
"Bang Mathias!" panggil Natasha.
Saat ini Natasha sedang menuruni anak tangga menuju ke ruang tamu. Di mana Mathias duduk menunggu di sana. Mathias tersenyum lebar saat melihat Natasha yang sudah berganti pakaian nya dengan pakaian santai.
"Hai, Natasha! Aku pikir kamu tidak di rumah dan berkencan dengan laki-laki itu," sahut Mathias. Natasha menyipitkan bola matanya.
"What?" ucap Natasha kaget.
"Maaf, aku hanya menebak saja. Bukannya tadi kamu pulang bersama dengan laki-laki itu?" tanya Mathias.
"Benar! Tapi Gabriel hanya mengantarkan aku pulang ke rumah ini. Lalu setelah itu dia kembali pulang," jelas Natasha.
"Bang Mathias! Kamu tahu? Saat ini aku lagi heboh di beritakan di televisi. Katanya aku adalah orang ketiga yang menjadi penyebab retaknya hubungan antara Gabriel dengan Zaza. Selama ini orang-orang mengira kalau antara Gabriel dengan Zaza adalah sepasang kekasih dan sudah bertunangan. Hal itu terjadi karena saat acara ulang tahun Zaza, dia sendiri membuat klarifikasi dan menegaskan bahwa dirinya dengan Gabriel adalah sepasang kekasih dan akan bertunangan. Padahal sesungguhnya kenyataan nya tidak demikian. Gabriel tidak bisa menepis semua itu lantaran Zaza sudah mengumumkan hal itu. Bagaimana ini, bang! Kamu bisa menolong aku tidak?" ucap Natasha panjang lebar.
"Dan kebenaran, kamu dan Gabriel sebenarnya adalah sepasang kekasih dan memang memiliki hubungan spesial? Sedangkan hubungan Gabriel dengan Zaza hanyalah demi kepentingan ketenaran Zaza sebagai artis saja? Untuk mendongkrak popularitas Zaza sebagai artis? Maksud kamu seperti itu?" sahut Mathias.
"Hem, Gabriel dengan aku.... " ucap Natasha.
"Ya sudah, aku mengerti sekarang! Apa yang harus kamu lakukan adalah mengklarifikasi semuanya. Supaya kabar yang menyudutkan kamu itu tidak melebar kemana-mana," jelas Mathias.
"Kenapa harus aku, bang? Aku sebenarnya sangat malas jika harus berurusan dengan wartawan. Seharusnya Gabriel lah yang mengklarifikasi masalah ini dong! Jika dia memang sebenarnya tidak memiliki hubungan pertunangan dengan Zaza. Dan menegaskan kalau dengan aku lah wanita yang dipilihnya. Bagaimana menurut abang?" ucap Natasha.
"Seharusnya seperti itu, Natasha!" tapi apa mau jika Gabriel menjelaskan semua itu. Sedangkan yang sebenarnya Gabriel juga seorang laki-laki play boy. Dia juga menjalin hubungan dengan Zaza, tanpa sepengetahuan kamu. Jadi dalam hal ini, kamu sendiri juga dibohongi oleh Gabriel! Kalau kamu tidak percaya lihat saja foto-foto kebersamaan Gabriel dengan Zaza setelah mengantarkan kamu ke rumah ini," jelas Mathias panjang lebar.
"Apa? Katanya Gabriel dia ada sedikit urusan. Makannya dia buru-buru pulang," sahut Natasha.
"Gabriel tidak pulang ke rumah, Natasha! Tapi Gabriel menjumpai Zaza di sebuah penginapan. Lihat lah sendiri foto nya!" kata Mathias sambil menunjukkan foto mesra antara Gabriel dengan Zaza. Natasha melongo melihat foto yang ditunjukkan oleh Mathias terhadap dirinya.
"Benar! Dalam foto itu Gabriel bersama dengan Zaza. Bahkan Gabriel masih mengenakan pakaian yang tadi. Jadi Gabriel tidak pulang ke rumah? Melainkan menjumpai Zaza?" ucap Natasha.
"Seperti itulah kebenarannya," kata Mathias.
Natasha duduk diam. Dalam masalah saat ini yang ia hadapi begitu rumit. Tapi jika kebenarannya Gabriel mendua, berarti Gabriel lah yang bersalah.
"Sudahlah! Jangan terlalu dipikirkan!" ucap Mathias.
"Bagaimana aku tidak memikirkan masalah dan kabar yang beredar di televisi bahkan media sosial, bang? Sedangkan aku baru memulai karier ku sebagai desainer. Bisa hancur reputasi ku dan juga orang menilai aku wanita apaan?" kata Natasha.
