
Di kamar nyonya Martha. Saat ini nyonya Martha sedang bersama dengan suster yang merawat dan menjaga dirinya.
"Sebenarnya ada rahasia besar yang masih aku sembunyikan kepada suamiku sendiri. Tentu saja Gabriel pun juga belum mengetahui nya," ucap nyonya Martha yang membuat suster itu mengernyitkan dahinya menatap pasiennya itu.
"Rahasia besar?" sahut suster itu terkejut.
"Benar, suster! Terkadang aku merasa sangat bersalah telah membohongi Waode hingga bertahun-tahun. Bahkan keluarga nya pun juga tidak mengetahui. Karena semua ini hanya aku yang tahu. Aku tidak menceritakan masalah ini pada orang lain," jelas nyonya Martha.
"Nyonya Martha hebat! Bisa menyembunyikan suatu hal besar seorang diri. Dan sampai bertahun-tahun menyimpan nya rapat-rapat," kata suster itu.
"Aku akan menceritakan rahasia besar itu pada kamu, suster," ucap nyonya Martha.
"Hah, kenapa harus aku nyonya? Lebih baik jangan nona, saya tidak pandai menyimpan rahasia. Saya takut jika keceplosan," kata suster yang menjaga nyonya Martha itu.
"Tidak apa, suster! Jika sewaktu-waktu aku meninggal, kamu bisa menceritakan rahasia ini pada putraku. Atau memang ini sudah waktunya aku mengungkapkan semua nya dan membuka semua itu," ucap Martha.
Suster itu diam lalu menyimak apa yang akan diceritakan oleh nyonya Martha.
"Sebenarnya Gabriel bukanlah darah daging dari tuan besar Waode," kata nyonya Martha. Suster itu melongo mendengar pengakuan itu.
"Dulu sebelum aku menikah dengan Waode, aku diam-diam telah menjalin hubungan dengan seorang pria yang tentu saja sangat aku cintai. Laki-laki itu bernama Pras. Lebih lengkap nya bernama Pras Panji Anggoro. Dia adalah kekasihku sebelum aku dijodohkan dengan Waode," cerita nyonya Martha.
"Jadi, nyonya Martha menikah dengan tuan besar Waode karena perjodohan?" tanya suster itu.
__ADS_1
"Benar, suster! Karena aku tidak bisa menolak perjodohan itu akhirnya aku putus dengan kekasih ku. Namun sebelum putus kami berkencan dan melakukan itu. Rasanya aku tidak rela memberikan keperawanan ku dengan laki-laki yang belum aku kenal dan juga aku cintai. Walaupun dia adalah suamiku. Aku rela dan ikhlas melepaskan keperawanan ku pada Pras Panji Anggoro. Sampai akhirnya hubungan itu membuat aku mengandung Gabriel. Saat itu usia kandungan ku sudah lima minggu. Sehingga di malam pertama kami dengan Waode aku sudah hamil selama lima minggu," cerita nyonya Martha.
"Bagaimana reaksi tuan besar Waode saat mengetahui nyonya Martha sudah tidak perawan lagi?" tanya Suster.
"Aku sudah menjelaskan kepada mas Waode kalau aku sudah tidak perawan lagi dan aku melakukan nya dengan pacarku. Aku juga yakin kalau mas Waode selama ini berhubungan dengan pacar nya juga sudah melakukan hubungan sejauh itu. Sekarang sudah sangat jarang bukan gaya berpacaran kalau hanya sekedar ciuman saja. Apalagi usia kami sudah di atas dua puluh tahun ke atas," kata nyonya Martha.
"Hem, begitu yah nyonya! Tapi saya masih virgin, nyonya!" sahut suster itu yang memang masih muda dan perawan.
"Kamu beruntung memiliki seorang kekasih yang menjaga kesucian kamu," kata nyonya Martha.
"Kamu sudah punya kekasih bukan?" tanya nyonya Martha.
"Sudah, nyonya! Dia seorang dokter," jawab suster itu.
"Iya, nyonya Martha! Saya merasa beruntung memiliki kekasih seperti pacar saya itu," sahut suster itu. Nyonya Martha tersenyum mendengar nya.
