DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI

DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI
BAB 56


__ADS_3

Vero berjalan kaki di gang sepi sambil membawa tas pakaiannya. Dia sangat sedih, marah dan penuh penyesalan. Namun semua nya memang karena ulahnya sendiri yang kurang bersyukur dengan apa yang sudah ia miliki. Vero sudah memiliki Pras yang menyayangi dirinya, memberikan kemewahan dengan hidup berkecukupan serta menikahi nya, walaupun di luar sana Pras bertingkah bejat dan masih doyan bermain wanita. Namun bagi Pras, seorang istri memang harus setia dan pengkhianatan itu tidak bisa dimaafkan.


Saat Vero melewati sekelompok orang-orang yang sedang bergerombol di sebuah kedai tuak, Vero digoda oleh seorang laki-laki dengan kulit hitam dekil. Seperti nya di tempat itu juga ada tukang ojek yang mangkal di kedai tuak itu.


"Mau kemana neng? Ayo aku antar?" ucap pria dengan kulit hitam. Vero tetap berjalan tanpa menjawab pertanyaan laki-laki dengan kulit hitam itu. Laki-laki itu mengejar Vero dan berjalan beriringan di samping nya.


"Neng, belum ada pelanggan yang mau diajak main malam ini yah? Bagaimana kalau main dengan aku saja? Berapa tarif kamu, neng? Lima puluh ribu atau seratus ribu?" ucap laki-laki dengan berkulit hitam itu.


Vero menghentikan langkah nya lalu menatap tajam ke arah pria berkulit hitam itu. Pria itu tersendiri seperti menang lotre. Malam ini dia akan menikmati tubuh indah dari wanita cantik dan seksi dengan kulit putih bersih. Seumur hidup dia belum pernah mencoba nya.


"Lima puluh ribu? Bahkan biaya makan aku dalam satu hari bisa lima juta dalam satu kali duduk di rumah makan mewah. Kamu menilai tubuh ku lima puluh ribu? Buat bayar parkir mobil saja kurang," ucap Vero dengan sombongnya.


"Hem, jadi berapa maunya sekali main, neng? Mumpung aku lagi banyak duit nih. Ada tiga ratus ribu, hasil aku ngojek tadi. Bagaimana kalau seratus ribu? Sisanya biar untuk anak istriku nanti di rumah! Ayo, kita mojok di semak-semak itu saja neng! Di sana sangat sepi dan romantik," kata laki-laki itu sambil menarik tangan Vero.


Vero berteriak meminta tolong karena laki-laki berkulit hitam itu sudah memaksakan kehendaknya.


"Lepaskan! Aku tidak sudi sama kamu! Apalagi badan kamu hitam, dekil dan kotor. Kamu pasti seharian belum mandi, karena bau ketiak kamu bikin aku muntah," ucap Vero. Namun laki-laki berkulit hitam itu tidak memperdulikan ucapan dan makian dari Vero. Laki-laki itu membawa Vero jauh dari jalanan dan membawanya ke semak-semak belukar yang cukup lebat.


"Diam kamu! Jangan berisik! Kalau tidak bisa diam dan bekerjasama dengan aku, aku akan memanggil teman-teman ku yang lain untuk menikmati tubuh kamu yang indah ini. Aku masih berbaik hati, karena aku mau menikmati kamu secara pribadi dan aku juga akan membayar kamu kok! Jadi nikmati saja, wanita cantik!" ucap laki-laki dengan berkulit hitam itu.


Dia mulai menjalankan aksi mesumnya menjamah tubuh indah, seksi dan putih Vero. Vero diam tanpa bisa menolak lagi. Dia takut dengan ancaman laki-laki berkulit hitam itu jika dirinya memberontak tidak mau melayani dirinya.


"Nah, bagus! Diam dan nikmati saja semua. Oke? Huh lagipula kamu sudah jebol tanggulnya kan? Sudah tidak perawan lagi. Kamu seperti sudah sangat berpengalaman dalam urusan seperti ini," ucap laki-laki berkulit hitam itu.


"Oh iya, panggil nama ku Kusno! Ayo panggil nama ku, cantik!" kata laki-laki itu yang menyebutkan namanya dengan Kusno.

__ADS_1


"Kusno!" gumam Vero. Tanpa sadar dirinya meneteskan air matanya. Dia tidak menyangka kalau akan dilecehkan oleh orang rendahan dengan bau badan yang bikin muntah. Namun Vero lebih memilih memejamkan matanya dan berusaha menahan nafasnya ketika Kusno mulai mengikis jarak dengan dirinya.


