
Beberapa hari ini Khansa menghabiskan waktunya bersama dengan Revan, bahkan saat jam makan siang Revan selalu saja datang ke Restoran milik Andin.
Bahkan pengasuh Khansa pun sekarang nganggur dan memutuskan untuk membantu Andin mengerjakan pekerjaan Rumah dan memilih tinggal di Rumah.
Seperti saat ini, weekend datang dan Revan sudah nangkring di ruangan Andin. Sedangkan Andin sendiri sudah pergi untuk belanja mingguan bersama dengan sopir dan salah satu karyawannya.
"Om, aku capek"
Khansa merebahkan tubuh nya di sofa dengan nafas yang ngos-ngosan, dia kelelahan setelah beberapa kali di goda serta tertawa bersama dengan Revan.
Revan sendiri hanya bisa terkekeh dan mengelus lembut pipi Putri dari wanita yang ia cintai.
"Istirahat dulu sebentar sambil nunggu Bunda, lalu setelah nya kita akan pergi jalan-jalan"
"Horee, oke"
Revan menggelengkan kepala nya, ia membiarkan Khansa istirahat sendirian dan dirinya akan memeriksa beberapa pekerjaan yang memang belum sempat ia lihat.
Hampir 1 jam mereka menunggu Andin dan datanglah wanita tersebut dengan wajah lelah nya dan keringat di pelipis, dengan sigap Revan memberikan sapu tangan milik nya dan air minum.
"Terimakasih, Re"
Revan menganggukan kepala dan kembali duduk di samping Khansa yang masih terlelap.
"Re, aku akan bersiap dulu dan setelah itu kita makan siang dulu. Baru setelah nya kita berangkat ke Mall"
"Oke bu Boss"
Ck,
Andin berdecak dengan terkekeh geli, ia melenggang masuk ke dalam kamar pribadi yang memang ada di ruang kerja nya.
Sedangkan Revan menganggu Khansa agar bangun, ia juga sudah memesan beberapa makanan kesukaan Andin dan Khansa.
'Eunghh'
"Om, kenapa ganggu Aca"
Khansa merenggut kesal dan menghentakan tubuh nya ke pangkuan Revan, bahkan ia mencebikan bibir nya dengan menatap kesal Revan.
"Kita makan siang dulu sebelum ke Mall, Bunda sudah datang dan sedang mandi"
Hah.
"Baiklah, Om aku ingin jus"
"Segera datang tuan putri"
Hahahaha.
Khansa dan Revan tertawa setelahnya, keduanya lalu bercanda ria dengan menunggu makanan dan sang Bunda yang sedang mandi.
*
__ADS_1
Singkat cerita, kini Revan, Khansa dan Andin sudah berada di Mall yang cukup besar.
Mereka terlihat sangat romantis dan juga seperti keluarga harmonis, dimana Khansa di gandeng oleh Revan dan Andin di sisi kanan kiri nya.
Bocah 5 tahun itu terus saja melirik kesana kesini dengan senyuman bahagia di wajah nya, hampir 1 bulan ini Revan dekat dengan mereka dan membuat Khansa seperti mendapatkan sosok Ayah yang baru dan baik.
Terlihat jelas di wajah Khansa, ia bahkan tak segan-segan akan bermanja ria dan merengek saat ingin sesuatu pada Andin.
"Bunda, Om, aku ingin main dulu dan setelah itu belanja"
"Siap"
Andin dan Revan menjawab bersama, keduanya lalu tersenyum kecil dan membawa si kecil Khansa ke lantai paling atas yang mana disana khusus arena bermain untuk anak-anak.
Revan membawa Khansa bermain, sedangkan Andin sendiri duduk di kursi tunggu karena merasa masih lelah dan Revan juga melarang nya.
"Terimakasih Re, kamu mengembalikan senyum di wajah Khansa kembali dan kamu juga menemani serta memberi suport padaku"
Andin tersenyum lega dan bahagia saat melihat Khansa yang tertawa riang dan lepas saat bermain dengan Revan.
Namun, Andin menatapnya sendu kala ingat bagaimana saat ia dan Revan berbicara yang ternyata Revan mengetahui kisah kelam nya.