"Setelah satu bulan lama nya kami menikah akhirnya Waode mengetahui kalau aku telah hamil. Tentu saja aku menunjukkan tes kehamilan ku pada suamiku itu. Jadi, sampai sekarang ini suamiku tidak curiga sama sekali dengan aku. Dan tetap menganggap kalau Gabriel adalah anak kandung nya," cerita nyonya Martha.
"Kenapa setelah lahir Gabriel, anda tidak hamil dengan tuan besar Waode, nyonya?" tanya suster.
"Itulah! Mungkin saja Tuhan belum memberikan kesempatan kedua kepada ku untuk mengandung lagi. Makanya saat aku mendengar Natasha hamil saat itu aku sangat senang. Berarti Waode akan mendapatkan keturunan nya. Aku sekarang sudah tidak bisa hamil lagi, suster. Makanya aku sangat mengharapkan Natasha hamil anak Waode. Kasihan suami ku itu sudah sering aku bohongi," ujar nyonya Martha.
"Lalu apakah setelah ini anda akan menceritakan semua pada Gabriel. Supaya Gabriel mencari ayah kandung nya?" tanya suster.
__ADS_1
"Pras Panji Anggoro adalah pengusaha yang cukup dikenal di kalangan pebisnis di negri ini. Aku rasa Waode dan juga Gabriel mengetahui nya walaupun belum begitu mengenal dekat. Kalau sudah waktunya, pasti mereka akan mengetahui nya. Dan biarlah aku sendiri yang akan menyampaikan kebenaran ini pada Gabriel jika aku masih diberikan umur panjang," terang nyonya Martha.
"Betapa masa lalu nyonya Martha sangat rumit. Dulu bahkan nyonya Martha suka berjudi. Bahkan suka berfantasi liar dalam memenuhi kebutuhan biologis. Saya sendiri kalau tidak diceritakan oleh nyonya Martha sendiri tidak akan mempercayai nya. Apalagi nyonya Martha seperti sosok wanita yang anggun dan polos," ucap suster itu.
"Casing tidak menunjukkan seseorang itu baik atau buruk. Kadang kita salah menilai seseorang hanya melihat nya dari luar nya saja. Padahal kepribadian seseorang bisa kita lihat dari dalam hati nya," kata nyonya Martha.
"Tapi bagi saya nyonya Martha sendiri sebenarnya orang yang baik. Hanya lingkungan yang kurang benar saja membuat nyonya Martha terjerumus dalam hal-hal yang kurang baik," ucap suster itu.
"Lingkungan dan teman dekat kita akan merubah pola pikiran kita. Terkadang mereka menjerumuskan kita ke hal-hal yang tidak benar sesuai gaya hidup sekarang. Kebebasan dan gaya hidup ke barat-baratan menjadi hal yang dibanggakan oleh anak muda sekarang. Sedangkan hal budaya ke timuran seolah dianggap menjadi kuno," kata nyonya Martha.
"Modernisasi berdampak positif dan negatif nyonya," sahut suster.
"Sudahlah, aku mau istirahat suster!" ucap nyonya Martha akhirnya.
"Silahkan nyonya! Selamat malam dan selamat beristirahat, nyonya Martha! Semoga besok pagi nyonya lebih sehat, bersemangat dan penuh energik," sahut suster itu.
"Terimakasih banyak, suster!" kata nyonya Martha.
"Sama-sama, nyonya Martha!" sahut suster itu lalu berlalu dari kamar nyonya Martha menuju kamarnya sendiri yang berada di sebelah kamar nyonya Martha.
"Aku tidak pernah menyangka jika tuan muda Gabriel adalah anak dari pria lain dan bukan dari tuan besar Waode. Bagaimana jika tuan besar mengetahui hal ini? Pasti akan lebih kecewa karena sudah bertahun-tahun tuan besar Waode dibohongi oleh nyonya Martha," gumam suster itu.
"Bagaimana tuan muda Gabriel mengetahui kalau dirinya bukan anak kandung tuan besar Waode? Apakah dia akan kecewa dengan mama nya. Dan ditambah, apakah tuan muda bisa menerima semua itu?" gumam suster itu.
__ADS_1
"Nyonya Martha! Aku benar-benar tidak menyangka bahwa nyonya Martha masa mudanya sangat ugal-ugalan," ucap suster itu sambil menjatuhkan tubuh nya ke atas tempat tidur.