
Di kamar pengantin, dengan suasana indah yang didekor bunga-bunga mawar di sana. Satu vas besar bunga sedap malam menambah harum ruangan itu. Dengan perasaan gugup dan jantung berdetak tidak karuan, Natasha merasakan pelukan Gabriel yang kini sudah sah menjadi suaminya. Pelukan itu sungguh hangat dan damai. Ini sangat berbeda dirasakan oleh Natasha sebelum mereka benar-benar resmi menjadi pasangan suami istri.
Tangan Gabriel masih melingkar di pinggang Natasha. Dengan lembut menciumi tengkuk leher dan juga di belakang telinga Natasha. Hembusan hangat nafas Gabriel semakin membuat Natasha serasa merasakan gelenyar hangat aliran darahnya. Kini Gabriel membalikkan tubuh Natasha hingga kini mereka saling berhadapan.
Kedua netra mereka bertemu pandang. Senyum itu sama-sama terlempar dari keduanya. Perasaan bahagia dan lega menjadi satu dalam hati mereka. Kini mereka menjadi suami istri mulai saat itu dan selamanya. Sepakat dan janji untuk menikah sakali dalam seumur hidup. Saling berbagi baik suka maupun sedih.
"I love you Natasha, sayang!" bisik Gabriel pelan.
"Kamu sudah mengatakan nya ratusan kali hari ini padaku, Gabriel! Aku sudah tahu kalau kamu sangat mencintai aku," sahut Natasha.
"Iya, benar! Aku menjadi sangat takut jika menyakiti kamu malam ini," Kata Gabriel. Natasha menyipitkan bola matanya.
"What? Ada apa?" tanya Natasha.
__ADS_1
"Karena malam ini aku akan menusuk kamu dengan pedangku," Jawab Gabriel. Natasha terkekeh mendengar nya.
"Hehehe kalau hanya pedang milik kamu yang itu, aku tidak akan takut, sayang! Ayo lakukan sekarang?! Aku menantang kamu sekarang juga!" sahut Natasha. Gabriel tersenyum menyeringai.
"Kalau begitu, ijinkan aku melepaskan semua pakaian yang kamu kenakan. Biar aku leluasa menikmati dan menciumi setiap jengkal lekukan indah tubuh kamu yang bak biola itu," Ucap Gabriel.
"Dengan senang hati! Silahkan lakukan itu! Aku pasrah karena aku sudah menjadi istri kamu. Bagian dari belahan jiwa kamu," kata Natasha.
Benar! Dengan pelan dan lembut, Gabriel melepaskan semua gaun pengantin yang keempat yang dikenakan oleh Natasha saat pesta pernikahan tadi. Gaun terakhir ini tidak terlalu heboh dan terkesan simple namun mewah. Bahkan bra yang dikenakan Natasha sudah dilepas pengaitnya. Kini tinggal pakaian dalam yang menutupi bukit indahnya. Namun Gabriel sengaja masih menyisakan nya di sana. Setelah itu, dengan perlahan Gabriel menggiring Natasha ke pembaringan. Natasha pasrah dalam posisi telentang menantang badai.
"Dasar tidak tahu malu!" umpat Natasha pada Gabriel.
"Hehehe, kita sudah suami istri sayang! Lagipula sebelum ini kita juga pernah saling mengetahui luar dalam kita bukan?" kata Gabriel.
__ADS_1
Gabriel menjatuhkan tubuh nya di atas ranjang di sisi Natasha. Pelan-pelan Gabriel mulai memeluk Natasha. Sasaran pertama adalah menciumi bibir Natasha dengan penuh gairah. Mereka berciuman panjang dan saling membalas. Dalam ciuman yang saling bertukar saliva dan saling menyesap lidah masing-masing.
Tangan Gabriel mulai menyentuh ke bagian dada Natasha. Mulai mencari puncak gunung itu dan mulai memainkan dengan nakal ujungnya. Tentu saja membuat Natasha semakin bersemangat menciumi bibir Gabriel dengan semakin liar. Suara laknat itu masih tertahan dari keduanya karena bibir mereka saling membungkam. Sampai akhirnya, Gabriel menyudahi ciuman itu dan kini kepalanya sudah berada di bukit kembar Natasha mengulum, menjelajahinya dengan nakal. Sukses kegiatan itu membuat Natasha mengeluarkan suara laknatnya. Matanya mulai sayu dan merem melek menikmati permainan nakal lidah Gabriel di dada nya secara bergantian.
"Gabriel, sayang!" ucap Natasha saat Gabriel dengan gemas sedikit menggigit bagian ujung dada nya yang besar.
"Malam ini bersiaplah sayang! Aku akan memainkan pusaka ku," ucap Gabriel.
"Huum, sayang! Semoga pusaka kamu tidak mudah loyo saat masuk ke goa gelap tanpa lampu di dalam sana," sahut Natasha dengan menggeliat karena merasakan belaian lembut di bagian bukit kecil berbentuk segitiga berbalik itu.
"Itu tidak akan mungkin sayang! Dia akan tetap perkasa sampai berjam-jam lamanya," sahut Gabriel dengan sombongnya.
"Hem, paling juga lima menit?" Kata Natasha.
__ADS_1
"Apa? Itu tidak mungkin! Aku akan membuktikannya, baby!" sahut Gabriel segera berada di bawah antara dua ujung pahanya Natasha.