"Tenanglah, Natasha! Aku akan membantu kamu! Oke?! Kemari lah?!" ucap Mathias. Dia mengusap pundak Natasha lalu serta merta merengkuh tubuh Natasha.
Malam sudah semakin larut. Seharusnya Natasha beristirahat dan tidur. Namun berbagai macam pikiran berkecamuk hingga dia sulit untuk memejamkan mata.
"Sudah larut malam, Natasha! Kamu naik lah ke atas dan tidur lah dikamar kamu! Aku akan tidur di sofa ini. Jika kamu mengijinkan aku bermalam di rumah kamu malam ini," kata Mathias.
__ADS_1
"Kamu bicara apa sih, bang! Tentu aku memperbolehkan kamu bermalam di sini. Banyak kamar di rumah ini, bang! Abang tidur lah di kamar tamu itu," sahut Natasha.
"Sepertinya tidur di sofa lebih nyaman," ucap Mathias.
"Kalau begitu, aku kembali ke kamarku yah, bang! Selamat malam!" kata Natasha.
"Selamat malam, Natasha!" sahut Mathias.
*****
Matahari sudah kembali bersinar. Malam. sudah berganti dengan terang. Di depan gerbang rumah Natasha terjadi keributan di mana orang-orang mencari Natasha. Sedangkan Natasha sendiri masih di dalam. kamarnya.
Mathias segera naik ke lantai atas untuk membangunkan Natasha.
Tok.
Tok.
Tok.
"Natasha! Natasha! Apakah kamu sudah bangun?!" ucap Mathias seraya mengetuk pintu kamar Natasha. Namun beberapa kali Mathias mengetuk kamar itu, Natasha belum membukakan pintu kamar nya. Mathias tidak menyerah kembali mengetuk pintu kamar Natasha dan memanggilnya.
"Natasha! Natasha!" panggil Mathias. Tidak berapa lama pintu itu dibuka oleh Natasha.
"Em bang Mathias!?" ucap Natasha. Tanpa disuruh, Mathias masuk ke kamar Natasha begitu saja lalu kembali menutup pintu kamar Natasha.
"Eh, tidur lagi?!" gumam Mathias. Mathias tersenyum menyeringai.
Tidak lama kemudian, terdengar langkah kaki dan suara ramai-ramai di luar kamar.Karena pintu kamar Natasha tidak dikunci dan hanya ditutup saja, tiba-tiba saja ada seseorang yang membuka handle pintu kamar itu.
"Dimana Natasha??" teriak seorang wanita yang datang bersama dengan dua wartawan dengan kamera lengkap ditangannya.
Natasha yang masih di atas tempat tidur sangat terkejut bukan main dengan seseorang yang masuk ke dalam kamarnya tanpa sopan santun. Bahkan seseorang ini datang dengan membawa dua wartawan sekaligus untuk meliput kejadian itu.
"Kalian? Kenapa masuk ke kamarku?" tanya Natasha.
"Maaf, nyonya muda! Tadi saya sudah mencegah mereka melompati pagar rumah dan menerobos masuk ke dalam rumah. Tapi saya sendiri kewalahan karena saya bertugas sendirian hari ini. Sedangkan Parjo belum datang bekerja," jelas satpam yang bekerja di rumah Natasha.
"Bang Mathias! Kenapa abang di kamar Natasha?" tanya wanita itu yang tidak lain adalah Zaza yang datang bersama dengan dua wartawan.
"Eh, em??" Mathias kini mulai bersandiwara. Dia menunjukkan ekspresi bingung dan panik. Natasha juga ikut panik. Kenapa situasi nya menjadi seperti ini.
"Wow, ini berita hebat! Ternyata selain menjadi wanita ketiga yang membuat rusaknya hubungan antara artis terkenal Zaza dengan kekasihnya Gabriel, nona Natasha juga menjalin hubungan dengan seorang produser yaitu bang Mathias. Bahkan mereka sudah satu rumah dan bang Mathias tinggal di rumah Natasha," ucap salah satu wartawan yang datang bersama dengan Zaza.
__ADS_1
"Eh???! Semua itu tidak benar!! Bang Mathias, tolong bantu aku menjelaskan kebenarannya, bang!" ucap Natasha. Mathias diam mematung dengan ekspresi diam seperti orang bodoh.
"Hahaha, kena kamu Natasha! Berani-berani nya ingin merebut Gabriel, dariku," batin Zaza dengan tersenyum menyeringai.
"Aku ingin tahu, reaksi Gabriel setelah mengetahui berita seperti ini di media," batin Mathias.
