DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI

DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI
BAB 24


__ADS_3

"Di mana rumah tinggal, Natasha?" gumam Gabriel.


Saat ini Gabriel sudah di dalam mobilnya dan hendak menjumpai Natasha. Gabriel benar- benar merasa bersalah setelah dengan tidak sengaja mendengar mama nya menceritakan masa lalu nya pada suster yang merawat dirinya. Gabriel tidak menyangka kalau mama nya dulu suka sekali bermain judi. Bahkan dengan bermain judi itu, mama nya membuat malu papa nya karena harus melunasi hutang-hutangnya. Ditambah mama nya telah melakukan pengkhianatan pada papa Gabriel. Sekarang Gabriel baru tahu dan paham. Kenapa papa nya bisa sangat cuek dan kurang memperhatikan mama nya. Walaupun demikian, papa nya masih membiayai mama nya saat sakit dan juga memberikan suster untuk menjaga dan merawat mama nya. Walaupun Gabriel sudah mandiri tetapi papa nya tetap yang membiayai pengorbanan dan perawatan mama nya.


"Di mana rumah Natasha? Aku harus bertanya dengan siapa?" gumam Gabriel.


Karena frustasi, Gabriel akhirnya berhenti di sebuah kafe. Di sana Gabriel memesan kopi dan mulai menyalakan barang rokok nya.


"Nomor WA, Natasha sudah tidak aktif lagi. Apakah papa tahu rumah tinggal Natasha?" pikir Gabriel sambil menyesap kopi nya. Batang rokok nya mulai dihisapnya pelan.


Namun tidak berapa lama Gabriel melihat terjadi keributan di luar kafe itu. Gabriel yang menyaksikan peristiwa itu segera bergegas keluar kafe.


"Tolong! Tolong!" suara seorang wanita yang kini di tangkap oleh dua pria dengan perawakan tinggi besar. Tidak lama dua pria itu membekap mulut wanita itu hingga wanita itu memejamkan matanya tidak sadarkan diri. Setelah nya dua pria seperti nya bodyguard itu menggotong tubuh wanita itu dan memasukkan nya ke dalam mobil.


Seseorang ada yang berusaha menolong wanita itu yang diduga korban penculikan. Namun dua laki-laki itu menghadang dan serta merta menggertak seseorang itu yang berusaha menolong Natasha.


"Jangan ikut campur, urusan kami! Wanita ini adalah istri bos kami yang telah melarikan diri dengan melarikan uang perusahaan. Itulah sebab nya kami menangkap nya," jelas salah satu bodyguard itu. Seseorang yang tadinya ingin menyelamatkan wanita yang ditangkap dan di masukan di dalam mobil itu, akhirnya terdiam dan mengurungkan diri untuk menolong wanita yang tidak sadarkan diri karena pengaruh obat bius.


"Sepertinya dari badan wanita itu, aku mengenalnya. Tapi siapa yah? Ini terlihat mencurigakan sekali. Aku akan membuntuti mobil itu. Aku ingin memastikan kalau wanita itu sesuai apa yang aku kira. Yah, benar! Wanita tadi seperti Natasha, mama tiri ku. Tapi apa urusannya dengan laki-laki itu? Apakah benar yang dikatakan laki-laki dengan tubuh besar itu? Apakah hanya mengelabuhi orang tadi yang ingin menolong nya?" gumam Gabriel.


Gabriel bergegas masuk ke mobilnya dan dengan cepat mengikuti mobil yang dikendarai oleh seseorang yang membuat Gabriel penasaran.

__ADS_1


"Apakah benar semua dugaan ku? Tapi kalau apa yang aku lihat salah, apakah ini tidak terlalu konyol dan seperti pahlawan kesiangan?" gumam Gabriel.


"Eh, di mana mobil tadi? Waduh, aku kehilangan jejak mereka!" ucap Gabriel.


******


Di suatu ruangan dengan minim pencahayaan nya dan tempat itu berantakan dengan barang-barang yang sudah tidak dipakai lagi. Wanita itu kini telah diikat tangan dan kaki nya di sebuah tiang yang disiapkan untuk membuat wanita itu tidak bisa melarikan diri.


Wanita itu masih belum sadar dan dalam pengaruh obat bius. Wajahnya yang cantik dengan kulit putih bersih sangat kontras dengan pakaian yang dikenakan nya yang berwarna hitam.


