
"Kapan kamu menikah Gabriel? Aku selalu melihat wajah kamu berseliweran di media sosial bersama dengan seorang artis terkenal. Kamu terlihat sangat cocok sekali dengan artis itu loh," ucap Natasha saat mereka sudah duduk di ruangan makan.
Bibi Mariati yang masih setia dan mengabdi bekerja di rumah itu melayani Gabriel dan Natasha dengan sudah menyiapkan beberapa menu makanan dan juga juz buah kegemaran Natasha dan juga Gabriel.
"Itu hanya gosip saja, Natasha! Aku sama Zaza hanya teman saja kok," ucap Gabriel.
"Teman dekat atau teman tapi mesra?" sahut Natasha sambil mengunyah makanan nya.
"Hahaha, kamu kalau tidak percaya, lusa ikut saja dengan ku. Aku akan mengenalkan kamu pada Zaza," ucap Gabriel. Natasha menyipitkan bola matanya.
"Ada acara apa?" tanya Natasha.
"Lusa, Ada pesta ulang tahun Zaza. Dia mengundang aku di acara pesta ulang tahunnya," jelas Gabriel.
"Ogah, ah! Kamu yang diundang kok! Aku kan tidak kenal Zaza dan lagi pula aku pun juga tidak diundang," sahut Natasha.
"Makanya aku mengajak kamu, supaya menjadi pasangan ku di pesta ulang tahun, Zaza. Sekalian aku akan mengenalkan Zaza pada kamu. Siapa tahu kalau kamu sudah kenal Zaza, kamu bisa bekerjasama dengan Zaza dalam memperagakan busana hasil rancangan kamu," kata Gabriel.
"Hem, Zaza ini sangat cantik sekali! Selain model juga aktris yang memiliki kemampuan akting yang luar biasa. Body nya juga tidak kalah seksi dan sangat proporsional. Seperti nya akan menjadi hidup dan bersinar saat mengenakan pakaian apa pun. Setiap pakaian yang dikenakan memiliki nyawa. Aku rasa dia bisa membangkitkan suatu busana bisa memiliki nyawa dan hidup," urai Natasha.
"Hem, termasuk saat mengenakan pakaian seksi wanita, seperti lingerie kah?" sahut Gabriel sambil mengedipkan matanya nakal.
"Hahaha termasuk itu juga!" ucap Natasha.
"Kenapa kamu tidak ikut turun memperagakan hasil rancangan kamu sendiri? Aku pikir wajah kamu yang cantik, bodi kamu yang seksi dan ramping, tidak kalah juga dibandingkan dengan model-model itu. Apalagi kalau aku membandingkan kamu dengan Zaza, kamu lebih unggul kok," nilai Gabriel. Natasha terkekeh mendengar nya.
"Jangan membanding-bandingkan dengan yang lain. Bukankah sudah ada lagu nya kan? Lagi pula walaupun semua itu benar apa yang kamu katakan, tapi kemampuan Fotogenik dan juga kemampuan bergaya dan berlenggak-lenggok di atas karpet, aku tidak memiliki kemampuan dalam hal itu," ucap Natasha.
"Bukan tidak memiliki kemampuan! Tapi kamu belum mau belajar saja! Aku rasa kamu memiliki bakat kalau hanya berjalan seperti peragawati," sahut Gabriel.
"Hahaha, oke, oke, baiklah! Nanti akan aku pertimbangkan lagi masukan dari kamu. Oh iya, Gabriel! Dua bulan lagi seperti nya aku akan bikin peragaan busana pria dengan tema pakaian santai dan pantai. Kamu mau yah, jadi salah satu model nya," kata Natasha.
__ADS_1
"Astaga! Apakah aku kurang kerjaan menjadi model? Hem, apakah kamu sudah miskin dan kekurangan uang sehingga tidak bisa membayar model-model itu untuk memperagakan hasil rancangan kamu, hem?" sahut Gabriel.
"Ah kamu selalu seperti itu! Kamu gak asik banget! Aku bayar kamu deh! Bagaimana?" ucap Natasha.
"Hem, kamu sanggup membayar aku?" sahut Gabriel.
"Idih sombongnya! Kamu pasang tarif berapa?" tanya Natasha.
