DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI

DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI
BAB 58


__ADS_3

"Natasha sayang!" ucap Gabriel seraya memeluk tubuh Natasha.


Natasha kembali. bersama Pras. Natasha tersenyum lebar bisa kembali bersama dengan Gabriel. Pras tersenyum bahagia saat melihat putra nya memeluk Natasha seperti sudah bertahun-tahun berpisah. Wajah Gabriel terlihat sumringah dan tidak sedih lagi saat calon istrinya kini telah kembali.


"Aku pikir, kita tidak akan bertemu lagi. Dan rencana pernikahan yang sudah sebentar lagi di depan mata, tidak pernah terwujud. Senang sekali aku bisa melihat kamu lagi, Natasha. Kita akan menikah sayang!" ucap Gabriel.


"Lebay sekali kamu, Gabriel! Jangan dengar kan ucapan manis Gabriel, Natasha! Dia hanya pura-pura sedih saja saat kamu menghilang," Pras memprovokasi.


"Ayah! Tidak suka kah ayah melihat putramu ini bahagia?" protes Gabriel.


"Gabriel, jangan begitu dong! Ayah kamulah yang membawa aku kembali dari pulau kecil itu! Kalau tidak? Aku akan benar-benar meninggalkan kamu dan menikah dengan putra mahkota dari keluarga mafia itu," cerita Natasha.


"Hem, aku ingin tahu cerita lengkapnya. Ayo, kita lebih baik pulang! Aku akan mengantarkan kamu ke rumah," ucap Gabriel seraya menarik tangan Natasha meninggalkan rumah kediaman ayahnya.


"Gabriel! Tunggu dulu! Ih anak sialan! Main kabur saja!?" teriak Pras. Namun didalam hati Pras, dia ikut bahagia saat melihat putranya hidup bahagia dengan wanita pilihan nya.

__ADS_1


"Waode! Relakan mereka hidup bahagia yah! Putra kita akan menikah dengan wanita yang pernah dekat dalam kehidupan kamu," gumam Pras.


*****


Di depan batu nisan yang bertuliskan Waode, Pras menaburkan bunga warna-warni di atasnya. Tatapan nya jauh ke masa -masa saat Waode masih hidup. Pras begitu kehilangan sosok teman dekat yang bisa mendengar candaan dan kenakalan nya sebagai seorang pria. Sekarang Pras merasa sendiri. Tidak ada teman dekat yang bisa diajaknya minum kopi sambil bercerita kekonyolan hidupnya.


"Coba saja kamu masih hidup, Pras! Kita akan mencari istri muda lagi bersama-sama. Kamu tahu, istri muda kamu kini diambil putraku. Apakah kamu tidak mau bangun?" ucap Pras dengan kekonyolan nya.


"Pras! Istri muda ku ternyata lebih gila! Aku tidak pernah menyangka jika dia tidak puas bersama dengan ku. Dia masih berkhianat dan bermain api dengan Thomas, adikku sendiri. Aku sudah mengusir mereka. Namun sekarang aku tidak perduli, bagaimana kabarnya. Oke lah, Pras! Aku pamit dulu! Aku mau ke kafe mencari istri muda lagi," ucap Pras dengan kekonyolan nya.


Pras meninggalkan makam itu dan kembali masuk ke mobilnya. Tujuan nya sekarang adalah mencari kesenangan lagi.


*****


Pras masuk ke sebuah kafe. Kali ini Pras berpenampilan sedikit beda. Dia mengenakan topi dan berpenampilan seperti anak muda. Di kafe itu Pras mulai memesan minuman. Duduk sendiri di sana membuat beberapa wanita penghibur mulai berebutan mencoba menggoda dan merayu Pras.

__ADS_1


"Mau ditemani, om?" tawar seorang wanita penghibur dengan pakaian yang seksi dan terbuka.


"Hem, silahkan!" sahut Pras. Wanita itu duduk didekat Pras. Dia belum melihat wajah Pras. Namun saat Pras mulai melepaskan topinya. Wanita itu terkejut dan hendak meninggalkan Pras. Tangan Pras menahan lengan tangan wanita itu.


"Hem, mau kemana? Duduklah, dan temani saja aku minum! Dan setelah itu, ikutlah dengan ku! Aku akan bayar kamu lebih dari tarif kamu dalam satu malam. Berapa tarif kamu semalam?" ucap Pras. Pras tidak terkejut dengan wanita itu. Pras sangat mengenal wanita itu. Namun wanita penghibur itu tidak berani menatap mata Pras.


"Karena sering sepi aku turun harga, tiga ratus ribu," ucap wanita itu Pras tertawa terbahak-bahak.


"Vero! Malam ini aku akan memboking kamu dan membayar kamu lebih dari tarif kamu," kata Pras.


Pras menegak habis minumannya. Dia segera berdiri dan berlalu dari kafe itu. Sedangkan Vero ragu mengikuti Pras. Namun karena dirinya saat ini sudah tidak memiliki uang lagi, Vero mau tidak mau menghilangkan rasa malunya dan melangkah mengikuti Pras.


*****


"Papa, kenapa papa melepaskan wanita itu?! Dia wanita yang sangat aku cintai. Aku ingin menikah dengan wanita itu!" ucap Mathias pada papa nya. Saat ini Mathias masih berada di pulau terpencil, yang digunakan sebagai markas mafia terbesar yang dipimpin oleh tuan Baron, papa dari Mathias.

__ADS_1


"Masih banyak wanita cantik di dunia ini, Mathias! Jangan berebut seperti rebutan mainan! Wanita itu adalah calon menantu dari teman papa. Dan papa tidak mau menyinggung tuan Pras. Berani menyinggung nya, hancur sudah istana mafia ini," ucap Baron.


"Kamu tahu, Mathias?! Tuan Pras adalah pimpinan mafia yang cukup disegani dan ditakuti di dunia bawah. Lebih baik kamu berhenti mengganggu putranya lagi," jelas Baron panjang lebar. Mathias diam tidak bisa lagi menyangkal.


__ADS_2