
"Natasha, sayang!" ucap Gabriel yang merasakan panas dingin di sekujur tubuh nya. Karena begadang dan sulit tidur,
Gabriel menjadi masuk angin dan flu. Sakit nya Gabriel ini membuat Natasha menjadi tidak tega untuk tidak memperhatikan Gabriel. Gabriel merasa diuntungkan dengan kondisi tubuh nya yang tiba-tiba saja panas dan flu itu. Natasha, istrinya menjadi mengijinkan Gabriel kembali masuk ke dalam kamar utama mereka. Dan bahkan dengan telaten, Natasha mengompres dahi Gabriel dengan saputangan yang dibasahi dengan air dingin.
Natasha yang perut nya terlihat membuncit itu, dengan panik meladeni Gabriel yang saat ini sedang sakit.
"Apakah masih pusing? Kamu makan dulu yah?!" kata Natasha penuh perhatian.
"Pusingnya tinggal dikit. Lagi malas makan. Kamu bobok di dekatku saja, sayang! Aku ingin dipeluk sama kamu," ucap Gabriel dengan merengek manja. Natasha hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam. Kenapa suaminya ini menjadi sangat manja mengalahkan anak kecil saja.
Natasha mau tidak mau membaringkan tidur tubuhnya di dekat Gabriel. Gabriel Langsung mendekap tubuh Natasha. Bahkan tangannya kini memegang bagian dua dada nya yang semakin montok.
"Jangan aneh-aneh deh! Kamu sedang sakit. Jangan minta gituan yah?" omel Natasha. Gabriel kembali menciut diomelin Natasha.
"Hanya memegang saja kok. Biar aku bisa bobok. Lagipula aku habis mimik obat. Aku mau bobok karena reaksi obatnya bikin ngantuk," sahut Gabriel. Natasha dalam hati terkekeh saja. Suaminya itu kenapa menjadi seperti anak kecil yang manja.
*****
Sementara di tempat lain Mathias mengajak Bela kembali ke kota besar meninggalkan pulau kecil itu. Mathias sudah yakin akan menikahi Bela. Mathias suka dengan wanita polos apa adanya seperti Bela.
"Kamu yakin akan menikahi aku, pakde?" tanya Bela dengan manja nya.
__ADS_1
"Tentu saja, sayang! Tapi aku mohon, jangan memanggilku dengan pakde dong! Panggil aku Mathias saja, oke?" ucap Mathias.
"Baiklah, Mathias!" sahut Bela dengan suara manja nya.
*****
Pras saat ini sedang dikelilingi oleh banyak wanita-wanita. Dia benar-benar sangat menikmati hidup nya. Namun saat Pras sedang bersenang-senang bersama beberapa wanita, ada satu pria masuk tanpa malu mendatangi Pras.
"Pras, Mathias saat ini sudah membawa Bela kembali ke kota. Sepertinya Mathias sudah sangat yakin dengan pilihan nya," ucap Baron.
Baron duduk sambil melihat pemandangan indah di depannya. Tanpa rasa malu Pras yang sedang dikerumuni banyak wanita-wanita seperti sudah hilang urat malunya saat dilihat oleh Baron.
"Aku rasa seperti itu, Pras!" sahut Baron.
"Hahaha, kamu dan kamu, bawa tuan Baron keluar dari kamar ini dan layani dia!" perintah Pras pada dua orang wanita seksi yang sejak tadi ikut mengerumuni Pras.
"Ogah ah! Aku pilih dengan tuan Pras saja!" tolak salah satu wanita itu lalu dibenarkan oleh salah satu teman nya yang sudah ditunjuk oleh Pras.
"Kalian mau menentang perintah Ku? Ayo cepat kerjakan tugas kalian!" kata Pras.
"Tapi setelah kami menyelesaikan tugas kami, kami datang ke sini lagi yah, tuan Pras?!" sahut salah satu wanita seksi yang diperintahkan untuk melayani Baron.
__ADS_1
"Hem, baiklah!" sahut Pras akhirnya.
Dua wanita itu segera menarik paksa Baron keluar dari kamar itu untuk diajak nya bersenang-senang.
"Pras kamu gila! Aku sedang tidak ingin melakukan nya! Pras, kamu benar-benar sudah sinting dan hiper," umpat Baron.
"Hahaha, selamat bersenang-senang Baron!" kata Pras seraya tertawa terbahak-bahak.
T
A
M
A
T
THE AND
DAN SEMUANYA MENEMUKAN PILIHAN HIDUP NYA UNTUK MENCARI KEBAHAGIAAN NYA MASING-MASING.
__ADS_1