel menahan tangannya dan mendorong nya di dinding kamar Natasha.
"Lihat aku Natasha! Aku menyukai kamu! Aku mencintaimu, Natasha! Aku serius! Kali ini aku tidak main-main!" ucap Gabriel dengan pelan.
__ADS_1
"Gabriel! Jangan bercanda dong! Aku tidak suka!" sahut Natasha.
"Mari menikah, Natasha! Aku ingin serius dengan kamu!" ucap Gabriel dengan sorot mata yang benar-benar serius. Sukses kalimat itu membuat Natasha seperti mati berdiri karena terkejut.