DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI

DIAM-DIAM MENYUKAI IBU TIRI
BAB 49


__ADS_3

"Bersikaplah manis dan manja dengan ku, Natasha! Tunjukkan kalau kita ini sepasang kekasih!" bisik Gabriel pada Natasha. Gabriel memeluk pinggang Natasha memasuki kafe, di mana di sana acara pesta ulang tahun itu di adakan.


"Kenapa aku harus menuruti kemauan kamu yah?" sahut Natasha juga ikutan berbisik mendekat ke telinga Gabriel.


"Karena kita adalah sepasang kekasih," ucap Gabriel. Natasha melebar matanya seraya mendongak kepalanya ke arah mata Gabriel. Gabriel tentu memiliki tinggi badan yang lebih tinggi daripada Natasha. Ketika mereka berjalan, Natasha memiliki tinggi sebahu Gabriel.


"Walaupun kita hanya pura-pura kan?" ucap Natasha.


"Hem, bersandiwara selayaknya kekasih yang saling mencintai. Tapi jika kebablasan, itu yang aku harapkan," sahut Gabriel.


"Itu tidak akan terjadi! Karena aku akan menjewer telinga kamu jika itu sampai terjadi," ucap Natasha. Gabriel cekikikan mendengar nya.


"Sepertinya kebiasaan mama Martha yang suka menjewer telinga ku, telah kamu warisi!" sahut Gabriel.


"Benar! Bunda Martha telah menitipkan kamu padaku sebelum bunda Martha menemui ajalnya. Dia sangat bahagia saat merasakan beberapa malaikat mendatangi nya sebelum ajalnya menjemputnya. Dia seperti sudah sangat siap meninggal dunia. Rasa sakit yang dideritanya bertahun-tahun, aku rasa sebagai penebusan dosa-dosa nya yang sudah ia lakukan semasa dulu. Tidak ada kesempurnaan bagi kita manusia yang selalu melakukan kesalahan dan dosa," ucap Natasha.


"Hai, jangan berkhotbah di sini, Natasha!" protes Gabriel. Natasha tersenyum menunjukkan giginya yang putih saat Gabriel berusaha menutup telinga nya


Mereka sudah masuk ke dalam kafe. Di sana sudah di dekorasi selayaknya acara pesta ulang tahun. Ada kue ulang tahun yang sudah disiapkan juga di sana. Zaza bersama keluarga besar nya sudah berada di sana. Teman-teman artis dan kenalan selebritis juga sudah memadati ruangan itu. Dengan gaun pesta yang elegan begitu pas di badan Zaza yang memiliki tubuh yang indah.


"Jangan menjauh dariku, Natasha! Jangan sekali-kali melepaskan pegangan tanganku," ucap pelan Gabriel.


"Bukan aku yang melepaskan pegangan di tanganku ini. Tapi kamu sendiri yang akan menjauhi aku dan mendekati wanita cantik itu yang sedang menjadi putri di acara pesta ulang tahun nya," tebak Natasha.


"Hem, kamu sudah bisa menebaknya? Zaza yang mana?" tanya Gabriel.

__ADS_1


"Tentu saja yang selalu melihat ke arah kamu. Dia memakai gaun berwarna perak dengan sedikit belahan di bagian dada nya. Hem cukup indah dan bikin penasaran bagi kaum Adam. Aku saja sebagai seorang wanita cukup terpesona dengan penampilan nya malam ini. Apakah kamu tidak, Gabriel?!" ucap Natasha. Gabriel pun memperhatikan ke arah Zaza. Lalu saat mendengar ucapan Natasha, Gabriel hanya tersenyum sinis.


"Dalam hitungan lima dari sekarang! Dia akan melangkah ke sini dan menyapamu, Gabriel! Dan ternyata aku begitu bodoh mempercayai apa kata-kata kamu yang meminta aku mengikuti acara pesta ulang tahun ini. Serta menyuruh aku berpura-pura menjadi kekasih kamu. Padahal kamu hanyalah memanfaatkan aku saja untuk membuat wanita cantik itu cemburu, bukan? Oh astaga Gabriel! Taktik licik seperti ini kenapa selalu kamu pakai dari dulu. Nyatanya kamu diam-diam masih juga memperhatikan bodi seksi yang berisi membuat jakun kamu naik. turun," ucap Natasha panjang lebar.


"Diam lah, kamu Natasha! Kalau kamu tidak mau diam, di sini di depan banyak orang kamu akan kucium paksa," sahut Gabriel. Natasha cekikikan mendengar ancaman Gabriel yang hanya gertakan saja.


"Satu... dua... tiga... lihatlah dia ingin kemari menyapa kamu Gabriel! Empat.... Li... " ucap Natasha pelan. Dan benar saja Zaza datang dengan langkahnya yang anggun mendekati Gabriel.


