
Sudah satu minggu ini Gabriel tidak ke rumah utama orang tua nya. Gabriel mengikuti kata mama nya supaya tidak lagi sering-sering mendatangi rumah orang tua nya. Sehingga dalam satu minggu ini setelah pulang dari kantor Gabriel ke apartemen nya. Namun Gabriel sudah ingin pulang ke rumah orang tua nya. Dia sangat kangen dengan seseorang yang masih mengganggu pikiran nya. Siapa lagi kalau bukan Natasha, mama tiri nya.
Kehidupan rumah tangga Natasha bersama Waode sendiri terbilang sudah normal seperti sebelumnya. Natasha kembali menjalani sebagai seorang istri ke dua bagi Waode. Dan nyonya Martha pun sudah sangat tulus membiarkan Natasha menggantikan posisi dirinya.
Kesehatan nyonya Martha sendiri akhir-akhir ini kurang sehat dan seperti sekarang nyonya Martha sedang menjadi pemeriksaan kesehatan secara keseluruhan.
Waode sendiri semakin hari semakin bersemangat bekerja mengembangkan bisnisnya. Waode sekarang mulai sering melakukan perjalanan bisnis ke berbagai kota. Seperti saat ini Waode memberikan kabar pada istri keduanya itu jika dia akan melakukan perjalanan bisnis ke luar kota dan akan kembali pulang tiga hari ke depan.
******
Gabriel memaksakan dirinya kembali mendatangi rumah kediaman orang tuanya. Saat tiba di rumah orang tua nya itu, Gabriel segera menuju kamar mama nya. Gabriel ingin memastikan keadaan mama nya karena kabar nya mama nya sempat naik kadar gula nya serta mengalami penurunan kesehatan nya.
"Mama," panggil Gabriel. Nyonya Martha yang melihat kedatangan putra nya langsung tersenyum lebar.
"Gabriel! Kamu datang, nak?" sahut nyonya Martha. Gabriel memeluk mama nya dan mencium pipi kanan dan kiri mama kandung nya itu. Diciumnya punggung tangan mama nya.
"Mama gimana? Aku dengar dari suster kalau mama nge drop. Mama jangan banyak pikiran dong, ma! Makanan nya di atur, dong ma," ucap Gabriel bawel.
"Iya, Gabriel sayang!" sahut nyonya Martha.
"Ya sudah, mama istirahat dulu. Aku mau buat kopi dulu ke dapur. Rasanya lengket sekali mataku. Tadi di kantor padat sekali jadwalnya," terang Gabriel.
"Iya, nak mama mau istirahat, ngantuk juga!" ucap nyonya Martha.
__ADS_1
Siang menjelang sore itu akhirnya Nyonya Martha tidur karena merasakan kantuk. Sedangkan Gabriel sendiri setelah meminta bibi Mariati membuatkan kopi untuk dirinya, Gabriel duduk di taman belakang rumah yang terhubung dengan kolam renang.
"Eh? Natasha? Dia sedang berenang," gumam Gabriel yang dari kejauhan melihat ke arah kolam renang di mana mama tiri nya saat ini sedang berenang. Tanpa disadari Gabriel tersenyum menyunggingkan kedua sudut bibirnya.
"Dia masih saja segar dan menawan," gumam Gabriel sembari menyeruput kopi lalu mulai menyalakan batang rokok nya.
"Rasanya ingin mendekati nya. Tapi aku pikir, dia pasti akan menghindari aku seperti dulu. Natasha," gumam Gabriel sambil menghembuskan asap rokok yang sudah ia hisap. Dari jarak yang tidak dekat itu Gabriel melihat mama tirinya beberapa kali mengelilingi kolam renang. Setelah itu tidak lama kemudian, Natasha naik ke atas dan duduk di kursi kayu di atas kolam. Natasha terlihat mengatur nafasnya karena beberapa kali berenang di kolam itu. Terlihat Natasha menghabiskan minuman juz buahnya. Ada rasa tergelitik dan penasaran Gabriel untuk mendekati mama tiri nya itu.
