DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI

DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI
BAB 38


__ADS_3

"Waode, tampak nya Vero sudah ngantuk berat nih. Kami pamit pulang dulu yah! Lain kali kita kumpul-kumpul seperti ini. Dan gantian di rumah kami yah," ucap Pras seraya berdiri dan mulai mengenakan jaketnya. Vero pun sudah mengambil tasnya yang mahal. Waode dan Natasha pun ikut berdiri mengantarkan Pras dan Vero ke depan.


"Tentu saja Pras! Nanti kita agenda kan kembali kapan kita bisa ngobrol santai seperti ini," sahut Waode.


Di jam sembilan malam itu, Tiba-tiba Gabriel datang dan masuk ke pintu utama rumah itu. Sedangkan saat ini Pras, Waode, dan juga Natasha, Vero sudah berjalan di depan pintu utama rumah itu.


"Loh, ada tuan Pras dan istri!" ujar Gabriel seraya bersalaman dengan mereka.


"Kamu terlambat, Gabriel! Tuan Pras dan istrinya sudah sejak tadi datang nya. Ini mereka sudah pamit mau pulang. Kamu dari mana saja kok baru nongol?" kata Waode pada Gabriel.


"Loh, kenapa buru-buru sih tuan Pras? Saya baru datang kalian malah pulang. Ayo bagaimana kalau kita ngopi lagi atau sekedar minum-minum dulu sampai pagi," ucap Gabriel. Kini Pras dan Waode saling pandang lalu tertawa terbahak-bahak.


"Pras, apakah apa yang aku pikir kan sama dengan kamu? Sehingga kita sama-sama tertawa?" tanya Waode.


"Tentu saja sama!" sahut Pras.


"Dia benar-benar seperti kamu, Pras! Padahal dulu aku tidak pernah membenci kamu saat istriku sedang hamil," kata Waode.


"Aku rasa kamu memang tidak menyukai aku sejak dulu, Waode. Nyatanya putra kamu seperti aku badung nya," ucap Pras. Pras dan Waode tertawa. Gabriel bingung melihat orang tua di depannya itu.


"Ada apa ini, pa? Ayo kita minum bersama! Oh iya, tuan Pras, jika istri anda sudah mengantuk di rumah ini banyak kamar kosong. Kamar tamu juga ada beberapa di sini telah disiapkan. Bagaimana?" ucap Gabriel.


"Bagaimana, Pras? Putraku meminta kamu tidur di rumahku," kata Waode.


"Baiklah! Vero kita menginap di sini malam ini. Kamu kalau sudah mengantuk bisa tidur dan istirahat dulu. Kami para laki-laki ingin berbincang-bincang sampai pagi," ucap Pras.

__ADS_1


"Hahaha, Natasha! Tolong tunjukkan kamar tamu untuk nyonya Vero, yah sayang!" ucap Waode.


"Baiklah, mas! Mari nyonya Vero! Anggap saja rumah sendiri," kata Natasha seraya mengajak Vero ke kamar tamu di rumah itu.


*****


Natasha menunjukkan kamar untuk beristirahat Vero dan juga suaminya nanti, menginap semalam di rumah itu.


"Nah, ini kamarnya nyonya Vero! Kalau anda membutuhkan sesuatu bilang saja. Atau butuh baju tidur untuk mengganti pakaian Anda," ucap Natasha. Vero menyipitkan bola matanya menatap ke arah Natasha.


"Baiklah, karena aku tidak membawa pakaian ganti, sementara aku butuh baju tidur saja. Lingerie juga boleh. Sebenarnya aku tidak terbiasa memakai pakaian orang. Tapi terpaksa deh," ucap Vero.


"Hem, kalau begitu sama dong! Tapi jangan khawatir, nyonya! Aku ada lingerie yang masih baru dan belum pernah aku pakai. Mungkin saat anda mengenakan nya, tuan Pras semakin terpesona dengan anda," kata Natasha. Natasha segera ke luar meninggalkan Vero dan mengambilkan pakaian ganti untuk Vero.


*****


Tiga laki-laki itu kini sudah mulai menikmati acara minum-minum nya. Pras merasakan kebahagiaan karena sudah mengetahui kalau ternyata Gabriel adalah putra kandung nya. Malam itu seperti perayaan bagi Pras karena merasa lega bahwasanya dirinya ternyata sudah memilih seorang pewaris.


