
Dua pria dewasa yang sudah berumur itu saling bertemu. Keduanya saling menyalakan batang rokok nya sambil menyesap minuman beralkohol dengan kadar tinggi.
"Putra mu Mathias itu akhirnya telah menikah dengan wanita impiannya. Kenapa adik kakak dengan beda ibu itu sama-sama menyukai wanita yang sama? Apa hebatnya wanita itu, sehingga diperebutkan dua putra mu," kata Baron yang dikenal sebagai orang tua dari Mathias.
Padahal sebenarnya Baron ini hanyalah mengangkat anak dari seorang wanita yang pernah menjalin hubungan diluar nikah dengan Pras. Pras adalah ayah biologis dari Mathias dari seorang wanita yang merupakan adik dari Baron. Namun adik Baron itu telah meninggal dunia saat melahirkan Mathias. Tentu saja kebenaran itu tidak diketahui oleh Mathias.
"Tentu saja menantuku itu memiliki keistimewaan. Sehingga kedua putra ku menyukai nya. Namun aku harus bersikap adil dalam hal ini. Setelah aku pikir-pikir, untuk sementara waktu aku tidak ikut campur dalam masalah mereka. Biarkan saja, Gabriel menemukan sendiri keberadaan Natasha nya. Walaupun sekarang Natasha telah menikah dengan Mathias," ucap Pras.
"Apakah kita hanya sebagai penonton saja, melihat permasalahan dan permusuhan mereka?" sahut Baron.
"Ini masalah cinta dan perasaan. Natasha sendiri lah yang nanti akan memilih diantara mereka. Ketika kebenarannya terungkap. Walaupun aku tahu kalau Mathias sudah bersikap licik untuk merebut istri Gabriel," kata Pras.
"Astaga! Aku pusing melihat mereka bung! Yang satu berusaha mendapatkan sesuatu dengan cara licik. Yang satu lagi, tetap gentleman dalam menghadapi masalah," sahut Baron.
"Jangan pusing, bung! Ini hanya skenario dari author nya. Jangan ikut pusing seperti pembaca. Seharusnya kamu lebih pusing jika seorang author nulis tapi gak dapat duitnya, hahaha," kata Pras nyleneh.
"Hahaha malah membahas tentang penulis sih?" sahut Baron.
"Ya sudahlah! Kita lihat saja, bung! Siapa jodoh sebenarnya untuk wanita itu! Kita tidak usah ikut campur masalah perasaan cinta diantara mereka," sambung Pras. Baron manggut-manggut saja mengikuti arahan Pras.
"Apakah hubungan darah diantara mereka tidak perlu diungkapkan pada mereka?" tanya Baron.
__ADS_1
"Ini belum waktu nya," sahut Pras.
"Aish Pras! Sekarang aku jadi mengkhawatirkan kenakalan kamu! Sudah berapa banyak benih-benih milik kamu yang kamu tanam pada wanita-wanita di luar sana! Jika semua nya hamil dari benih kamu, apakah kamu tidak akan dipusingkan lagi, jika timbul masalah yang sama seperti ini? Dua putra kamu sama-sama mencintai wanita yang sama dan saling bertikai," kata Baron.
"Haha, Gabriel adalah anak dari rahim Martha, dulu adalah kekasihku. Dan Mathias sendiri lahir dari rahim adik kamu, Natali. Seharusnya kamu tidak menyalahkan aku, Baron! Kenapa kamu dulu nya tidak merestui hubungan ku dengan adik mu dan kamu malah menyembunyikan kehamilan nya dariku," ucap Pras dengan sorot mata nya yang mengintimidasi.
"Maaf! Aku menyesal telah membuat adikku menderita karena sikap keras kepala ku. Bukankah kamu tahu saat dulu, kita sedang dalam masalah besar dan kita saling bermusuhan. Tidak mungkin aku memberikan ijin dan merestui kamu menikah dengan adikku," kata Baron.
"Akhirnya kamu menyesal bukan? Apalagi umur Natali ternyata sangat pendek. Dia. harus meninggal dunia disaat melahirkan Mathias," sahut Pras.
"Benar! Aku menyesal dengan semua itu. Padahal aku sangat tahu kalau Natali sangat mencintai kamu, laki-laki brengsek seperti kamu yang tidak pernah merasa cukup dengan satu wanita di atas ranjang kamu," ucap Baron.