Satu pria itu kini mendekati wanita itu yang masih dalam belenggu. Laki-laki itu tanpa ada rasa takut mulai mengusap wajah wanita itu penuh dengan kerinduan.


"Natasha! Seharusnya kamu tidak perlu menolak semua niatan baikku untuk kembali dengan kamu, sayang! Kamu tahu? Aku tidak bisa melupakan kamu," kata laki-laki itu sambil mengusap dengan lembut pipi wanita itu yang dia sebut dengan nama Natasha.


"Mas Waode! Hem, kenapa aku di sini? Kenapa kedua tangan dan kaki ku diikat, mas?" ucap Natasha. Waode masih mengusap wajah mulus Natasha tanpa keraguan. Mata Natasha melotot tajam ke arah mantan suaminya itu.


"Aku minta pada kamu sekali lagi! Kembalilah padaku, Natasha!" kata Waode.


"Tidak, mas! Kamu sudah menceraikan aku dan bahkan mengusir aku dari rumah mu! Aku tidak akan kembali lagi di rumah itu!" ucap Natasha.


"Natasha, bau tubuh kamu ini sudah menjadi candu bagi aku. Aku kesepian tanpa kamu di rumah itu, sayang! Kembalilah, Natasha sayang!?" ucap Waode sambil mengusap bibir Natasha. Natasha masih diam tidak bergeming.

__ADS_1


"Di dunia ini masih banyak wanita-wanita muda dan cantik lebih daripada aku. Cari saja di luar sana! Aku sudah tidak mau lagi kembali dengan kamu, mas! Aku sudah mengikhlaskan berpisah dengan kamu setelah kamu mengucapkan kata cerai padaku," kata Natasha.


"Mungkin saja di luar sana banyak wanita-wanita cantik dan seksi melebihi kamu, Natasha sayang! Tapi percayalah pada ku! Aku sudah terlanjur terbiasa dengan kamu. Kamu yang ceria. Kamu yang manja. Kamu yang sangat bisa membuat aku senang. Aku tidak mungkin mudah untuk melakukan kamu, Natasha!" rayu Waode.


"Cukup, mas! Lepaskan aku! Untuk apa kamu mengikat kedua tangan dan kakiku ini? Lepaskan, mas! Aku ingin bebas dari kamu!" kata Natasha.


"Akan aku lepaskan asal kamu mau menuruti semua permintaan ku!" sahut Waode.


"Hem, apa permintaan kamu, mas? Katakan!" kata Natasha.


"Kembalilah dengan aku! Dan kita bersama kembali di rumahku," jawab Waode.


"Bukankah sudah aku katakan. Kalau aku tidak mungkin menerima permintaan kamu untuk yang satu itu,. mas! Di samping aku sudah sangat malu jika mengingat kejadian itu. Aku tidak ingin melihat wajah putra kamu yang sudah melecehkan aku," kata Natasha.


"Maafkan putraku! Dia melakukan itu semua karena ingin memisahkan kita. Gabriel melecehkan kamu supaya bisa menyakinkan aku kalau kamu telah menggoda Gabriel. Dan Gabriel sangat marah kepada ku karena aku menikah kembali dan membiarkan mama nya tersingkirkan dari perhatian ku," jelas Waode.


"Sudah cukup, mas! Mas Waode menguraikan. masalah keluarga mas. Sekarang lepaskan aku! Kalau tidak? Aku akan berteriak keras supaya tetangga mendengar teriakan ku dan mas Waode akan dianggap telah menculik aku dan bahkan akan memperkosa aku," kata Natasha. Waode menyipitkan kedua matanya.


"Memerkosa? Bahkan aku tidak pernah memikirkan itu untuk melakukan nya terhadap kamu. Namun setelah kamu berkata seperti itu, aku menjadi ingin melakukan nya. Sepertinya ini akan lebih nikmat. Apalagi dengan posisi kamu yang terikat seperti ini," tantang Waode dengan senyuman nakalnya.


"Jangan! Jangan lakukan itu, mas! Aku bersumpah jika kamu melakukan ini, aku tidak akan memaafkan kamu seumur hidupku," ancam Natasha. Namun Waode kini menundukkan kepalanya dan melepaskan ikatan kaki Natasha. Lalu setelah itu diluar dugaan, Natasha. Waode menggunting baju Natasha.

__ADS_1


"Jangan lakukan itu mas!" teriak Natasha keras.


__ADS_2