
"Bagaimana, mas? Sepertinya mas sangat menikmati nya," goda wanita itu.
"Hem, lumayan! Baiklah! Ikut dengan ku pulang ke rumah. Lakukan tugas kamu selanjutnya di sana. Aku akan membayar mahal untuk kamu nanti," ucap Gabriel lalu mulai merapikan celana nya.
"Oke, siap mas!" sahut wanita nakal itu sambil merapikan pakaian yang berantakan karena tangan Gabriel yang nakal. Kini mobil itu melesat meninggalkan area parkir itu menuju rumah kediaman utama Waode.
*****
Saat melewati kamar papa nya, Gabriel mendengar era @ngan dan desa han dari dalam kamar papa nya itu. Bayangan nya saat ini Natasha bersama dengan papa nya kembali melakukan adegan dewasa. Gabriel menatap wanita penjaja *** yang ia bawa pulang itu. Dia segera menarik wanita itu masuk ke dalam kamarnya.
"Siapa nama kamu?" Tanya Gabriel.
"Ida!" jawab wanita itu.
"Aku ada kerjaan untuk kamu! Mulai sekarang berpura-pura lah di depan papa dan mama tiri ku kalau kamu adalah calon istriku. Oke?" kata Gabriel. Ida tersenyum lebar.
"Bayarannya mahal kan!?" Kata Ida.
"Tentu, aku akan membayar kamu dengan nilai yang cukup fantastik. Asal kamu bisa memerankan sandiwara ini," kata Gabriel.
"Itu sangat mudah sekali! Sekarang apa yang harus aku lakukan sekarang?" tanya Ida.
"Sekarang? Tentu saja layani dan puaskan aku seperti tadi," perintah Gabriel. Ida segera melakukan tugas nya sesuai permintaan pelanggannya.
*****
__ADS_1
Pagi harinya, semua anggota keluarga yang tinggal di rumah itu duduk di meja makan. Mereka tentu saja sudah ada Waode bersama dengan Natasha. Saat ini nyonya Martha pun ikut bergabung di meja makan itu. Itu tidak biasa nya karena nyonya Martha ingin bertemu dan berbicara dengan Natasha setelah beberapa minggu tidak berada di rumah itu. Sedangkan Gabriel yang pulang di rumah itu belum keluar dari kamarnya.
"Aku sangat senang kamu kembali lagi di rumah ini, Natasha. Aku harap kamu selalu tinggal di rumah ini dan tidak meninggalkan mas Waode," kata nyonya Martha.
"Bukan saya yang ingin pergi, nyonya.Tapi..." ucap Natasha.
"Sudah, sudah jangan dibahas lagi! Kita sedang makan! Tiba-tiba saja selera makan ku menjadi hilang jika mengingat kejadian yang membuat aku menyesal. Menyesal karena aku berkata kasar dan mengusir Natasha dari rumah ini. Maafkan aku yah, sayang! Aku akan memperbaiki kesalahan ku," sahut Waode sambil mengusap lengan Natasha. Natasha melirik ke arah nyonya Martha. Ada perasaan takut dan khawatir jika nyonya Martha cemburu atau semacamnya.
Tiba-tiba saja dari arah anak tangga, Gabriel berjalan menuju ke ruangan makan.
"Wow wow ternyata sudah berkumpul semua nya di sini yah!" teriak Gabriel seraya menggandeng Ida dengan mesra. Ida tidak kalah bersikap manja dan genit dengan Gabriel. Kini tatapan semua tertuju ke arah Gabriel dan wanita cantik serta seksi yang digandeng Gabriel dengan penuh kemesraan.
"Aku naik ke atas dulu yah, mas!" pamit Natasha. Dengan kedatangan Gabriel Natasha seolah ingin menghindari semuanya. Natasha tentu saja belum bisa melupakan semua yang sudah dilakukan Gabriel terhadap dirinya. Apalagi kejadian saat itu membuat Natasha seperti tidak ada harga dirinya sebagai seorang wanita yang menjadi mama tiri Gabriel.
"Kenapa sayang? Nanti dulu! Bukannya kamu belum menghabiskan makanan kamu, sayang!" ucap Waode menahan lengan Natasha. Nyonya Martha tentu paham apa yang dirasakan oleh Natasha. Selain membenci Gabriel mungkin saja sulit melupakan kejadian itu. Di mana putra nya Gabriel telah berusaha memisahkan Waode dengan mama tiri nya itu.