"Hahaha, kamu adalah calon kakak ipar ku yang gagal!" sahut Pras.
Keduanya masih menikmati wine. Kepulan asap rokok keduanya memenuhi ruangan itu. Keduanya semakin ngoceh tidak jelas. Semakin malam semakin tidak nyambung pembicaraan keduanya. Hingga dua orang wanita seksi menggiring keduanya menuju ke peraduan masing-masing.
"Selamat bersenang-senang Baron! Nikmati hidup kamu sebelum kematian menjemput kamu," ucap Pras.
*****
Di mansion pribadi Gabriel. Jhon melaporkan sesuatu yang menjadi tugas nya. Gabriel terlihat masih kacau penampilan nya. Rambut nya yang biasa nya rapi kini sudah mulai gondrong. Kumis nya mulai tumbuh. Biasanya Gabriel rajin mandi, kini sangat malas. Jhon yang melihat keadaan tuan nya itu menjadi prihatin.
__ADS_1
"Tuan, sepertinya tuan besar Pras telah menutupi atau menyembunyikan keberadaan nyonya Natasha. Lebih tepatnya melindungi Mathias yang menyekap nyonya Natasha. Ada dokumen yang dipalsukan untuk melancarkan tujuan dari Mathias," terang Jhon. Gabriel melebar matanya mendengar berita yang disampaikan Oleh Jhon.
"Jelaskan dengan detail, Jhon! Aku sudah cukup lelah dengan teka-teki ini," kata Gabriel.
"Hilangnya Mathias yang melarikan nyonya muda Natasha karena ada yang melindungi mereka. Bahkan ada kekuatan yang mendukung pergerakan Mathias ini. Bahkan dokumen palsu itu bisa melancarkan tujuan Mathias. Kabar yang beredar Mathias saat ini sudah menikah. Seorang wanita yang menjadi istri Mathias bisa diprediksi adalah nyonya muda Natasha," jelas Jhon.
"Apa? Itu tidak mungkin, Jhon! Natasha ku tidak mungkin menikah dengan Mathias sedangkan aku belum menceraikan nya," sahut Gabriel.
"Tuan muda salah! Bahkan surat perceraian itu sudah ditandatangani oleh anda. Apakah tuan muda tidak menyadari nya?" kata Jhon.
"Sumpah Demi apapun itu, aku tidak melakukan nya, Jhon! Aku tidak mungkin menceraikan istriku itu!" sahut Gabriel.
"Benar! Dan mungkin saja tidak menyadari nya saat berada di mansion utama tuan besar Pras. Dan dalam hal ini lah, tuan besar Pras sudah mengetahui kerumitan ini. Karena tuan besar Pras berpura-pura seolah-olah tidak mengetahui semua nya," kata Jhon.
"Ayahku sendiri telah berpihak pada Mathias? Jhon, apakah kamu tidak curiga kenapa ayahku tiba-tiba saja berpihak pada Mathias. Bahkan ayah Pras tega memisahkan aku dengan Natasha, ku!" kata Gabriel.
"Tapi kenapa? Kenapa Jhon?" kata Gabriel. Kembali Gabriel meluap emosi nya. Dia segera menyambar kunci mobil nya. Tujuannya adalah ke mansion pribadi ayahnya yaitu Pras. Gabriel akan bertanya, kenapa ayahnya memihak pada Mathias yang jelas-jelas ingin merusak kebahagiaan nya.
Jhon mengikuti Gabriel. Dia tidak ingin tuan muda nya yang dalam keadaan kacau itu tidak terkendali.
"Jhon! Apakah aku harus membunuh ayahku sendiri, Jhon?!" tanya Gabriel.
__ADS_1
"Itu jangan sampai terjadi, tuan muda! Karena bagaimana pun tuan besar Pras adalah ayah biologis tuan muda Gabriel. Pasti ada alasan kenapa tiba-tiba saja tuan Pras mendukung Mathias dalam merebut wanita yang dia cintai yaitu istri anda tuan muda," kata Jhon.
"Tapi kenapa harus seperti itu? Mengorbankan kebahagiaan putra kandung nya hanya demi orang lain," sahut Gabriel.