DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI

DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI
BAB 68


__ADS_3

Gabriel masuk ke bangunan mewah bak istana. Di sana dia langsung nyelonong masuk mencari seseorang yang memiliki hubungan darah dengan Gabriel.


"Tumben kamu ingat jalan pulang ke rumah ayah kamu di sini, Gabriel?!" ucap laki-laki dengan postur tubuh tinggi besar dengan badan atletis. Diusianya yang sudah berkepala empat itu, masih terlihat segar dan muda. Wajahnya yang segar dan tampan masih tidak luntur dari sana. Senyuman nya yang manis mampu memikat wanita-wanita. Dia adalah Pras, ayah biologis Gabriel bersama mama nya Martha. Hasil dari hubungan diluar nikah.


"Ayah!? Ayah di sini rupanya?" sahut Gabriel sempat terkejut karena tidak memperhatikan kalau Pras sudah lama duduk di sofa ruangan tengah bersama Lidya, istri tua nya. Karena Gabriel datang, Lidya segera berlalu meninggalkan Pras dengan Gabriel di ruangan itu.


"Kenapa? Kamu tidak akan pulang ke rumah ayahmu ini kalau kamu tidak sedang memiliki masalah. Benar bukan? Ada apa, cerita lah!" ucap Pras. Gabriel menggaruk kepalanya sendiri yang tidak kutuan maupun ketombe an itu. Keduanya seketika tertawa bersama-sama padahal tidak ada yang lucu.


"Hahaha, apa yang kamu tertawa kan, hah? Dasar anak tengil!" ucap Pras.


"Hehehe, tertawa ayah bikin menukar. Jadi aku ikut geli saja," sahut Gabriel.


"Oke, ayo ikut ayah ke lantai atas! Kita minum-minum sambil bercerita. Ayah ada minuman anggur. Pasti kamu menyukai nya," ajak Pras.


Pras melenggang dan menaiki anak tangga menuju lantai atas. Gabriel mengikuti ayah nya tanpa banyak bicara lagi.


*****


Pras dan Gabriel mulai menikmati. minuman anggur itu. Asap rokok sudah bertaburan di udara sekitar mereka. Gabriel belum memulai menceritakan tentang permasalahannya.


"Tampaknya yang aku lihat, ayah mulai menjadi suami yang setia sekarang ini. Sering di rumah dan selalu bercengkrama bersama istri nya. Apakah belum ada minat lagi mencari istri muda, pa?" goda Gabriel.


"Hahaha gundul kamu itu!" umpat Pras.


"Ayah masih trauma, nak! Istri muda hanya memanfaatkan ayah saja karena ayah memiliki banyak harta. Sedangkan yang ayah lihat, istri tua ayah lah yang terlihat tulus mencinta dan menyayangi ayah. Apapun yang ayah lakukan diluar rumah, sepertinya tidak perduli. Yang penting ayah happy saja. Saat ayah pulang dan mendatangi istri tua ayah ini, dia selalu menyambut ku dengan hangat. Aku merasa ini tidak adil pada istri ku ini," ungkap Pras.


"Wow, akhirnya ayah sadar juga! Aku rasa ayah sudah capek berpetualang yah? Atau ayah sudah mengalami sakit pinggang dan juga encok?" kata Gabriel.

__ADS_1


"Gundul kamu itu!" sahut Pras.


"Hahaha, aku tidak yakin kalau ayah berhenti berpetualang mendaki gunung-gunung dan bukit yang belum pernah di di jamah oleh ayah. Bukankah gadis -gadis muda yang selalu berseliweran keluar masuk di ruangan ayah itu cukup menarik dan seksi? Aku tidak yakin kalau ayah tidak tergoda dengan mereka," ucap Gabriel.


"Baaangsat! Kamu selalu saja memantau ayah kamu! Anak tengil!" umpat Pras.


"Hahaha, benar kan? Ayah Pras tidak akan berhenti sebelum ayah menderita sakit struk seperti mama. Astaga! Semoga mama mendapatkan tempat terbaik dan diampuni segala kesalahan nya dari perbuatan masa lalu nya dulu," ucap Gabriel.


"Sudahlah, jangan membahas kehidupan dan kesenangan ayah kamu ini. Sekarang ceritakan apa maksud tujuan kamu datang ke rumah ayah?" kata Pras. Gabriel menarik nafasnya dalam-dalam. Kembali dirinya sedih karena teringat dengan Natasha, istri tercinta nya.