"Gabriel, kenapa kamu membawa seorang wanita yang belum kita kenal ke dalam rumah kita? Bahkan kalian di kamar yang sama?" protes nyonya Martha.
"Mama, sayang! Dia Ida, calon istri aku! Sebentar lagi kami akan menikah. Jadi, Ida bukan orang asing lagi. Dia akan menjadi anggota keluarga kita karena Ida akan menjadi istriku," ucap Gabriel. Waode menatap ke arah Gabriel mencoba meneliti keseriusan dari semua yang dikatakan nya.
"Apakah kamu demam, Gabriel? Kenapa tiba-tiba kamu memperkenalkan seorang wanita yang baru kami kenal lalu kamu bilang dia adalah calon istri kamu. Apakah kamu tidak sedang mengigau?" kata Waode.
"Aku serius, mama papa! Aku akan menikah dengan Ida! Benar begitu yah, sayang?" ucap Gabriel lalu bertanya kepada Ida.
"Kalau boleh tahu, dimana tinggal kamu, Ida?" tanya nyonya Martha mulai penasaran.
__ADS_1
"Eh? Nyonya bertanya? Nyonya bertanya-tanya?" sahut Ida. Spontan Gabriel menarik hidung Ida dengan gemas.
"Hai, dia mama kandung ku, Ida! Kamu jangan kurang ajar dong! Kamu mau aku hukum seperti tadi malam? Ayo minta maaf dengan mama ku!" ucap Gabriel dengan memeluk lengan Ida. Ida bersikap manja dengan Gabriel. Akting keduanya sangat terlihat natural.
"Maaf, mama mertua! Saya suka bercanda!" kata Ida seraya meraih tangan nyonya Martha lalu mencium punggung tangan itu. Namun nyonya Martha terlihat tidak menyukai Ida.
"Gabriel! Mama ingin bicara dengan kamu!" ucap nyonya Martha lalu menjalankan kursi roda nya. Ketika nyonya Martha mulai menjalankan kursi roda nya itu, suster perawat segera mendatangi nyonya Martha lalu mulai berada di belakang kursi roda itu untuk membantu mendorong kursi roda yang di duduki oleh nyonya Martha.
"Tapi, ma! Jangan sekarang dong! Aku harus mengantarkan Ida pulang ke rumah nya sekalian aku mau ngantor," teriak Gabriel. Nyonya Martha tidak mengindahkan teriakan Gabriel. Nyonya Martha benar-benar tidak menyukai wanita yang diakui sebagai calon istri putra nya oleh Gabriel.
Kini Natasha dan Waode saling pandang lalu beralih menatap ke arah Gabriel yang bersikap cuek saja dan malah menunjukkan kemesraan nya bersama dengan Ida di depan papa dan mama tiri nya.
"Kamu kapan mau menikah, Gabriel?" tanya Waode.
"Hem, sepertinya kami akan menikah diri dulu deh! Benar seperti itu kan sayang? Lalu kapan papa mengulang menikah kembali dengan mama tiri ku itu setelah papa mengucapkan kata cerai atau pisah?" sahut Gabriel.
"Setelah sarapan kami akan menikah kembali secara agama. Semuanya untuk meresmikan lagi kalau kami benar-benar kembali menjadi suami istri setelah kejadian itu," kata Waode.
"Baguslah kalau begitu! Aku harap setelah ini tidak akan ada lagi kejadian dimana mama tiri ku menggoda aku kembali," ucap Gabriel.
"Ehh??" Natasha terkejut dengan ucapan Gabriel. Waode tahu kalau Gabriel hanya berusaha memancing keributan saja. Namun dalam hatinya ada penyesalan ingin memisahkan Natasha dari Waode.
"Ayo, sayang! Sekarang lebih baik kita berangkat saja!" ajak Waode kepada Natasha.
"Tapi saya ambil tas dulu, mas!" sahut Natasha.
__ADS_1
"Baiklah, jangan lama-lama yah sayang!" kata Waode. Natasha segera berlari kecil menaiki anak tangga menuju lantai atas ke kamar Waode bersama dirinya