Diamnya Istriku

Diamnya Istriku
Bab 29 Kecemburuan Candra.


__ADS_3

Acara rapat pun berlangsung dengan damai, beberapa sekertaris dari mereka sudah presentasi dan sekarang giliran Andin menjelaskan beberapa poin yang memang akan di gunakan di perusahaan Revan.


Andin bangkit dari duduk nya, dia memberikan beberapa lembar copyan berkas nya pada yang lain.


Hingga ia memulai dengan sangat elegant dan memukau, beberapa orang disana berdecak kagum dengan pembawaan Andin yang sangat elegan.


Mereka menganggukan kepala tanda mengerti apa yang di jelaskan oleh Andin.


Tepuk tangan dan kepuasan mereka tunjukan pada Andin, begitupun dengan Candra yang kini ikut berdiri dan mengecup pelipis Andin lembut.


"Kau sangat hebat, sayang"


Andin tersipu, dia membalas dengan senyuman saja dan kembali duduk bersama dengan yang lainnya.


Selanjutnya, Revan dan yang lainnya bernegosiasi dengan cukup tegang dan alot. Karena ada dari beberapa mereka yang tak mau begini dan begitu.


*


Hampir jam 10 pagi mereka baru menyelesaikan rapat tersebut dan Revan menyuruh mereka menikmati hidangannya lebih dulu sebelum bubar.


Andin terus saja menempel pada Revan, ia tak jauh dan makanan pun di pesankan oleh sang Suami.


"Kenapa kau malah ikut, bagaimana dengan Khansa?"

__ADS_1


Andin menatap Candra dengan sinis, dia lalu menghela nafas nya dan menatap kembali pada mantan Suami nya tersebut.


"Khansa sedang sekolah dan akan melakukan les setelah nya, lalu setelah itu akan aku jemput dan pulang deh"


"Memang nya ada apa ya, Pak Candra?"


Para klien Revan hanya diam dan menikmati hidangan penutup saja, mereka memilih jalur aman daripada harus kehilangan klien seperti Revan.


Dan sebagian dari mereka memilih izin pulang daripada harus melihat drama yang di buat oleh Candra.


Sedangkan Candra? Dia mengepalkan tangan dengan kesal, bahkan wajah nya sudah begitu memerah menahan emosi dan cemburu.


Setelah semua klien pulang, dan tinggalah disana hanya ada Candra, Revan dan Andin.


Sialan kalian berdua, awas saja kalian.


Saat Candra akan keluar, terdengar decapan di belakang nya dan benar saja bahwa Revan dan Andin sedang bercumbu begitu panas nya.


Bruk.


Pintu di tutup dengan sangat kerasnya oleh Candra, ia melangkah dengan penuh cemburu dan amarah yang memuncak.


"Awas saja kau Andin, aku akan mengurungmu dan Khansa di sangkar emas yang penuh dengan kemewahan"

__ADS_1


Candra begitu yakin dan penuh tekad saat memikirkan Andin yang akan bisa ia rebut dengan mudah, beberapa rencana sudah dia susun dan bahkan Candra sudah menyiapkan semuanya.


Mobil melaju dengan sangat kencang, Candra benar-benar merasa kesal dengan Revan yang ia sangka sudah merebut Andin dari dirinya.


*


Sedangkan di Cafe, Andin dan Revan baru saja keluar dari ruangan. Keduanya masuk ke dalam mobil dengan kekehan kecil yang masih ada di wajah keduanya.


Namun, kemeja Andin tampak kusut bagian atas nya dan sudah pasti itu ulah Revan.


"Sayang, nanti tuntaskan ya. Lihat di merajuk dan tak ingin tidur"


Ya ampun, gumam Andin menepuk pelan kening nya dengan apa yang di bisikan oleh Suami nya.


"Kau sangat mesum sekali hari ini, Mas"


Andin langsung masuk ke dalam mobil dengan berdecak kesal, sedangkan Revan sudah tertawa bahagia karena akan mendapatkan kesenangan dari sang Istri tercinta.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2