DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI

DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI
BAB 71


__ADS_3

"Di mana Gabriel?" tanya Pras kepada pelayan di rumah Gabriel.


Semua pelayan di sana menunduk hormat dengan keberadaan Pras. Pras yang memiliki tubuh besar dengan tinggi badan yang cukup tinggi terlihat maco di usianya yang sudah berkepala lima. Wajahnya yang tampan tidak memudar. Pras benar-benar hot daddy yang membuat wanita-wanita menjadi terpesona dengan penampilan nya. Selain memiliki kekuasaan, kekuatan, Pras tentu memiliki banyak perusahaan yang sudah memiliki banyak cabang-cabang nya di kota besar.


"Di mana putraku itu?" tanya Pras kembali. Karena semua pelayan menunduk kepalanya tidak berani menatap ke wajah Pras. Mungkin takut terpesona karena daya tarik nya.


"Tuan muda masih mengurung diri di dalam kamarnya, tuan besar! Sudah tiga hari ini tidak mau makan. Bahkan saat pelayan yang mengantar makanan di dalam kamar, selalu mendapatkan kemarahan dari tuan muda," terang salah satu pelayan di rumah itu menjelaskan.


"Huh, benar-benar anak bodoh! Banyak wanita-wanita di dunia ini yang lebih cantik dan seksi tapi masih saja berpangku pada satu wanita saja," ucap Pras.


Pras melenggang menaiki anak tangga ke lantai atas. Di sana suara gaduh kembali terdengar. Di dalam kamar Gabriel, Gabriel kembali mengamuk. Dirinya benar-benar belum menerima kalau Natasha nya sampai saat ini belum diketemukan. Gabriel sangat mencintai Natasha. Separuh jiwa nya hilang saat Natasha nya tidak ada di dekat nya dan jauh darinya. Pras membuka pintu kamar itu yang untung saja tidak dikunci dari dalam.


"Gabriel! Hentikan! Apakah kamu sudah gila?" teriak Pras yang mendapati kamar Gabriel berantakan. Bahkan saat ini Gabriel kembali melempar benda-benda apa saja yang ada didekatnya.


"Ayah! Natasha ku belum kembali! Di mana dia, ayah! Di mana mereka menyembunyikan Natasha ku, ayah!?" ucap Gabriel menangis sesenggukan. Pras mendekati Gabriel.


"Tenang, Gabriel! Tenangkan diri kamu!" kata Pras.


Dua laki-laki anak buah Pras mulai masuk ke kamar itu. Pras memberikan kode pada anak buahnya supaya membawa Gabriel keluar dari kamar itu. Pras akan membawa Gabriel ke rumah nya. Pras akan memanggil dokter keluarga supaya memberikan obat penenang supaya Gabriel bisa beristirahat dan tertidur. Ini lebih baik untuk sementara waktu supaya Gabriel tidak stress dan depresi karena menyadari kalau istrinya belum diketemukan karena seseorang telah menculik dan menyembunyikan nya.


"Ayah, aku tidak mau pergi, ayah!" teriak Gabriel.


"Kamu harus ikut ayah! Di rumah ayah, Natasha sudah menunggu kamu, nak!" kata Pras dengan kebohongan nya. Gabriel tersenyum saat Pras mengatakan kebohongan itu.


"Benarkah, ayah sudah menemukan nya? Menemukan Natasha ku?" tanya Gabriel.

__ADS_1


"Benar! Mana mungkin ayah membohongi kamu!" sahut Pras. Kedua anak buah Pras membawa Gabriel ke rumahnya dan saat sudah berada di dalam mobil, salah satu anak buah Pras telah menyuntikkan obat bius pada Gabriel. Ini supaya Gabriel sementara waktu lebih tenang dan mengamuk yang tidak jelas.


*****


Di lain tempat Natasha terlihat sangat murung. Dia merasakan rasa sesak dada nya. Walaupun Natasha melihat video perselingkuhan Gabriel dengan Wanita lain dan juga foto-foto kemesraan Gabriel dengan wanita lain itu, namun Natasha masih merasakan kerinduan dengan suaminya itu. Walaupun Natasha kecewa, marah, benci namun dia masih cinta dan saat ini rindu ingin bertemu dengan Gabriel. Namun dimana dirinya sekarang, Natasha tidak tahu. Natasha ingin kabur dari tempat itu, namun penjagaan di tempat itu sangat ketat. Natasha tidak bisa berbuat banyak selain pasrah.


