DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI

DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI
BAB 39


__ADS_3

"Tuan.Pras! Kenapa anda bertanya soal itu?" sahut Gabriel.


"Panggil aku, Ayah, Gabriel! Aku adalah ayah kamu sekarang ini. Ayah kandung kamu," ujar Pras.


"Baik, baik, baiklah! Ayah aku tidak ada hubungan spesial dengan dua wanita muda itu. Mana aku berani mengganggu mereka berdua yang jelas-jelas adalah istri dari papa ku dan juga ayah kandung ku," ucap Gabriel.


"Kamu bohong, Gabriel! Ceritakan sebenarnya pada ayah. Apakah Vero dulu nya adalah kekasih kamu? Dan Natasha juga demikian?" tuduh Pras.


"Astaga! Semua mantanku? Yang benar saja, ayah! Jika dulu aku pernah berpacaran dengan Natasha, aku tidak akan pernah melepaskan nya. Karena Natasha adalah tipe aku," sahut Gabriel. Sukses ucapan Gabriel membuat melotot mata Pras. Kok bisa ayah anak sama-sama tertarik dengan wanita yang sama. Kalau dulu bertemu lebih awal bisa-bisa mereka semua akan berebut untuk mendapatkan Natasha.


"Lalu?" tanya Pras.


"Tidak, ayah! Aku tidak ada hubungan spesial dengan Natasha. Dia itu mama tiri ku dan istri dari papa Waode," kata Gabriel. Pras menarik rambutnya sendiri. Kenapa putra kandung nya itu benar-benar sama dengan dirinya. Penyuka wanita cantik Dan seksi.


"Bagaimana dengan Vero?" tanya Pras.


"Jujur Vero dulu adalah mantan pacarku. Tapi sekarang kami tidak ada hubungan yang spesial kok. Ayah, sudahlah jangan membahas ini lagi. Pusing aku!! Lebih baik ayah, datangi istri muda ayah itu. Dan pastikan dia dalam keadaan nyaman, hangat dan tidak kesepian lagi," ucap Gabriel.


"Hai benar-benar anak kurang ajar!" umpat Pras. Namun dia sadar melihat Gabriel itu sama halnya dirinya melihat wajahnya di depan cermin.


Gabriel kini berjalan sedikit sempoyongan menuju kamar mama nya. Dia ingin memeluk mama nya malam ini. Sedangkan nyonya Martha sudah tidur nyenyak di kamarnya.


"Mama, kebohongan apa lagi yang sudah mama sembunyikan dari kami semuanya," gumam Gabriel seraya memeluk mama nya yang kini sudah tertidur.

__ADS_1


"Gabriel! Ini kamu, nak?" ucap nyonya Martha terbangun.


"Tidur lah lagi, ma! Aku ingin memeluk mama malam ini," kata Gabriel seraya memejamkan kedua matanya sambil memeluk ibu yang sudah melahirkan nya.


*****


"Kenapa begitu rumit yah," gumam Pras.


"Vero adalah mantan pacar Gabriel. Martha adalah mantan pacar ku. Ah, kenapa dunia begitu sempit?" gumam Pras.


Pras mencari kamar tamu di mana Vero sudah tidur dan beristirahat di kamar itu. Pras melihat pemandangan indah di depannya. Vero berbaring di atas tempat tidur di kamar itu dengan mengenakan lingerie berwarna hitam yang kontras dengan warna kulitnya yang kuning langsat.


"Vero! Ternyata kamu pernah menjalin hubungan dengan putra ku. Hehehe.. dan setelah menjalin hubungan dengan putra ku, kamu menjadi istriku. Hahaha astaga benar-benar lucu sekali. Inilah resiko mencari istri yang usianya jauh lebih muda daripada aku. Dan Vero usianya sama dengan Gabriel," gumam Pras seraya menyingkap kan selimut yang menutupi bagian kaki Vero. Mata Pras menatap seksama keindahan istrinya.


"Gabriel! Gabriel!" ucap Vero tanpa sadar.


"Apa?" pekik Pras.


"Aku akan menghukum kamu, Vero!" ucap Pras seraya memeluk Vero hingga Vero terbangun dari tidur nya.


"Mas Pras!" gumam Vero membuka matanya.


"Kenapa begitu rumit yah," gumam Pras.

__ADS_1


Pras menindih tubuh Vero dan mulai mencium bibir nya dengan rakus. Vero pun mulai membalas ciuman liar suaminya itu. Bibir tebal milik Pras kini dimainkan nya dengan penuh gairah. Apalagi Pras sudah menyentuh dada Vero dibalik lingerie nya. Tanpa melepaskan lingerie itu, Pras mulai memainkan benda itu di sana. 


"Mas!" ucap Vero. 


Vero meremas rambut Pras dan sedikit menekan Kepala nya di dada nya. Sepertinya Pras kurang puas karena masih terhalang dengan kain tipis yang sensasional itu. Pras mulai menarik lingerie itu hingga Vero polos tidak berbalut kain di badannya. Pras mulai kembali melakukan gerakan liar menciumi setiap lekukan tubuh indah milik Vero. 


"Apakah dulu kamu pernah berhubungan intim dengan Gabriel saat  berpacaran, Vero?" Tanya Pras. 


"Eh?" Vero terkejut bukan main mendengar pertanyaan itu. 


"Jawab dengan jujur!" Pras sedikit melotot. Hal itu membuat Vero sangat takut. 


"Em eh iya, mas! Hanya dengan Gabriel saja. Setelah itu mas Pras," jawab Vero jujur. 


"Sial!! Anak brengsek itu lebih dulu menikmati tubuh kamu sebelum aku," umpat Pras. 


"Eh, em tapi itu dulu, mas! Dulu sekali!" Protes Vero. 


"lalu apakah kamu merindukan disentuh Gabriel dan kembali melakukan itu pada Gabriel?" desak Pras. 


"Eh?? Tidak mas! Tidak mas! Ampun mas! Aku tidak berani melakukan itu, mas!" Sahut Vero. 


"Bagus! JANGAN SAMPAI AKU MELIHAT KAMU MENGKHIANATI AKU. JIKA TIDAK? KAMU AKAN KU BUNUH DENGAN TANGANKU SENDIRI! INGAT ITU, VERO!" ancam Pras. Vero gemetar ketakutan dengan ancaman suaminya.

__ADS_1


__ADS_2