
"Gabriel, lepaskan wanita itu! Jangan lagi menyiksanya! Bukankah aku sudah kembali? Bahkan saat ini kamu bisa memeluk ku lagi?" ucap Natasha saat mendengar semua cerita mengenai Zaza yang mengoperasi wajahnya mirip dengan dirinya.
"Tidak bisa! Dia sudah membuat kita berpisah selama ini. Bahkan aku sempat stress dan gila saat menyadari bahwa kamu tidak di sisiku lagi. Bahkan di dekatku ada wanita lain yang pernah tidur dengan ku," ucap Gabriel keceplosan. Natasha melebar matanya dengan sempurna.
"Jadi? Kamu sudah bercinta dengan Vita?" sahut Natasha. Gabriel tiba-tiba mulai menciut saat istrinya itu seperti hendak memakan dirinya.
"Sayang? Maksudku, aku aku tidak tahu kalau itu sebenarnya bukanlah kamu. Aku tidak mengetahui kalau dia sebenarnya Natasha palsu atau ," kata Gabriel.
"Apapun alasannya kamu tetap dikategorikan sudah berselingkuh dengan ku. Jadi karena kamu sudah membohongi ku, aku akan menghukum kamu, Gabriel!" ucap Natasha.
"Sayang? Jangan hukum aku, dong! Aku tidak sengaja melakukan nya. Aku bahkan tidak tahu kalau wajah yang mirip dengan kamu itu sebenarnya adalah, Zaza," kata Gabriel.
__ADS_1
"Aku tidak mau mendengar semua alasan kamu! Yang jelas, kamu sudah bercinta dengan nya. Jadi hukuman untuk kamu, dalam satu bulan kamu tidak boleh minta anu dengan ku," ucap Natasha. Gabriel mengerutkan keningnya.
"Maksudnya minta anu apa, sayang? Aku tidak pernah minta anu kok, dengan kamu," sahut Gabriel. Yang berpura-pura bodoh.
"Aku tidak mengijinkan kamu mendatangi aku dan kamu tidur di luar kamar. Aku tidak mau dalam satu bulan kamu menyentuh ku. Mengerti?" kata Natasha.
"Astaga! Jangan dong baby!? Aku ini suami kamu. Masak aku tidak boleh memeluk dan bahkan tidur satu ranjang dengan mu," protes Gabriel.
"Huh, seenaknya saja bercinta dengan wanita lain. Aku istrinya, masak Gabriel tidak tahu perbedaan antara aku dengan wanita itu walau wajah kami sama," gumam Natasha yang kini menjatuhkan tubuh nya di atas tempat tidur. Dia benar-benar sangat kesal dengan Gabriel.
Tok.
__ADS_1
Tok.
Tok.
"Natasha sayang! Percayalah padaku. Aku hanya melakukan nya sekali saja kok! Aku tidak berbohong!" kata Gabriel seraya mengetuk pintu kamar itu. Namun Natasha sengaja menutup kedua telinga nya dengan bantal supaya tidak mendengar semua ucapan Gabriel di depan pintu kamarnya.
"Huh, ya sudahlah! Terpaksa aku tidur di kamar lain saja. Lebih baik aku tidur di ruang kerja yang ada di sebelah kamar ini. Natasha kan saat ini sedang hamil. Aku tidak ini terjadi sesuatu pada Natasha," gumam Gabriel.
"Mungkin saja, karena Natasha saat ini sedang hamil, emosinya tidak stabil. Aku harus sabar. Bukankah di dalam cerita kebanyakan seperti ini bukan? Drama ibu hamil selalu diceritakan," pikir Gabriel.
Gabriel melangkah menuju ke ruang kerja nya. Di sana selain meja dan kursi untuk bekerja, ada tempat tidur dan sofa. Walaupun tempat tidur di ruangan itu tidak sebesar dan lebar di kamar utama nya. Namun cukup nyaman dan tenang karena berdekatan dengan kamar utama nya. Dimana saat ini ada Natasha yang sedang merajuk dengan Gabriel.
__ADS_1