*****
"Jelaskan padaku, Natasha?! Kenapa kamu bisa bersama dengan laki-laki itu?! Bahkan Mathias di kamar kamu? Kalian bercinta di rumah ini? Benar-benar yah?? Inikah alasannya, kenapa kamu tidak mau aku ajak nikah cepat-cepat? Ternyata kamu masih menjalin hubungan dengan Mathias? Bahkan kalian sudah melakukan hubungan sejauh itu?" ucap Gabriel seraya merangkum kedua pipi Natasha dengan kasar.
"Cukup, Gabriel! Aku pusing dengan masalah ini! Di media aku disudutkan kamu pun ikut juga menuduhku tidur bersama bang Mathias. Kamu sendiri bagaimana dengan Zaza? Kamu katanya pulang ke rumah. Ternyata berkencan dengan Zaza di sebuah penginapan," sahut Natasha.
"Eh?? Siapa bilang? Kamu jangan mencari kesalahan ku, Natasha!? Jelas-jelas aku pulang ke rumah dan tidak berkencan dengan Zaza seperti yang kamu katakan," kata Gabriel.
"Kamu bohong! Kamu sudah membohongi aku! Kamu diam-diam masih berhubungan dengan Zaza," sahut Natasha.
"Sial! Rasanya sudah habis kesabaran ku! Aku akan menghukum kamu, Natasha!?" ucap Gabriel.
Dia dengan kasar mencium Natasha. Natasha berusaha menolak dan menghindari nya. Namun badan kekar Gabriel telah mengunci badan Natasha, hingga Natasha tidak bisa lagi melawan tenaga Gabriel yang mencoba menjaamah setiap lekukan Natasha. Pemaksaan Gabriel terhadap Natasha itu sukses membuat air mata Natasha menetes di kedua sudut mata nya. Namun Gabriel sudah dikuasai oleh amarah dan juga hawa nafsu.
Dalam diam, Natasha mengumpat. Dalam diam dia merasakan kesedihan. Dalam pergerakan yang intens yang dilakukannya oleh Gabriel dengan paksaan itu, Natasha merasakan rasa sakit hati dan merasakan terhina harga dirinya.
"Hem, apakah kamu kurang puas dengan aku, hem? Aku akan tunjukan kalau aku pria yang bisa membuat kamu senang, Natasha!" bisik Gabriel.
"Jangan, Gabriel! Aku mohon! Jangan lakukan itu!" ucap Natasha lirih dengan air mata yang mengalir deras.
"Diam dan nikmati saja! Aku akan lembut melakukan nya," kata Gabriel.
*****
Gabriel memeluk tubuh ramping Natasha. Di atas peraduan itu mereka sama-sama polos dibalik selimut tebal. Natasha masih belum berhenti menangis. Dan Gabriel yang melihat Natasha menangis merasakan sesak dadanya. Tangan nya mengusap dengan lembut air mata yang jatuh itu.
"Maafkan, aku! Aku sudah kasar dengan kamu!" ucap Gabriel lembut. Namun sorot mata Natasha masih menyimpan rasa benci begitu dalam dengan nya.
"Seharusnya kamu bertanya dulu dengan aku, Gabriel! Jangan menuduhku seperti itu. Aku tidak mungkin melakukan itu dengan bang Mathias. Sekarang kamu pergi dan keluarlah dari kamarku! Bukankah kamu sudah mendapatkan apa yang kamu mau dari aku?" ucap Natasha.
"Dan lagi, kalau kamu ingin mengetahui semuanya dengan jelas, tanyakan pada bibi Mariati. Dialah saksi kalau bang Mathias datang malam-malam di rumah ini. Lalu bermalam di rumah ini tapi dia tidur di sofa bawah ruang tamu. Bukan di kamarku. Tapi saat Zaza datang bersama dengan dua wartawan, Mathias sudah berada di kamar ku. Sedangkan aku masih mengantuk dan tidur. Semua ini seperti jebakan dan rencana licik mereka. Mungkin saja Zaza masih menginginkan kamu, Gabriel. Demikian juga dengan Mathias," urai Natasha.
"Tujuan mereka berdua supaya membuat hubungi kita renggang dan kamu membenci aku. Nyatanya berhasil bukan? Kamu datang marah-marah dengan aku. Lalu kamu menghukum ku dengan cara kamu. Bukankah kamu sangat tahu, Gabriel! Aku tidak suka dipaksa," kata Natasha.
"Maaf, maafkan aku! Aku percaya kamu, Natasha!?" sahut Gabriel.
"Tidak, kamu lebih percaya berita di televisi. Sekarang keluarlah! Keluar Gabriel!" ucap Natasha.
__ADS_1
"Baik, baik aku keluar! Tapi setelah itu aku kembali lagi di kamar ini yah! Aku akan membawakan makanan untuk kamu," kata Gabriel seperti tidak terjadi sesuatu.
"Engga mau! Jangan coba-coba merayu aku lagi!" sahut Natasha.