DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI

DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI
BAB 63


__ADS_3

Natasha terlihat tidur di ruang kerja nya. Beberapa tahun ini, usahanya semakin berkembang. Usaha butik nya pun mulai memiliki banyak cabang di kota-kota besar. Selain itu jasa nya sebagai disainer pun semakin diminati karya-karya nya di berbagai kalangan. Saat ini Natasha masih berada di salah satu tempat butik nya.


Sore itu, Gabriel sengaja mendatangi Natasha di butik nya yang berada di pusat kota. Ruang kerja Natasha ada di lantai tiga. Gabriel masuk ke ruangan pribadi Natasha itu setelah asisten pribadi Natasha mengatakan kalau Natasha sedang di ruangan nya.


"Astaga! Cintaku sampai ketiduran seperti ini sih? Apakah sangat letih dan kecapean. Bukannya tadi malam hanya bermain tiga ronde saja? Itupun aku yang di atas bukan istriku tersayang. Seharusnya aku yang letih karena terlalu bekerja keras sampai ngelembur-ngelembur sampai menjelang fajar," gumam Gabriel.


Gabriel mengusap rambut Natasha dengan lembut. Saat ini Natasha tidur dalam posisi duduk dan kepalanya diletakkan di atas meja dengan tangan nya sebagai penyanggahnya. Dengan hati-hati Gabriel ingin memindahkan Natasha ke sofa panjang di ruangan itu. Supaya istrinya itu bisa tidur dan istirahat lebih lama dan nyaman.


"Istri cantik ku! Kenapa harus bekerja keras sih? Seharusnya kamu di rumah saja tidak perlu ini itu mencari uang lagi. Apakah uangku masih kurang? Hem?" gumam Gabriel yang kini mulai menggendong Natasha ala bridal. Dengan pelan-pelan meletakkan nya di sofa panjang ruangan itu. Natasha masih terlihat tenang dalam tidurnya.


"Hem, kesayangan ku masih terlihat sangat nyenyak tidurnya," Gumam Gabriel sambil memandangi wajah cantik istrinya itu. Lalu mulai mendekati keningnya dan menciumnya pelan.


"Hemmm," Natasha menggeliat. Tapi dia masih enggan untuk membuka matanya.


"Hem, seperti bau  tengil nya suamiku, kak Gabriel,"gumam Natasha masih dengan memejamkan matanya.


Gabriel yang mendengar gumaman Natasha yang menyebut dirinya bau tengil menjadi melotot matanya dengan sempurna. Kini ada niat untuk mengerjain istrinya tersebut. Kini telapak tangannya sendiri diletakkan di daerah ketiaknya sendiri. Dengan digosok-gosokkan supaya bau ketiaknya itu bisa nempel di tangannya. Gabriel memastikan kalau aroma khas ketiaknya itu sudah menempel di telapak tangannya. Dia nyengir kuda saat dirinya sendiri sudah mencium bau keteknya.


"Hihi.. Kamu harus bangun sayang, dengan aroma ketekku yang wangi ini," Batin Gabriel. Kini Gabriel mendekatkan telapak tangannya itu ke dekat hidung Natasha. Natasha mulai mengendus-endus mencium sesuatu didekat hidung nya.


"Hem, bau ketek suamiku yang tengil itu," Gumam Natasha. Namun Natasha masih enggan membuka matanya dan bangun dari tidurnya.


"Astagah, tidak mau bangun juga. Padahal jelas-jelas dia tahu kalau aku ada di dekatnya," batin Gabriel. Karena sudah tidak sabar, akhirnya Gabriel menggelitik Natasha. Sukses Natasha cekikikan dan membuka matanya.


"Hahaha ampun, ampun sayang!" Natasha masih cekikikan karena digelitik oleh Gabriel.


"Aku sudah curiga sejak tadi, kok istriku tidur nya kayak babi. Ternyata hanya pura-pura tidur saja," kata Gabriel. Natasha memeluk Gabriel dengan manja.


"Maaf, sayang! Tadi memang benar-benar tertidur. Tapi saat kamu mulai mengangkat aku dan memindahkan tubuh ku di kursi sofa, aku jadi terbangun. Tapi jujur saja, aku masih sangat letih, sayang!" ucap Natasha.


"Iya, iya aku tahu itu! Seharusnya aku yang capek kan sayang! Karena aku yang bekerja keras. Sedangkan kamu hanya di posisi bawah menikmati saja," Sahut Gabriel.

__ADS_1


"Hehehe, maaf! Semalam aku sangat letih sekali, kak! Nanti malam deh, aku servis kamu dan aku di yang bekerja keras," Kata Natasha.


