DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI

DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI
BAB 62


__ADS_3

Dua tahun berlalu.


Mathias menatap sosok wanita yang nyaris mirip dengan Natasha.


"Zaza, kemari lah, mendekat lah padaku!" ucap Mathias.


Dengan langkah bak model, Zaza mendekati Mathias. Tangan itu mengusap di bagian dada bidang Mathias dan dengan nakalnya, Zaza melepaskan dua kancing kemeja hitam yang dipakai oleh Mathias. Mathias begitu menyukai warna hitam. Mungkin di lemarinya banyak dijumpai kemeja warna hitam di sana. Zaza mengusap lembut dada Mathias yang sedikit terbuka. Kini dengan tersenyum seringai mulai duduk di atas dua paha Mathias dengan membentangkan kedua kakinya. Kini posisi mereka saling berhadap-hadapan. Netra mereka bertemu. Mathias kini seperti melihat sosok Natasha di hadapannya. Dengan berat, Mathias menelan saliva nya sendiri karena begitu mengagumi sosok Natasha hingga Zaza diubah wujudnya nyaris seperti Natasha.


"Aku akan membalas semua kebaikan kamu, Mathias!" ucap Zaza seraya mendekatkan bibirnya itu ke bibir Mathias. Hingga kedua bibir itu saling menempel.


"Natasha!" gumam Mathias seraya merangkum kedua pipi Zaza. Mathias tersenyum lebar saat wanita yang kini menempel padanya itu benar-benar seperti wanita yang dia kagumi.


"Hem, kamu boleh menganggap aku sebagai Natasha! Ayo, lakukan apa yang menjadi imajinasi kamu selama ini, Mathias. Mungkin kamu selalu mengkhayal selalu ingin tidur dengan wanita itu," ucap Zaza.


"Kamu nyaris sama dengan Natasha! Benar-benar mirip. Aku rasa, Gabriel tidak akan bisa membedakan antara kamu dengan Natasha yang asli. Besok saat pembalasan segera tiba. Kamu akan bertukar posisi dengan Natasha yang asli. Bukankah ini juga harapan kamu supaya bisa bersama dengan Gabriel?" kata Mathias.

__ADS_1


"Benar! Aku akan sangat berterima kasih dengan kamu, Mathias. Sekarang, apa yang kamu inginkan dariku? Aku akan memenuhi nya. Termasuk menghangatkan ranjang kamu malam ini. Dan anggap saja aku adalah Natasha yang asli itu," ucap Zaza.


*****


Pagi itu Mathias dan Zaza masih tertidur pulas di balik selimut tebalnya dengan pakaian berserakan di bawah lantai. Karena suara ketukan pintu yang lumayan keras di kamar itu lah, yang menyebabkan Zaza membuka matanya dan terbangun. Zaza menyambar handuk di sana dan segera melilitkan nya pada tubuh nya. Namun hanya sebagian saja yang menutupi bagian tubuh nya. Zaza dengan berani membuka pintu itu. Seorang asisten pribadi Mathias sudah berdiri di depan pintu sambil menatap kagum dengan tubuh indah yang ditunjukkan oleh Zaza. Kini matanya beralih ke bagian atas dada nya yang bergambar tato bunga mawar.


"Hem, tato yang bagus," gumam sang asisten pribadi Mathias. Dia bernama Yahya.


"Ada apa?" tanya Zaza.


Tanpa persetujuan dari Zaza, Yahya membangunkan tuan nya. Namun sebelum langkah nya mendekati Mathias. Mathias sudah duduk dan menatap tajam ke arah asisten pribadi nya itu.


"Keluarlah Yahya! Ini privasi aku. Seharusnya kamu tidak diijinkan masuk kemari dan mengganggu kesenangan ku," ucap Mathias.


"Eh, maaf tuan! Kalau begitu saya segera keluar dari kamar ini. Tapi saya hanya mengingatkan pada tuan, kalau satu jam lagi, anda harus bertemu dengan salah satu klien anda yang dari luar negeri," jelas Yahya.

__ADS_1


"Jangan khawatir, Yahya! Aku tidak lupa!" sahut Mathias. Yahya segera berjalan menuju. pintu kamar itu. Namun sebelum pintu kamar itu ditutup, Yahya berucap dan menengok ke arah Mathias.


"Tato mawar milik wanita itu sangat menarik, tuan!" ucap Yahya dan setelahnya berlalu menutup kembali pintu kamar itu. Kini Mathias melihat ke arah Zaza yang kini masih berdiri mematung di dekat pintu.


"Ada apa?" tanya Zaza.


"Hem, apakah Natasha memiliki tato mawar juga di bagian atas dadanya?" ucap Mathias.


"Tidak, Mathias! Maaf, hanya tato ini lah yang membedakan antara aku dengan Natasha," kata Zaza.


"Bodoh! Kenapa tidak kamu hilangkan?" sahut Mathias.


"Mathias, aku mohon! Bagian ini saja yang beda. Aku akan berusaha beralibi pada Gabriel jika nanti dia mempertanyakan masalah tato ini. Aku akan bilang, aku lagi ingin bertato mawar di bagian dada. Bukankah ini ide yang bagus? Ayolah Mathias! Jangan dipermasalahkan masalah kecil ini, yah?" ucap Zaza.


"Baiklah! Jangan sampai Gabriel curiga dengan tato kamu itu. Setelah urusanku selesai, aku akan memastikan kamu dengan Natasha yang asli akan bertukar tempat dan posisi. Kamu bisa memiliki Gabriel dan aku bisa bersama dengan Natasha," kata Mathias.

__ADS_1


"Hahaha, terimakasih Mathias! Pastikan rencana ini berhasil dan orang-orang kamu bisa menculik Natasha di tempat butiknya berada. Di mana Gabriel sekarang juga lagi sibuk dengan aktivitas bisnisnya," sahut Zaza dengan tersendiri puas.


__ADS_2