Bau alkohol dan juga asap rokok memenuhi ruangan itu. Ketiga laki-laki itu sudah mulai dipengaruhi minuman beralkohol kadar tinggi.


"Pras, aku naik dulu ke atas yah! Kamu biar ditemani oleh putra ku, Gabriel! Aku sudah tidak sanggup lagi terlalu banyak minum dan begadang sampai pagi," kata Waode sambil bangkit berdiri dari tempat duduk nya.


"Oke, oke siap! Aku pikir kamu masih kuat seperti dulu. Ternyata kamu hanya kuat saat menghadapi istri muda kamu itu, hahaha!" sahut Pras.


"Hahahaha.Yah itu harus! Membahagiakan dan menyenangkan istri adalah tugasku, Pras! Selamat malam!" kata Waode. Lalu meninggalkan Pras yang kini bersama dengan Gabriel.

__ADS_1


Pras memandang Gabriel yang saat ini menikmati batang rokok nya. Sesekali anak yang masih muda itu menyesap minuman nya. Pras kini mendekati Gabriel. Tiba-tiba saja Pras memeluk Gabriel dengan penuh kerinduan dan kebahagiaan.


"Gabriel, putra ku!?" ucap Pras. Tentu saja Gabriel bingung dengan situasi itu. Kenapa tiba-tiba saja laki-laki dewasa yang seusia dengan papa nya itu memeluk dirinya dan bahkan mengatakan kalau dia adalah putra nya. Ada apa ini?


"Tuan Pras! Anda sudah mabok? Mari saya antar kan anda ke kamar di mana istri anda berada," ucap Gabriel masih saja asal bicara.


"Tidak, Gabriel! Dengarkan aku! Aku adalah ayah kandung kamu yang sebenarnya. Mama kamu telah menceritakan semua kebenarannya. Awalnya aku juga tidak mempercayai dan menduganya. Namun saat aku melihat manik mata kamu yang kecoklatan dan sikap, gaya kamu yang nyaris seperti aku, tanpa tes DNA pun aku langsung bisa mempercayai nya. Kamu adalah putra ku, Gabriel!" jelas Pras.


"Tuan Pras! Tolong anda jangan bicara sembarangan dong! Itu sama artinya anda telah memfitnah mama ku kalau mama sudah pernah berhubungan dengan tuan Pras. Mama ku sudah membohongi papa Waode? Bahkan mengkhianati nya," kata Gabriel.


"Maafkan, aku Gabriel! Tapi itulah kebenarannya. Jika kamu tidak percaya, kita bisa membuktikan semua itu dengan melakukan tes DNA," ucap Pras. Gabriel semakin menarik batang rokok nya semakin dalam.


"Mama! Sudah beberapa kali mama membuat kecewa papa Waode. Bahkan mengkhianati nya. Bahkan aku terlahir dari hubungan terlarang diluar nikah. Kalian ini. Benar-benar memalukan!" kata Gabriel.


"Gabriel! Tunggu Gabriel!" sahut Pras seraya menahan lengan putra nya itu.


"Tuan Pras! Lepaskan tangan saya! Saya harus mendengar sendiri mama mengakui nya. Kebenaran yang seharusnya tidak perlu aku ingin mendengar nya," kata Gabriel.


"Jangan sekarang, Gabriel! Sekarang sudah jam berapa? Sedangkan mama kamu saat ini sedang sakit. Tahan dulu dong Gabriel. Dan aku mohon masalah ini jangan sampai papa Waode tahu. Aku mohon!" ucap Pras.


Gabriel kembali duduk. Dia kembali menyalakan batang rokoknya. Demikian juga Pras. Bapak dan anak itu sama-sama terdiam dalam pikiran masing-masing. Mereka menghisap rokok itu dan membuang asap rokok nya kasar.


"Gabriel! Ada hubungan apa kamu dengan Vero?Dan apakah kamu juga ada hubungan spesial dengan Natasha?" tanya Pras. Pertanyaan itu berhasil membuat Gabriel tersedak asap rokok nya sendiri.


"Uhuk.. uhuk.. uhuk,"

__ADS_1


__ADS_2