"Hahaha, aku becanda Natasha! Cari saja model-model nya. Aku tetap tidak mau. Kalau kamu butuh modal lagi, aku akan memberikan nya pada kamu," sahut Gabriel.
"Hem, kamu selalu mengukur semua nya dengan uang. Padahal aku ingin kamu menjadi model ku dan berpartisipasi dalam kegiatan pameran busana hasil karya-karya ku," kata Natasha.
"Jangan pura-pura sedih. Apalagi pakai nangis segala! Aku paling tidak suka lihat kamu seperti itu!" ucap Gabriel sambil menarik hidung Natasha yang bangir.
"Siapa yang sedih dan nangis?" kata Natasha sambil menjulurkan lidahnya pada Gabriel. Gabriel hanya terkekeh saja melihat Natasha yang gaya manja tidak pernah berubah saat bersama dengan Gabriel.
*****
Gabriel sudah datang dan menjemput Natasha di rumah. Natasha masih di dalam kamarnya sedang mempersiapkan dirinya.
Tok... tok... tok..
"Natasha! Sudah siap belum?" teriak Gabriel yang saat ini sudah berdiri di depan pintu kamar Natasha.
"Sebentar lagi!" sahut Natasha yang ikut berteriak menjawab pertanyaan Gabriel.
"Aku masuk yah?!" kata Gabriel lagi.
"Masuk saja! Biasanya juga kamu suka masuk-masuk aja di kamarku. Kamarku kan tidak pernah aku kunci," sahut Natasha.
Gabriel membuka pintu kamar Natasha. Gabriel melihat penampilan Natasha malam ini benar-benar sangat terpesona. Matanya tidak berkedip melihat Wajah Natasha di pantulan cermin besar di kamar itu. Natasha masih sedikit merapikan tatanan rambut nya.
__ADS_1
"Cantik sekali sih, kamu Natasha! Rasanya ingin mencium kamu," batin Gabriel. Tangannya mulai jahil mengusap rambut Natasha yang sedikit di kepang.
"Awas, jangan pegang-pegang! Nanti berantakan lagi!" larang Natasha.
"Hem, sudah cantik kok! Mau diapain lagi sih? Jangan terlalu cantik dong! Nanti di sana kamu banyak yang naksir," kata Gabriel.
"Di tempat itu pasti banyak kawan-kawan Zaza di kalangan artis dan model. Aku harus cantik dong! Supaya tidak malu-maluin kamu yang mengajak ku ke pesta ulang tahun itu," ucap Natasha.
"Eh, iya benar!" sahut Gabriel akhirnya.
"Selesai!!! Aku sudah siap! Ayo kita berangkat!" kata Natasha bersemangat dan terlihat ceria.
"Ayo, pegang tanganku!" sahut Gabriel. Natasha menyipitkan bola matanya menatap Gabriel.
"Kita pasangan, Natasha! Jadi harus pegangan," kata Gabriel. Gabriel meraih tangan Natasha dan menggandeng tangan itu. Malam ini Gabriel Gabriel sangat bahagia bisa mengajak Natasha dalam acara itu.
"Kamu sudah menyiapkan kado nya kan?" tanya Natasha.
"Eh??" Gabriel menepuk jidatnya sendiri.
"Astaga! Ya sudah nanti sekalian jalan kita membelikan kado buat Zaza!" sahut Natasha.
"Kira-kira kado nya apa?" tanya Gabriel.
"Tentu saja bukan buku tulis beserta bolpoin nya. Zaza seorang artis. Kita belikan barang yang cukup mewah dan mahal. Contoh nya perhiasan atau berlian," kata Natasha.
"Hah, apa??? Berlian?? Kalau untuk kamu aku mau belikan berlian! Tapi untuk Zaza jangan perhiasan dong! Kesannya aku benar-benar laki-laki yang menyukai dirinya atau benar-benar menargetkan nya sebagai calon istriku. Bagaimana kalau lingerie saja," ucap Gabriel asal.
"Hahaha kamu ini, ada-ada saja! Ya sudah, nanti aku pilih kan barang yang cocok untuk Zaza, cewek kamu itu!" sahut Natasha.
"Dia bukan cewek aku, Natasha!" protes Gabriel seraya menarik hidung Natasha yang mancung sempurna.
__ADS_1