
"Gabriel! Maafkan mama kamu! Dia tidak sepenuhnya bersalah. Yang salah dalam hal ini adalah aku," ucap Pras saat mendatangi Gabriel di ruangan kerjanya.
"Aku tidak menyangka. Jika aku terlahir dari hubungan di luar nikah. Bertahun-tahun aku merasa bangga menjadi putra tunggal dari papa Waode bersama mama Martha. Ternyata itu semua salah. Mama ku sudah membohongi papa Waode bertahun-tahun lamanya," kata Gabriel.
"Tapi kamu harus ingat, Gabriel! Mama kamu dan aku melakukan itu atas dasar cinta. Kami. adalah pasangan kekasih yang saling mencintai. Saat itulah mama kamu melepaskan kehormatan nya pada ku. Katanya karena akulah yang saat itu dicintai oleh ibu kamu," jelas Pras.
"Hahaha cinta? Tuan mengatakan mencintai, mama? Sedangkan yang aku dengar, tidak ada pengorbanan dari tuan Pras untuk memperjuangkan mama. Jika tuan Pras cinta seharusnya menyelamatkan mama dari perjodohan dengan papa Waode. Nyatanya tuan Pras membiarkan mama pergi begitu saja dan menikah dengan papa Waode setelah tuan merenggut kesucian mama," sahut Gabriel.
"Panggil aku ayah, Gabriel! Aku adalah ayah kamu! Ayah kandung kamu! Kamu sudah tahu itu bukan?" kata Pras. Gabriel menyipitkan bola matanya.
"Kita belum memastikan kebenarannya, tuan Pras! Kita belum melakukan tes DNA. Jadi semua masih omong kosong saja," ucap Gabriel.
"Tanpa melakukan tes DNA pun aku sudah menyakini kalau kamu adalah putraku, Gabriel! lihatlah warna bola mata kamu sama persis dengan aku. Bahkan segala gaya, sikap juga nyaris mengikuti aku," kata Pras.
"Kemari lah Gabriel, aku ingin memeluk mu! Aku ayah kamu! Kamu akan mewarisi. perusahaan ku," ucap Pras.
"Kenapa anda begitu ngebet sekali ingin memeluk aku ayah Pras? Aku jadi mulai berpikir, Jangan-jangan anda sekarang sudah pindah haluan menjadi penyuka sesama jenis," kata Gabriel.
"Gundul mu itu!" sahut Pras seraya memeluk dengan paksa Gabriel. Yang dirasakan oleh Gabriel adalah masih gengsi jika harus pakai peluk peluk segala. Bahkan sampai acara nangis segala.
"Sudah, lepaskan aku ayah! Aku tidak ingin orang-orang akan mengira kalau kita ini seperti ayah anak yang sudah terpisah sekian lama dan baru bertemu kembali," ucap Gabriel. Pras tersenyum lebar mendengar celotehan Gabriel.
"Apakah kamu malu jika orang-orang tahu kalau aku adalah ayah kamu sesungguhnya," sahut Pras.
__ADS_1
"Tentu saja! Karena anda dikenal oleh orang-orang bahwa ayah adalah pria yang memiliki banyak istri dan diluar sana masih suka berpetualangan mencari cinta satu malam," kata Gabriel.
"Gundul kamu itu! Benar-benar yah mulut kamu itu!" umpat Pras.
"Ya sudah! Kalau kamu butuh sesuatu, sekarang ayahmu ini siap membantu kamu," kata Pras.
"Baiklah, ayah! Aku pastikan aku masih sanggup berdiri sendiri dengan ke dua kaki ku," ucap Gabriel. Pras terkekeh saja mendengar ucapan Gabriel. Dia tidak akan menang jika sudah adu mulut dengan Gabriel.
*****
Gabriel memerintahkan pada asisten pribadinya nya untuk menyerahkan sampel darah nya dengan sampel tuan Pras untuk di uji di laboratorium untuk memastikan bahwasanya memang sembilan puluh sembilan koma sembilan persen ada hubungan darah yaitu ayah dan anak.
Walaupun Pras dan Gabriel sangat percaya dengan semua pengakuan yang disampaikan oleh nyonya Martha, namun mereka juga akan membuktikan semuanya dengan melakukan tes DNA.