"Halo, sayang! Maaf, tadi aku harus menyapa teman-teman artis dulu sebelum kamu," ucap Zaza dengan serta merta menarik tangan Gabriel sehingga pegangan nya ke pinggang Natasha menjadi lepas. Kini Zaza memeluk Gabriel dan mencium pipi kanan dan kiri nya. Gabriel tersenyum lebar.


"Oh iya, dia adik kamu kah? Yang menjadi desainer itu kan?" ucap Zaza. Natasha sempat mengerutkan dahinya saat mendengar ucapan Zaza. Sedangkan Gabriel hanya tersenyum saja menunjukkan bahwasanya dia adalah seorang pria cool dan asyik.


"Hem, ternyata Gabriel menyampaikan kepada Zaza, kalau aku adalah adik nya. Hehehe, seperti itu??" batin Natasha.


"Zaza! Aku kekasih Gabriel!" ucap Zaza memperkenalkan dirinya.


"Hem, aku Natasha!" sahut Natasha.


"Adiknya Gabriel kan?" sambung Zaza. Natasha tersenyum lebar.


"Gabriel, sayang! Aku tinggal sebentar dulu yah! Ini acara nya mau dimulai. Oh iya, nanti jika kamu dipanggil ke depan. Ikuti saja yah?!" ucap Zaza.


"Mau ngapain?" tanya Gabriel.


"Aku akan mempertegas pada media sosial kalau kita ini memang memiliki hubungan spesial. Kita sebentar lagi akan tunangan," jawab Zaza. Natasha yang mendengar hanya tersenyum lalu memperhatikan Gabriel yang mulai salah tingkah.

__ADS_1


"Sebentar, sayang! Aku ke depan dulu yah! Itu papa mama sudah melambaikan tangan memberi kode acara akan dimulai.


Natasha masih saja memperhatikan Gabriel dan Zaza secara bergantian.


" Hem! Dia sudah serius dengan kamu, Gabriel! Apakah kamu masih mau bermain-main saja? Bahkan aku lihat, dia sangat sayang dan menyukai kamu. Selain itu dia juga wanita yang baik. Mau cari seperti apa lagi?" ucap Natasha.


"Diam kamu! Aku mengajak kamu tidak untuk menceramahi aku," sahut Gabriel seraya kembali memeluk pinggang Natasha dengan mesra.


"Gabriel! Jangan memeluk ku seperti itu dong! Lihat teman-teman Zaza di sini juga banyak yang keren-keren dan maco! Tidak kah kamu memberikan aku kesempatan untuk digoda meraka? Tampaknya ada laki-laki di sudut itu yang selalu memperhatikan aku," kata Natasha.


"Jangan berpikir mencari laki-laki lain Natasha! Aku di dekat kamu saat ini adalah kekasih kamu! Ingat itu!" protes Gabriel.


"Hahahaha benar-benar egois! Tapi setelah ini Zaza akan memperkenalkan kamu sebagai kekasih nya. Jadi sebentar lagi orang-orang akan tahu kalau aku adalah adik kamu, sesuai pengakuan kamu terhadap Zaza," ucap Natasha.


"Eh??" Gabriel melotot tajam ke arah Natasha.


*****


Acara pesta ulang tahun sudah selesai. Kini berlanjut acara bebas. Keluarga Zaza sudah meninggalkan kafe itu di mana di kafe tersebut masih banyak teman-teman Zaza menikmati live musik dengan ditemani banyaknya hidangan makanan minuman. Zaza kini terlihat menempel terus dengan Gabriel. Seolah tidak diberi kesempatan jauh dari Zaza.


Saat acara pesta ulang tahun berlangsung, Zaza memperkenalkan Gabriel dan mengumumkan secara resmi bahwa Gabriel adalah kekasihnya yang sebentar lagi merupakan akan bertunangan.


Sekarang ini Natasha duduk di kursi sudut sambil menikmati minuman dan makanan nya. Natasha memperhatikan beberapa teman-teman Zaza yang datang dari cara berpakaian dan penampilan nya. Dari sana Natasha mendapatkan ide dari. Mungkin setelah dari tempat itu, Natasha akan secepatnya menuangkan di coretan kertasnya saat di rumah.


"Eh, Gabriel juga sudah menikmati acara ini. Dia sudah lupa jika telah mengajakku di pesta ini. Sebaiknya aku diam-diam keluar dari kafe ini. Dan pesan taksi saja. Jika mengajak Gabriel pulang, itu artinya aku menghentikan kesenangan Gabriel dan Zaza malam ini," gumam Natasha. Dia segera meninggalkan kafe itu secara diam-diam.

__ADS_1


__ADS_2