Dan saat itu juga Andin menumpahkan tangisnya di pelukan Revan, ia merasa sangat nyaman dan aman hingga membuatnya terus saja menangis.
-Flashback.
Setelah sang Asisten memberikan berkas yang berisi tentang Andin, Revan langsung membaca dan mengepalkan tangannya erat.
Hingga ia langsung saja membuat janji dan Andin pun menyanggupi nya, keduanya bertemu di Restoran yang sangat privat dan Revan tak segan-segan juga menempatkan pengawal agar tidak ada yang mengganggu nya.
Deg.
Andin merasakan kemarahan di setiap kata yang di ucapkan oleh Revan, ia bahkan melihat jelas bahwa Revan sedang menahan amarah yang cukup besar.
Huh.
Andin membuang nafas kasar, hingga ia menceritakan semuanya tanpa ada yang di lewati dan di lebihkan.
Bagaimana ia bertahan dengan diam, namun semuanya sia-sia karena ternyata Candra tidak berubah dan malah semakin menjadi.
Hingga pada akhirnya ia memutuskan menyerah dan pergi, saat diamnya tak berarti dan dia merasa begitu kecewa akan Candra.
Tangis yang selama ini ia tahan pun luruh dengan seketika, Andin menangis dengan sesegukan dan Revan langsung membawa nya kepelukan.
Tangannya mengepal kuat hingga urat-urat nya terlihat, ia begitu marah saat tau kebenaran dari mulut Andin sendiri, bahkan Revan melihat jelas kekecewaan, sakit dan juga putus asa di mata indah Andin.
Kau akan menyesal, Candra.
-FlashOff.
"Hei, kenapa malah melamun"
Eh.
__ADS_1
Andin kaget dan tersenyum saat melihat Khansa dan Revan sudah berada di hadapannya.
Ia memberikan minuman yang sejak tadi ada di dekapannya, dan dengan senang hati Revan menerima nya.
"Bunda ayo sekarang kita belanja, kata Om akan di traktir sampai puas"
Khansa berucap dengan berbinar dan memegang tangan Andin erat, ia begitu bahagia dan leluasa meminta apapun.
Namun, Andin merasa tak enak karena lagi dan lagi Khansa meminta sesuatu pada Revan.
"Ayo cepat Andin, jangan banyak kepikiran"
Revan langsung memegang tangan Andin dan membawanya ke lantai bawah, dimana disana tempat belanja para wanita yang banyak sekali outlet-outlet keperluan wanita.
Andin hanya bisa pasrah dan menghela nafas kasar, ia tak bisa menolak karena nantinya Khansa yang akan merajuk karena Revan akan mengompori anak gemas nya.
Khansa meminta Revan membawa nya ke outlet gaun untuk anak-anak, ia ingin membeli dress karena besok Revan akan membawa nya ke perusahaan dimana ia bekerja.
"Bun, cantik tidak?"
Dengan gerakan yang memutar dan wajah gemas nya Khansa keluar dari ruangan ganti dengan memakai dress begitu indah.
"Kau sangat cantik, Nak"
Hehe.
Khansa langsung tersenyum malu-malu, ia lalu menatap Revan seolah meminta pendapat nya.
"Bagus sih, namun kurang mahkota kecil agar seperti putri ratu"
Haha.
"Om benar, ayo setelah ini nanti beli"
Andin menggelengkan kepala nya, ia menghela nafas kasar dan memilih diam saja melihat tingkah keduanya yang sangat antusias.
Dan, weekend itu mereka habiskan dengan jalan-jalan dan kuliner di sekitaran kota itu.
Hingga tepat jam 10 malam Andin di antarkan oleh Revan ke Rumah nya, dan esok pagi ia akan menjemput Khansa untuk membawa nya ke perusahaan.
"Hati-hati dan terimakasih untuk hari ini, Re"
"Oke, langsung istirahat ya"
Lambaian tangan Revan dapatkan sebelum akhirnya ia melaju lebih jauh dan menghilang di pandangan Andin.
.
.
.
.
__ADS_1
.