"Benar! Aku memiliki dua ayah yang memiliki karakter yang sama-sama kuat," sahut Gabriel.
"Tuan muda, anda bisa menunggu hasil tes DNA itu sekitar satu hari sampai dua hari. Tapi saya rasa besok anda sudah bisa mengetahui hasil ke akurat nya hubungan ayah dan anak antara anda dengan tuan Pras," jelas sang asisten pribadi Gabriel.
"Oke, aku akan sabar menunggu hasilnya,"sahut Gabriel.
*****
Di ruang kerja Pras.
__ADS_1
" Aku ingin kau urus segala sesuatunya Agus, hotel dan resort yang ada di pusat kota itu menjadi kepemilikan atas namaku Gabriel. Selain itu rumah di kawasan elit itu kamu ubah atas nama Gabriel. Betapa aku sangat senang dan lega ketika sudah mengetahui kalau aku sudah memiliki penerus dan pewaris," ucap Pras.
"Siap, tuan besar!?" sahut Agus sang asisten pribadi Pras.
"Sekarang aku tidak akan khawatir lagi jika suatu hari nanti aku sakit-sakitan dan lemah. Ada yang meneruskan perusahaan ku ini. Dan harta yang aku miliki bisa dinikmati oleh anak cucu ku kelak. Mereka akan hidup makmur serba kecukupan. Anak cucu ku hanya menerima hasil dari jerih payah dan usahaku selama ini," gumam Pras dengan senyuman kebahagiaan di sudut bibirnya.
*****
Di ruang kerja Waode.
Waode terlihat berwajah muram dan sedih. Dia tidak akan menyangka jika Gabriel ternyata bukanlah anak kandung nya. Selama ini Waode tidak memikirkan seseorang yang akan membantu mengembangkan perusahaan dan mewarisi harta benda nya karena sudah ada Gabriel putra nya. Namun kenyataan nya Gabriel bukanlah anak kandung nya, darah daging nya. Dalam pikiran Waode dia kini harus memiliki seseorang keturunan. Dan harapan nya sekarang adalah Natasha, istri muda nya.
"Semoga Natasha bisa kembali hamil. Coba dulu Natasha tidak mengalami keguguran, pasti saat ini aku akan memiliki seorang bayi mungil dari rahim Natasha. Dan itu adalah keturunan dan darah daging ku," gumam Waode yang kini sangat sedih jika sekarang ternyata dirinya belum mendapatkan keturunan.
"Semoga Natasha bisa memberikan apa yang aku inginkan. Aku yakin karena Natasha masih muda dan sehat," gumam Waode.
Waode memijat kepalanya sendiri. Dia seperti nya butuh istirahat. Ditambah dirinya mendengar kebenaran bahwa Gabriel bukanlah putra kandung nya. Itu membuat Waode kecewa, sedih dan ada rasa marah pada Martha.
"Martha, rasanya aku ingin marah pada kamu. Tapi semua yang sudah terjadi tidak bisa dirubah kembali. Namun yang aku sesalkan, kenapa kamu membohongi aku cukup lama. Bahkan di saat sekarang Gabriel sudah dewasa. Kamu baru mengungkapkan kebenarannya padaku. Apa salahku kepada mu, Martha. Kamu selalu saja membuat aku kecewa. Berapa banyak ulah dan perbuatan kamu yang membuat aku marah. Tapi aku selalu memaafkan kamu," gumam Waode.
"Apa aku salah? Jika disaat ini kamu sakit dan membutuhkan perhatian ku, aku menikah lagi dengan Natasha? Aku juga butuh kebahagiaan, Martha. Aku juga ingin memiliki istri yang benar-benar tulus menyayangi aku, mencintai aku. Ketika usiaku yang sudah tidak lagi muda, ada yang mendampingi aku dan mengurusku penuh cinta kasih. Dan aku melihat itu semua dari Natasha. Natasha yang cantik luar dalam. Bisa membuat aku bahagia hanya melihat senyuman nya yang merekah," gumam Waode.
"Natasha, semoga kita selalu berjodoh hingga kakek dan nenek serta maut memisahkan kita," gumam Waode.
__ADS_1