DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI

DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI
BAB 37


__ADS_3

Pras keluar dari kamar Martha dengan hati yang penuh kebahagiaan. Dia tentu tidak pernah menyangka kalau selama ini dia sudah memiliki seorang putra. Walaupun putra nya itu dihasilkan saat hubungan diluar nikah bersama dengan Martha. Paling tidak, Pras cukup lega karena dia tidak perlu khawatir lagi siapa yang akan meneruskan estafet kepemimpinan dari Kerajaan bisnisnya.


Pras, mendapati Vero sedang ngobrol dengan Waode. Natasha yang dicarinya tidak ada di ruangan itu.


"Di mana Natasha?" gumam Pras. Pras berjalan pelan supaya Waode dan juga Vero tidak menyadari akan dirinya yang berjalan ke dapur.


"Pras! Kamu mau ngapain?" tanya Waode yang memergoki dirinya berjalan menuju dapur setelah dirinya tadi menjenguk Martha di kamarnya.


"Eh, bikin kaget aku saja! Itu di mana toilet? Aku mau ke toilet sebentar!" ucap Pras mencari alasan.


"Haduh, di sudut itu ada toilet! Di setiap kamar ada toilet. Kamu mau mencari toilet yang mana lagi?" sahut Waode.


"Hahaha, aku sekalian lihat-lihat rumah kamu. Keren sekali rumah kamu ini, Waode!" puji Pras. Bukan Pras kalau tidak cerdas mencari alasan.


"Hem, kalau kamu tertarik aku akan mengenalkan nya padamu siapa yang membuatkan rancangan nya. Arsitek bangunan rumah ini orangnya cukup dikenal. Aku rasa kamu pasti mengenal nya, Pras," kata Waode.


"Hem, siapa?" tanya Pras.


"Tuan Handoko!" jawab Waode.


"Benar! Dia cukup handal dalam membuat arsitektur suatu bangunan yang mewah dan megah," sahut Pras.


Kembali Waode ngobrol dengan Vero. Dan Pras masih mencoba melihat-lihat rumah Waode sambil mencari Natasha. Rasanya Pras sudah semakin penasaran dengan wanita itu. Apalagi mengingat Gabriel sendiri adalah putra kandung nya. Apakah ada hubungan terlarang dengan istri Waode ini? Tentu saja Pras menjadi berpikir ke arah sana lantaran Gabriel mengenalkan Natasha sebagai kekasihnya dan calon istrinya. Benar-benar lelucon yang mengerikan.


*****

__ADS_1


Natasha saat ini sedang di dapur mengambilkan minuman kopi kemasan untuk Waode dan juga beberapa tamu nya. Namun tanpa dia sadari Pras ada di belakang. Natasha tentu saja sangat terkejut dibuatnya.


"Perlu bantuan?" tanya Pras.


"Eh tidak! Tidak perlu," sahut Natasha sambil mengeluarkan kotak minuman kopi kemasan di dalam lemari pendingin. Kopi kemasan itu Natasha letakkan di meja terlebih dahulu sebelum ia bawa ke depan. Pras memerhatikan Natasha sampai tidak berkedip. Natasha tetap saja diam tidak terlalu mempedulikan Pras


"Oh, iya, kamar mandi di mana?" tanya Pras pura-pura tidak tahu. Padahal di mana-mana banyak toilet di rumah itu. Di ruang tengah, ruang makan, dan juga dapur ada toilet dan wastafel nya.


"Itu toilet! Di dekat tuan Pras," jawab Natasha sambil menunjukkan letak toilet di belakang nya.


"Oh iya," gumam Pras. Pras segera menuju toilet yang ditunjukkan oleh Natasha.


"Natasha! Tolong sebentar! Ini kenapa kran nya tidak menyala?" ucap Pras dengan suara keras.


"Tuan Pras?! Eh??" gumam Natasha dengan membulat matanya. Pras tersenyum lebar melihat Natasha yang gugup karena wajah mereka sangat dekat.


"Ayo jelaskan padaku! Sebenarnya apa hubungan kamu dengan Gabriel? Kenapa kamu bisa menjadi istri Waode, hem?" cecar Pras sambil tersenyum lebar.