*****


"Terimakasih, cantik! Oh iya, ini bayaran buat kamu! Lain kali aku akan mencari kamu untuk memuaskan aku. Di mana rumah kamu?" ucap Kusno.


"Kusno, aku lagi berantem dengan suamiku. Tolong antar kan aku ke kafe di pusat kota," kata Vero.


Mungkin dengan meminta tolong dengan Kusno dirinya bisa ke pusat kota. Sedangkan sekarang sudah larut malam dan sudah sulit untuk mendapatkan taksi.


"Hem, kalau saja aku tidak memiliki istri dan anak, kamu akan aku ajak pulang ke rumah. Baiklah, tunggu di sini! Aku akan mengambil motor dulu yang aku parkir di tempat kedai. tuak tadi," jelas Kusno.


"Aku akan menunggu kamu di sini, Kusno!" sahut Vero sambil merapikan pakaian nya.


*****


Saat Vero sudah mulai menikmati minuman nya, seorang laki-laki mendekati dirinya.


"Sudah ada yang booking, malam ini?" tanya laki-laki itu.


Vero mendongak ke arah pria dewasa itu yang kira-kira berumur lima puluh lima tahunan. Vero tersenyum menunjukkan gigi nya yang putih bersih. Setelah sampai di kafe itu, memang Vero telah mengganti pakaian nya yang kotor dengan pakaian yang bersih.


"Kalau kamu diam dan hanya tersenyum seperti itu, berati kamu lagi belum ada tamu yah? Berapa tarif kamu dalam satu malam? atau kamu tarifnya perjam?" tanya pria itu. Pria itu memperhatikan wajah Vero yang cantik bersih.


"Mau yah, baby! Aku akan bayar kamu sepuluh juta," ucap pria itu dengan tersenyum genit.

__ADS_1


"Tapi dengan catatan, dalam satu malam itu kamu temani aku sampai pagi," pria itu memberikan penawaran. Vero mulai tergiur. Daripada dia tidak ada pemasukan. Lebih baik dia mengambilnya dan mencoba pria asing. Lagi pula pria di hadapan nya itu tidak dekil dan kotor seperti Kusno tadi.


"Baiklah, aku setuju! Tapi aku mau kita bermalam di hotel berbintang," Vero mencoba meminta lebih dari apa yang ditawarkan oleh pria itu.


"Oke, ayo jangan kita tunda lagi!" sahut pria itu.


"Tunggu dong, bang! Kebelet banget sih? Baru juga aku minum. Lagipula kita belum saling berkenalan. Siapa nama abang? Aku Vero!?" ucap Vero.


"Vero?? Uh nama yang cantik seperti orang nya. Aku Christian. Panggil aku Chris saja!" kata pria itu.


"Oke, bang Chris. Kita minum dulu yah, bang!" ucap Vero. Chris tersenyum lebar.


"Hem, kamu cantik sekali Vero! Rasanya aku sudah tidak sabaran," kata Chris.


"Hahaha, sabar dong, bang! Masih sore ini. Bisa transfer sekarang uangnya, bang! Aku harus memastikan pelanggan ku tidak membohongi aku," ucap Vero.


"Hahaha, tampaknya kamu sering dibohongi oleh tamu kamu? Habis dipakai ditinggal begitu saja?" sahut Chris.


"Yah, begitu lah!" ucap Vero berbohong.


*****


Vero tidak menyangka kalau Chris telah menipu dirinya. Dalam satu malam itu, Vero harus melayani lima pria di dalam kamar itu. Vero yang sudah menerima bayarannya mau tidak mau harus membuat lima pria itu mendapatkan apa yang diinginkannya.


"Vero! Seperti nya kamu memerlukan obat ini!" ucap Chris sambil memberikan minuman yang sudah dicampur dengan obat perangsang. Vero sudah tidak bisa melarikan diri dari dalam kamar itu. Dia harus melayani semua laki-laki yang berada dalam kamar itu.

__ADS_1


"Hahaha, tampaknya kamu memang wanita j@@lang! Jadi kamu sangat kuat menghadapi. lima cowok sekaligus dalam satu malam, hahaha!" ucap Chris merasa puas mendapatkan wanita seperti Vero.


__ADS_2