
Masih di kamar pengantin.
"Enak, sayang!!??" tanya Gabriel yang melihat Natasha saat ini sedang mengatur nafasnya yang terengah-engah.
Kini Gabriel mulai membelai baling-baling bambu nya yang ajaib seperti kepunyaan dora emon. Baling-baling bambu Gabriel ini dia bisa kecil dan besar. Bisa keras dan lembek. Semuanya itu tergantung suasana dan situasi. Jika melihat tubuh indah n molek, baling-baling bambu itu bisa berkedut-kedut menjadi keras.
Kini batang milik Gabriel sudah keras seperti kayu, pelan-pelan Gabriel mulai memasukkan nya di goa gelap yang sudah ia pastikan aman dari binatang buas yang membahayakan batang pribadinya. Awalnya pelan Gabriel menggoyangnya. Semakin lama, Gabriel semakin mempercepat ritmenya. Hingga Natasha semakin kuat dan keras menyuarakan suara laknatnya.
"Sayang!!? " gumam Natasha hingga bergoncang tubuh nya karena Gabriel sudah benar-benar brutal dan liar memainkan Natasha.
Diam-diam Gabriel sudah meminum obat kuat supaya bisa bertahan lama dan tidak cepat loyo. Hingga satu jam lebih Gabriel masih terus bersemangat memompa. Hingga Gabriel tidak lagi mendengar suara laknat Natasha. Namun Gabriel tetap tidak putus asa sampai mencapai titik puncak nya. Walaupun peluh keringat sudah bercucuran. Dingin nya AC di kamar itu sudah tidak berasa bagi Gabriel. Disaat Gabriel mulai mencapai puncaknya, dia memejamkan matanya menikmati kepuasaan nya dan lega bisa membuat istrinya puas.
"Hah? Natasha??" gumam Gabriel saat mendapati istrinya itu pingsan karena kelelahan.
"Yaelah!! Dia pingsan! ," Gumam Gabriel yang kini mulai mengatur nafasnya yang tersenggal-sengal karena kelelahan.
"Aku akan buatkan air hangat dan menyiapkan makanan dulu buat Natasha. Dia pasti kelelahan dan juga sangat lapar karena terkuras energi nya," Pikir Gabriel setelah memberikan minyak oles untuk menghangatkan badan Natasha supaya cepat sadar dari pingsannya.
*****
Di suatu tempat tersembunyi.
__ADS_1
"Sementara, kamu tinggal lah di sini! Dan jangan keluar dan menunjukkan wajah kamu di tempat umum. Karena orang-orang mengira kalau kamu masih menjalani masa hukuman," ucap Mathias. Zaza masih dengan sikap angkuhnya duduk dengan menyilangkan kaki nya.
"Tempat ini lebih baik daripada aku harus mendekam di balik jeruji penjara. Aku lapar dan ingin makanan enak! Bisakah kamu memberikan ku makanan enak dan lezat? Sudah lama sekali aku tidak bisa makan makanan yang enak," ucap Zaza.
"Baiklah! Sebentar lagi orang-orang ku akan menyiapkan makanan untuk kamu," sahut Mathias.
"Terimakasih," sahut Zaza.
"Hem, tidak masalah!" ucap Mathias yang segera berlalu meninggalkan Zaza di ruangan itu.
*****
Seorang pria kini sedang menghadap pada Mathias yang saat ini duduk di kursi kebesaran nya. Di sekeliling Mathias ada dua wanita yang dengan pakaian seksi duduk di kanan dan kiri Mathias.
Dokter dengan usia matang itu memperhatikan wajah di foto itu. Dokter itu mulai Manggut-manggut menatap wajah cantik di dalam foto yang diberikan oleh Mathias.
"Hem, cantik sekali tuan! Wanita di dalam foto ini. Bahkan tubuh nya sangat ideal dan kulitnya sangat bagus bercahaya," ucap dokter itu seperti mengagumi wajah cantik di dalam foto itu.
"Hahaha, benar! Dia benar-benar sangat cantik. Bahkan dia lebih cantik aslinya daripada hanya dalam foto itu. Tapi sayangnya wanita itu sekarang, sudah menjadi istri orang," Jelas Mathias.
"Hem, tuan muda ingin saya merubah wanita yang ada di kamar itu seperti wanita di dalam foto ini?" tanya dokter itu.
__ADS_1
"Benar! Bagaimana? Apakah mudah?" sahut Mathias.
"Mungkin harus beberapa kali untuk menuju ke miripan sembilan puluh sembilan persen. Karena badan kedua nya beda. Saya harus lebih teliti dalam setiap lekukannya," terang dokter itu.
"Berapa lama kira-kira waktu yang akan dibutuhkan untuk mencapai kesempurnaan itu?" tanya Mathias.
"Paling cepat dua tahun. Paling lama tidak bisa saya tentukan. Saya harus melakukan penelitian dari jenis kulit wanita yang ada di dalam foto ini. Kulitnya benar-benar bersih mengkilap. Wajahnya dan warna matanya juga benar-benar sempurna indah," kata dokter itu," kata dokter itu.
"Nyaris seperti bidadari! Cantiknya tidak bisa ditandingi," sahut Mathias.
"Apakah dia wanita yang Anda kejar-kejar selama ini?" tanya dokter itu.
"Benar! Rasanya saya masih belum rela jika wanita itu menjadi milik laki-laki lain," kata Mathias.
"Hem, saya menjadi penasaran dengan wanita di dalam foto ini," ucap dokter itu.
"Dokter bisa bertemu orangnya langsung di butiknya. Selain dia adalah desainer, dia juga memiliki butik yang menjual hasil rancangannya. Apakah dokter tertarik dengan wanita di dalam foto ini? Dia adalah Natasha. Yah, Natasha si bidadariku. Seharusnya dia adalah wanita ku yang mendampingi aku saat ini," Kata Mathias.
"Baiklah, tuan! Saya harus bisa bertemu dengan nona Natasha ini, tuan! Karena saya butuh melihat nya secara detail selain hanya sekedar foto saja," Jelas dokter.
"Baiklah, dokter! Orang-orang saya akan mengantarkan dokter ke tempat di mana wanita itu berada. Dokter bisa berpura-pura minta dibuatkan rancangan jas pria, misalnya. Atau ingin dibuatkan gaun indah untuk istri anda. Semuanya bisa anda atur bukan? Tapi, ingat dokter! Jangan sampai Natasha mencurigai niatan dokter," urai Mathias.
__ADS_1
"Tentu saja, tuan muda!" sahut dokter itu seraya tersenyum.