
Lima tahun berlalu setelah meninggalnya Waode. Natasha kini sudah menjadi fashion designer. Walaupun namanya belum dikenal mancanegara, Natasha tetap semangat mengikuti event perlombaan dan pameran busana hasil rancangan nya. Terkadang bersama teman-teman nya sesama fashion designer melakukan pameran busana hasil karya-karya masing-masing. Ini menjadi hiburan dan kepuasan tersendiri bagi Natasha bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Walaupun terkadang tidak sebesar penghasilan yang didapatnya dari keuntungan di hotel and resort serta perusahaan yang Natasha miliki dari warisan suaminya.
Kini Natasha sudah berusia dua puluh enam tahun. Usia yang cukup matang dan dewasa bagi seorang wanita. Namun semenjak Natasha menyandang status janda dan ditinggal meninggal suaminya, Natasha tidak pernah menjalin hubungan serius dengan seorang laki-laki. Bukan berarti Natasha tidak pernah didekati seorang pria. Namun Natasha memilih sendiri dan menikmati karir nya sebagai fashion designer.
Saat ini Natasha sedang berada di kamar nya. Dia selama beberapa hari ini sibuk menggelar pameran busana di luar kota. Natasha baru datang dan kembali dari luar kota.
Natasha menjatuhkan tubuh nya di atas kasur kamarnya. Rasanya kamar tidur nya benar-benar sangat dirindukan oleh Natasha. Hingga tidak lama berbaring di atas bantal kesayangan nya, Natasha sudah tidur terlelap.
Gabriel membuka pintu kamar Natasha dan dia masuk begitu saja. Kebiasaan sampai sekarang Natasha tidak pernah mengunci pintu kamar nya. Natasha masih merasa kalau. suaminya masih hidup dan sedang melakukan perjalanan bisnis di luar kota yang sewaktu-waktu bisa kembali pulang ke rumah.
Gabriel mendekati wajah lelah Natasha. Tanpa sadar kedua sudut bibir Gabriel tersenyum lebar menatap wajah cantik Natasha.
"Natasha! Semakin hari semakin cantik dan tumbuh menjadi wanita dewasa. Kini dia sukses mengejar mimpi nya menjadi fashion designer. Ini sudah jalan hidup nya. Jika dia masih menjadi istri dari papa Waode, mungkin saja tidak ada kesempatan lagi untuk kuliah. Sekarang dia sudah menjadi sarjana. Padahal dia bisa saja duduk manis di rumah, shopping dan bersenang-senang dengan wanita-wanita sosialita tanpa harus bekerja. Karena harta warisan papa Waode sudah lebih dari cukup untuk hidup nya yang serba mewah dan kecukupan," gumam Gabriel.
Gabriel duduk di sebelah Natasha yang saat ini tidur di atas kasurnya. Tangannya yang kokoh mengusap lembut wajah Natasha yang semakin hari semakin cantik bersinar dan terawat. Menjadi seorang fashion designer, Natasha semakin maju dalam penampilan nya. Tentu saja, seorang fashion designer, pasti memilih kreativitas dan seni yang cukup tinggi.
__ADS_1
"Cantik banget sih, kamu Natasha!" ucap Gabriel seraya mengusap pipi lembut Natasha. Kini Gabriel memberanikan dirinya mendekati wajah Natasha yang saat ini sedang tidur pulas. Dikecupnya kening itu lalu turun ke bawah bibir nya. Natasha menggeliat dan merubah posisi tidurnya. Gabriel sempat takut jika Natasha membuka matanya saat dirinya mencuri cium Natasha.
"Hehe aku pikir dia terbangun karena aku menciumnya," gumam Gabriel.
Gabriel kini melangkah hendak meninggalkan Natasha. Namun tiba-tiba saja Natasha berucap.
"Jangan pergi!" ucap Natasha. Mata itu masih terpejam. Gabriel tersenyum menatap kembali wajah lelah Natasha.
"Dia sedang mengigau rupanya. Apa yang diimpikan oleh Natasha?" gumam Gabriel.
Rumah itu sekarang tidak sepi lagi. Karena Natasha banyak menampung anak-anak yatim di rumah nya. Di bantu beberapa pelayan untuk mengurus anak-anak yatim di rumah itu, Natasha masih bisa melakukan segala aktivitas nya seperti biasa.
"Papa! papa tidak salah orang jika memberikan warisan yang banyak pada Natasha. Karena harta warisan dari papa juga disampaikan pada orang-orang yang berhak menerimanya. Bersyukur lah pa! Semua ini akan menjadikan terang dan bercahaya rumah papa di sana. Semua harta yang di saluran kan ke anak yatim ini akan menjadi ladang kebaikan dan pahala bagi Natasha dan juga papa," gumam Gabriel. Tanpa sadar air matanya berkaca-kaca melihat rumah itu kini semakin hari semakin ramai dengan anak-anak yatim.
"Gabriel!" panggil seseorang dari lantai atas. Gabriel menengok ke arah suara. Gabriel tersenyum dia melihat Natasha sudah terbangun dan saat ini menuruni tangga menghampiri dirinya.
__ADS_1
"Kamu sudah lama datang nya?" tanya Natasha.
"Hem, baru saja kok!" jawab Gabriel.
"Oh, begitu yah! Tapi seperti nya tadi ada yang masuk ke dalam kamarku," kata Natasha.
"Itu hanya perasaan kamu saja!" sahut Gabriel.
"Mungkin juga! Oh iya kamu mau kemana?" tanya Natasha.
"Mau balik ke rumah!" jawab Gabriel.
"Rumah mana lagi! Ini juga rumah kamu kan? Ayo temani aku makan!" ucap Natasha seraya menarik lengan Gabriel menuju ruangan makan.
"Eh pelan-pelan Natasha!" ucap Gabriel.
__ADS_1
*****