"Ayah! Natasha diculik dan disembunyikan lagi oleh Mathias," ucap Gabriel.


"Apa?" sahut Pras.


"Hanya saja, aku belum bertindak meringkus Mathias. Ini dikarenakan ada Natasha palsu di rumahku. Dan orang-orang ku sedang memperhatikan gerak-gerik Mathias supaya Natasha, istriku yang asli bisa diketahui keberadaan nya. Namun di pulau kecil di mana di sana ada tuan Baron atau keluarga Mathias, tidak ada Natasha di sembunyikan di sana," jelas Gabriel.


"Natasha palsu? Aku menjadi penasaran!!?" sahut Pras.


"Hem, menurut kamu, Mathias lah dalang dari semua ini?" kata Pras.


"Benar, ayah! Tapi sementara ini aku masih berpura-pura tidak tahu dulu yah. Dan dengan keberadaan Natasha palsu di rumah ku itu pun, aku masih berpura-pura kalau dia adalah istriku. Namun, jujur aku tidak mau menyentuh nya pa!" jelas Gabriel.


"Bodoh! Kenapa? Kalau kamu tidak mau oper saja ke ayah," sahut Pras. Gabriel melotot matanya menatap papa nya.


"Dasar tua bangka tidak pernah insyaf!" umpat Gabriel.


"Hahaha, ayah hanya bercanda Gabriel!" sahut Pras.

__ADS_1


"Kalau urusan seperti itu, aku yakin ucapan ayah jujur keluar dari lubuk hati yang paling dalam," kata Gabriel.


"Hahaha, gundul kamu itu!" umpat Pras.


Kedua nya menenggak minuman itu sampai habis satu botol. Keduanya duduk bersandar sembari melihat langit yang bertaburan bintang.


"Ayah akan menjumpai Baron! Sepertinya, Baron sendiri lah yang harus bertindak dan mendesak putra nya itu. Dimana dia menyembuhkan Natasha, istri kamu," kata Pras.


"Atau sebenarnya orang-orang kamu saja yang tidak becus mencari keberadaan istri kamu," ucap Pras.


"Orang-orang ku juga orang-orang dari anak buah ayah juga kan?" sahut Gabriel.


"Hem, benar juga yah! Besok ayha akan mencoba menelusuri transaksi yang dilakukan oleh Mathias. Siapa tahu, dia diam-diam telah membeli pulau kecil di suatu tempat tertentu," ucap Pras. Gabriel menyipitkan bola matanya.


"Wow, kenapa aku tidak berpikiran ke arah itu?" sahut Gabriel.


"Aku rasa karena kamu sudah rindu dan lama tidak mendapatkan kehangatan dari Natasha istri kamu. Sehingga otak kamu menjadi tersumbat dan tidak encer," kata Pras.


"Hem, ada kemungkinan benar! Mathias sudah membeli pulau kecil dan mungkin jaraknya belum bisa kita jangkau," ucap Gabriel.


"Jangan khawatir, kita bisa ke pulau itu dengan menggunakan pesawat pribadi," kata Pras.


"Aku hanya berdoa, yah! Mathias tidak menyentuh istriku. Jika itu dia lakukan, aku pastikan Mathias mati ditangan ku sendiri," ucap Gabriel.


"Hem, jangan mengotori tangan kamu sendiri nak!" sahut Pras.


Pras dan Gabriel menegak kembali minuman nya. Wajah mereka sudah memerah. Mata keduanya sudah mulai meredup. Namun kicauan dari keduanya semakin tidak jelas. Omongan kotor dan umpatan kini sudah keluar dari mulut bapak dan anak itu. Apalagi Gabriel saat ini benar-benar dalam keadaan kacau karena mengetahui istrinya di sembunyikan oleh Mathias.

__ADS_1


"Gabriel! Aku akan mendatangi istriku dulu! Kamu menginap lah di rumah ini. Jangan kembali ke rumah kamu dalam keadaan mabok," ucap Pras.


Kini dengan langkah yang sedikit sempoyongan meninggalkan Gabriel yang masih duduk bersandar di kursinya. Mata Gabriel sudah terpejam. Tampaknya Gabriel sudah mabok. Tentu saja, karena Gabriel tidak terbatas minum seperti Pras.


__ADS_2