"Eh, tidak, tidak ada hubungan apa-apa dengan Gabriel! Dia saja yang mengaku-aku kalau aku adalah kekasihnya dan calon istrinya saat kami jalan bersama," aku Natasha. Natasha sudah gugup karena Pras sudah mengintimidasi nya. Bahkan badan Natasha yang kecil dipepet nya di sudut kamar mandi itu. Bahkan aroma tubuh maskulin yang keluar dari badan Pras sangat menusuk di hidung Natasha. Dan ditambah nafas tembakau ciri khas seorang perokok pun tercium sudah.


"Aku tidak percaya kalau kalian tidak ada hubungan spesial. Atau jangan-jangan kamu diam-diam memiliki rasa suka dengan Gabriel. Atau jangan-jangan kamu dan Gabriel juga sudah melakukan hubungan terlarang tanpa sepengetahuan Waode, suami kamu?" tuduh Pras. Pras kini mengusap lembut pipi Natasha. Tentu saja Natasha benar-benar sudah ketakutan. Dia takut jika kembali dilecehkan seperti dulu dengan Gabriel.


"Tidak, tidak ada! Lepaskan dan menyingkir lah jauh-jauh! Atau aku akan berteriak supaya Vero dan suamiku tahu kalau tuan memilih otak mesum yang suka melecehkan istri orang," ancam Natasha.


"Hei, hei, hei kamu kalau melakukan itu, aku bisa bongkar hubungan kamu dengan Gabriel! Beres kan? Apa susahnya?" kembali Pras mengancam Natasha.

__ADS_1


"Aku tidak ada hubungan apapun dengan Gabriel! Gabriel saja yang gila!" sahut Natasha. Pras menyipitkan bola matanya. Lalu menjauh dari Natasha. Natasha secepatnya keluar dari toilet itu sebelum ada yang melihatnya. Kini Pras mencoba menerka-nerka apa yang terjadi.


"Jangan-jangan Gabriel, putraku itu yang nakal. Haduh! Kenapa badung nya sangat mirip dengan aku sih? Jangan-jangan Gabriel juga lah yang suka mepet dengan Natasha. Waduh benar-benar yah! Sesuai pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohon nya," gumam Pras.


"Lalu, apakah ada alasan lain kenapa Gabriel mengaku Natasha sebagai kekasihnya atau calon istrinya? Apa semua ini ada hubungannya dengan Vero? Hem, aku akan mencari tahu. Apakah Gabriel ada hubungannya dengan Vero di masa lalu?" gumam Pras.


*****


Pras berjalan dan kembali bergabung dengan Waode, Vero dan juga Natasha. Kini sorot matanya Pras mulai memperhatikan istrinya, Vero. Pras mulai curiga apakah Gabriel pernah menjalin hubungan dengan Vero.


"Waode, di mana putra kamu Gabriel?" tanya Pras.


"Oh iya, tumben Gabriel tidak kemari malam ini. Aku rasa dia di apartemen nya, Pras! Memang Gabriel sering pulang ke rumah dan menjenguk mamanya yang sakit. Tapi kalau dia tidak pulang ke rumah ini, pasti Gabriel pulang ke apartemen nya. Ada apa Pras?" ucap Waode.


"Tidak, tidak! Aku hanya ingin tahu saja. Sejak tadi soalnya tidak terlihat barang hidungnya. Kalau ada itu pasti lebih seru. Anak itu sangat ramai dan juga konyol," kata Pras.


"Benar, Pras! Nyaris kelakuannya seperti kamu! Sikap, gaya nya pun seperti kamu, Pras!" sahut Waode. Pras seperti ditusuk dengan belati jantung nya. Tidak mungkin kan Waode tahu kalau Gabriel adalah anak kandung dari Pras. Dia hanya membandingkan saja kelakuan anaknya itu seperti Pras.


"Hahaha, selagi masih muda jangan dilarang-larang, Waode!" sahut Pras mencoba menyembunyikan rasa keterkejutan nya


"Benar! Dia sudah bisa cari duit sendiri. Aku hanya bisa berharap supaya suatu saat nanti dia bisa menemukan pendamping hidup yang tepat. Supaya dia bisa menyayangi istrinya dengan tulus dan penuh rasa syukur," kata Waode.


"Benar! Jangan seperti aku yang tidak puas hanya dengan istri-istri ku," sahut Pras. Vero melotot tajam ke arah Pras yang spontan berbicara seperti itu.


"Maksudnya, masih lirik cewek-cewek cantik dan seksi di luar sana, Vero!" ralat Pras. Waode, Natasha terkekeh-kekeh mendengar itu.

__ADS_1


__ADS_2