"Tidak, tidak sayang! Aku hanya bercanda kok. Aku tetap harus lebih dominan daripada kamu," Sahut Gabriel.


"Hem, makin cinta deh sama kamu!" ucap Natasha seraya mengalungkan dua tangannya ke leher Gabriel. Kini dengan nakalnya mulai memainkan bibir Gabriel hingga Gabriel mau tidak mau membalas ciuman itu.


"Kamu menginginkan lagi sayang? Di. Ruangan kamu ini?" tanya Gabriel.


"Tidak, tidak kak! Aku masih capek! Ciuman ini hanya latihan saja kok. Nanti malam baru benar-benar tempur nya," jawab Natasha.


"Hahaha, kamu bisa saja! Pulang yuk! Kerjaan kamu sudah selesai kan?" kata Gabriel.


"Hem, ayo! Tapi seperti nya aku pingin yang seger-seger deh," ucap Natasha.


"Kamu mau apa, sayang?" tanya Gabriel.


"Pingin rujak buah!?" jawab Gabriel.


*****


Gabriel menghentikan mobilnya saat mendapati penjual yang menjual rujak buah. Natasha dengan semangat segera turun dari mobil nya dan membeli rujak buah itu. Setelah mendapatkan apa yang dia mau, Natasha kembali ke dalam mobilnya.


"Kok hanya dua bungkus sih sayang?" tanya Gabriel. Natasha mengernyitkan dahinya.


"Kamu mau yah?" Sahut Natasha.


"Tidak! Siapa tahu kamu nanti masih kurang hanya dengan dua bungkus saja," kata Gabriel.


"Cukup kok!" ucap Natasha.


"Aku pikir kamu mau beli rujak se gerobaknya, supaya puas," kata Gabriel bercanda.

__ADS_1


"Hehehe mau aku, aku kau ajak pedagang rujak buahnya saja supaya bisa bikinkan aku rujak buah setiap hari," ucap Natasha. Gabriel cekikikan mendengar nya.


"Naksir sama pedagang rujak buahnya nih ye?" sahut Gabriel.


"Ih cemburu nih ye?!" ucap Natasha sambil menjulurkan lidah nya ke arah Gabriel.


Saat bercanda seperti itu tiba-tiba ada yang menyeberang jalan disembarangan tanpa melalui zebra cross. Gabriel dengan cepat menginjak rem nya. Namun naas, seseorang itu sudah terlanjur jatuh dan tertabrak oleh motor Gabriel. Gabriel dan Natasha saling pandang dan panik.


"Sayang!? Haduh, semoga orang nya tidak apa-apa!" ucap Natasha.


"Sayang kamu di dalam saja! Biar aku yang melihat orang itu," kata Gabriel.


Gabriel turun dari mobilnya dan melihat seseorang yang telah ia tabrak. Ternyata seorang wanita setengah baya.


"Maaf, bu? Bagaimana keadaan ibu? Bagaimana kalau ikut dengan saya ke rumah sakit?" ucap Gabriel seraya menolong ibu itu.


"Tidak nak. Ibu tidak apa-apa, ini hanya luka ringan saja. Tadi ibu tidak melihat kanan dan kiri dan buru-buru menyeberang jalan," Kata ibu itu.


"Oh, ibu yakin kalau tidak apa-apa? Kalau begitu Terima ini saja bu. Siapa tahu ibu butuh uang nya untuk pijat atau untuk membeli obat merah," Ucap Gabriel seraya memberikan uang ratusan ribu beberapa lembar.


"Terimakasih nak!" sahut ibu itu.


"Baik bu! Lain kali hati-hati kalau menyeberang jalan yah!" ucap Gabriel. Kini Gabriel kembali masuk ke dalam mobilnya. Dan mulai menjalankan kembali mobilnya.


"Ibu itu terlihat sangat buru-buru. Jadi menyeberang tidak lihat kanan kiri," omel Gabriel.


"Hehehe tadi kamu gak bisa marah-marah dengan ibu itu, malah kasih duit ke ibu itu. Sekarang giliran di sini kamu masih ngomel saja," sahut Natasha.


"Bukan seperti itu sayang! Mungkin kali ini ibu itu tidak apa-apa dan selamat. Namun jika dia tidak berhati-hati lagi, hal buruk akan terjadi bukan?" ucap Gabriel.


"Yah, jangan berdoa seperti itu dong sayang!" protes Natasha.

__ADS_1


"Hem, makannya tadi sudah aku bilang pada ibu itu, lain kali berhati-hati," sahut Gabriel.


__ADS_2