Suara langkah kaki mendekat ke arah Natasha. Langkah itu terhenti setelah sudah dekat dengan Natasha. Natasha menoleh ke arah orang itu. Bola mata Natasha melebar saat dia melihat siapa yang datang.


"Mathias?! Kamu?!" ucap Natasha.


"Hem, aku pikir kamu telah melupakan nama ku. Benar, aku Mathias! Selamat datang di pulau ini. Pulau ini adalah milikku, Apakah kamu menyukai nya? Bukankah ditempat ini lebih tenang dan tidak bising seperti di kota tempat tinggal kamu?" kata Mathias.


"Jadi, semua ini karena kamu yang merencanakan nya? Kamu menculik aku dan memisahkan aku dengan Gabriel?" ucap Natasha.


"Setelah aku bertemu dengan kamu, aku pikir semuanya itu adalah bohong! Kamu sudah memfitnah Gabriel suami ku. Dengan tujuan supaya aku semakin mempercayai kamu," ucap Natasha.


"Hahaha, apa untungnya bagi aku Natasha?" sahut Mathias. Natasha menyipitkan bola matanya ke arah Mathias.


"Sebenarnya apa yang kamu inginkan?" tanya Natasha.


"Hem, pernyataan yang cerdas!" sahut Mathias.


"Seharusnya kamu sudah sangat tahu apa yang aku inginkan, Natasha!" kata Mathias.


"Hah, aku tidak suka berbelit-belit. Katakan saja apa yang kamu mau?!" ucap Natasha.

__ADS_1


"Hahaha sabar Natasha! Aku akan memberikan dua pilihan terhadap kamu Natasha. Yang pertama kamu menjadi istriku selama-lama nya dan bercerai dengan Gabriel tanpa keterpaksaan. Atau yang kedua. Kamu menyerahkan semua aset-aset baik semua perusahaan yang kamu miliki maupun perusahaan Gabriel. Bukankah semua nya sudah berubah menjadi atas nama kamu?" ucap Mathias. Natasha mengerutkan dahinya.


"Aku tahu kalau semua aset-aset yang di miliki Gabriel semuanya sudah menjadi nama kamu, Natasha. Saham kepemilikan perusahaan pun semua atas nama kamu. Semua karena Gabriel sangat mencintai kamu. Tujuannya supaya Gabriel tidak berselingkuh dengan kamu, bukan? Jika terbukti berselingkuh kamu berhak mengusir Gabriel dari rumah itu bukan?" terang Mathias.


"Eh, kenapa kamu mengetahui semuanya?" sahut Natasha.


"Hahaha, tentu saja aku mengetahui semuanya!" ucap Mathias.


Untuk sesaat Natasha mulai berpikir. Natasha harus memutuskan semua nya.


"Oke, aku akan memberikan kamu waktu! Satu jam lagi aku akan kembali lagi menemui kamu!" kata Mathias.


Mathias hendak keluar dan meninggalkan Natasha dari ruangan itu. Namun Natasha memanggil Mathias hingga Mathias menghentikan langkah nya.


"Tunggu!" ucap Natasha.


"Seperti nya aku harus memutuskan sekarang," kata Natasha. Mathias tersenyum lebar saat Natasha mulai masuk ke dalam jebakannya.


"Sekarang katakan apa yang akan kamu pilih?" tanya Mathias.


"Apa yang kamu pilih, menikah dengan aku dan menjadi istriku atau menyerahkan semua harta benda itu. Jika kamu menyerahkan semua nya, tentu saja semua perusahaan yang saat ini dipimpin oleh Gabriel akan berpindah tangan kepada ku. Demikian halnya dengan semua aset-aset termasuk mansion yang ditinggalin Oleh Gabriel. Gabriel akan menjadi gembel dan bangkrut," kata Mathias.


"Baiklah, aku tidak akan menyerahkan harta itu yang sebenarnya semuanya bukan milikku. Semua itu milik Gabriel. Perusahaan itu kepunyaan Gabriel. Gabriel hanya mengatasnamakan nya padaku," kata Natasha.


"Hahaha jadi apakah ini artinya, kamu mau menikah dengan aku dan menjadi istriku, Natasha?" sahut Mathias. Natasha mengangguk pelan. Kini dengan tergesa-gesa Mathias memeluk Natasha karena sangat bahagia.

__ADS_1


__ADS_2