
"Di mana Natasha! Di mana Natasha, ayah!?? Ayah bohong!! Ayah telah membohongi diriku," teriak Gabriel.
Kini Gabriel sudah berada di mansion Pras. Gabriel yang berada di kamar kini diikat tangan dan juga kaki nya. Gabriel di atas tempat tidur dalam posisi kaki dan tangan nya diikat. Sehingga Gabriel tidak bisa merusak dan menghancurkan benda-benda yang ada di sana.
Pintu kamar itu terbuka dan masuklah Pras bersama dengan seorang wanita cantik dan seksi. Pras sengaja mendatangkan seorang wanita cantik dan seksi untuk memberikan rasa enak pada Gabriel. Supaya Gabriel sedikit bisa melupakan kesedihan nya karena belum menemukan Natasha. Mungkin saja Gabriel sangat rindu dengan Natasha hingga dia menggila. Namun semua anak buah telah dikerahkan untuk mencari keberadaan Natasha asli. Namun belum juga ditemukan.
"Gabriel, malam ini ayah membawakan wanita cantik untuk kamu. Dia Ana. Semoga Ana bisa membuatmu sedikit melupakan Natasha mu itu. Karena kamu adalah seperti laki-laki yang tangguh. Kamu harus bangkit. Jangan seperti ini. Kalau kamu seperti ini, tidak akan berpengaruh apapun terhadap keadaan. Dan Natasha kamu juga tidak datang kepada mu," ucap Pras dengan tersenyum seringai nya.
"Ana! Layani putraku itu! Buat dia senang. Bersenang-senang lah dengan putra ku itu. Buat dia sadar, kalau wanita yang bisa membuat nya enak bukan hanya istrinya saja," perintah Pras.
__ADS_1
"Om, apakah tangan dan kaki nya tetap diikat seperti itu?" tanya Ana.
"Benar! Kalau tidak diikat, putraku itu akan ngamuk dan memecahkan semua benda-benda di dalam kamar ini," ucap Pras.
"Sekarang lakukan tugas kamu! Bikin putraku sehat kembali!" perintah Pras. Pras segera berlalu dari kamar itu. Sementara Ana menatap pria muda dengan sorot mata yang tajam terhadap dirinya.
Namun Ana tidak takut dengan ancaman Gabriel. Ana lebih takut jika tidak melakukan perintah dari Pras. Dengan sepenuh tenaga, Gabriel ingin melepaskan tangan dan kaki nya.
*****
__ADS_1
"Di mana Gabriel, hah? Kenapa jadi kamu yang diikat kaki dan tanganmu? Di mana dia, hah?! Dasar kamu tidak becus menjalankan. tugas!" umpat Pras saat mendapati Ana sekarang terikat kaki dan tangan nya di atas peraduan itu. Sedangkan Gabriel tidak ada di dalam kamar itu.
"Awalnya, putra anda meminta untuk membuka ikatan tangan dan kakinya. Alasannya supaya bisa lebih leluasa untuk bermain dengan saya. Tapi kenyataan nya, saya lah yang di ikat kaki dan tangan saya. Putra anda keluar dari kamar ini. Setelah itu saya tidak tahu lagi, karena saya tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu ada seseorang yang masuk ke dalam kamar ini," jelas Ana.
"Bodoh! Dasar bodoh! Bukannya sudah aku bilang, jangan melepaskan ikatan kaki dan tangan nya. Kalau seperti ini sudah pasti putra ku itu kembali ke mansion nya. Benar-benar bodoh! Semua penjaga pun terperdaya dengan tipu muslihat putraku," kata Pras.
"Om, bagaimana dengan saya?" ucap Ana.
"Tunggu, biar anak buah ku yang akan melepaskan ikatan kamu," sahut Pras yang segera berlalu dari kamar itu.
__ADS_1