Benar, Gabriel akhirnya mendekati mama tirinya yang saat ini duduk santai di kursi itu.
"Hai," sapa Gabriel. Natasha terkejut dan terperanjat dari tempat duduk nya.
"Eh, kamu!" sahut Natasha.
"Eh, lumayan!" kata Natasha.
"Aku boleh duduk di sini kan? Seperti nya duduk di sini lebih nyaman," ucap Gabriel.
"Silahkan, tidak ada yang melarang kamu!" kata Natasha. Gabriel duduk dan kembali menikmati batang rokoknya ditemani kopi yang tadi juga ikut dibawanya pindah duduk di tepi kolam.
"Sudah satu minggu aku tidak kemari, kamu masih sama yah," ucap Gabriel. Natasha cuek berusaha rileks.
"Kamu tetap saja cantik dan mempesona," Gabriel mulai merayu. Kini Natasha bangkit dari duduknya lalu berjalan meninggalkan Gabriel yang duduk di tepi kolam renang itu. Gabriel tahu kalau ucapannya akan membuat Natasha akan menghindari dirinya lagi. Benar, Natasha kembali ke kamarnya. Kini Gabriel mulai tergerak untuk turun dan berenang di kolam. Dilepaskannya celana panjang dan jasnya hingga meninggalkan boxer nya. Gabriel terjun ke kolam renang itu setelah sedikit melakukan pemanasan kecil. Kemudian Gabriel mulai berenang di kolam renang itu seperti yang dilakukan Natasha tadi sebelum meninggalkan kolam renang itu.
__ADS_1
"Gabriel! Entah kenapa aku pun menjadi canggung setelah kejadian itu. Masih teringat jelas saat di mana bibir kami saling menyatu. Bahkan aku di kamar itu telah merasakan aroma maskulin dari tubuh Gabriel. Ah dia juga memiliki badan yang bagus," gumam Natasha yang berdiri di balkon kamar nya dan melihat Gabriel sedang melakukan oleh raga berenang di kolam itu.
Namun tiba-tiba saat Natasha menatap ke arah Gabriel di mana Gabriel sedang berenang, Gabriel dari kolam itu melemparkan senyuman ke arah Natasha.
"Eh??" Natasha tentu saja terkejut. Lalu serta merta masuk kembali ke dalam kamarnya.
"Sial! Aku kepergok sedang memperhatikan dirinya.
*****
Malam hari nya setelah makan bersama di ruang makan, Natasha yang menikmati makanan nya buru-buru menyelesaikan makannya. Waode, suaminya belum pulang dan masih melakukan perjalanan bisnis nya ke luar kota. Gabriel sangat tahu dan paham jika mama tirinya itu masih berusaha menjauhi dirinya. Kini Natasha dan Gabriel kembali masuk ke kamarnya masing-masing.
Di kamar nyonya Martha pun juga mulai beristirahat.
"Selamat malam nyonya! Selamat beristirahat!" ucap suster yang menjaga dan merawat nyonya Martha.
"Selamat malam suster! Mimpi indah," sahut nyonya Martha lalu mulai memejamkan matanya.
*****
Di kamar Gabriel dia mulai gelisah dan susah tidur. Pikirannya masih kacau. Entah apa yang dia pikirkan. Gabriel ingin sekali dekat kembali dengan Natasha. Walaupun sekedar ngobrol bersama saja. Namun Natasha seperti menjaga jarak dengan dirinya.
"Natasha!" gumam Gabriel sambil memeluk guling nya. Kedua mata itu dipaksakan nya terpejam namun masih saja gelisah. Sampai akhir nya Gabriel memutuskan untuk meminum obat tidur karena dirinya harus beristirahat karena esok hari jadwal di kantor nya padat.
__ADS_1