Diamnya Istriku

Diamnya Istriku
Bab 41 Kembali nya Candra


__ADS_3

Khansa berteriak senang, dia begitu antusias saat mendengar bahwa calon adik nya ternyata ada dua.


Bukan hanya Khansa yang antusias, namun semuanya juga sangat antusias dan bahagia dengan apa yang barusan mereka dengar.


Setelah melakukan rangkaian pemeriksaan dan segala nya, kini Andin dan keluarga memutuskan untuk pulang karena hari sudah beranjak sore.


Selama di perjalanan, Andin sudah terlelap karena memang tubuh nya sangat kelelahan dengan semua aktifitas ini.


*


Sesampai nya di Rumah, Andin langsung saja merebahkan tubuh nya di sofa yang ada di ruang keluarga.


"Lelah hmm?" tanya Ibu mengusap lembut lengan sang menantu.


Andin hanya menyengir saja, ia lalu merebahkan kepala nya di atas pangkuan sang mertua.


Nyaman sangat nyaman saat ini Andin rasakan, betapa ia sangat bersyukur nya karena mendapatkan suami yang sangat siaga, setia dan di tambah dengan mertua yang sangat sangat menyayangi nya.


"Ayo bangun dan segera bersihkan diri, ini sudah mau malam dan tak bagus bagi orang hamil" ajak Revan dengan menggendong tubuh Andin yang masih setia rebahan.


"Mas ishhhh" kesal Andin dengan mencebikan bibir nya.


Sedangkan Khansa, ia terkekeh melihat kelakuan Ayah dan Bunda nya.


Dia lalu mendekati sang Nenek dan bermanja ria dengan nya, Khansa sama sekali tidak masalah saat melihat Andin yang lebih fokus pada kehamilannya.

__ADS_1


"Nenek, Bunda itu lucu ya kalau saat kesal. Pipi nya yang cuby sangat menggemaskan" celetuk Khansa dengan tawa yang renyah.


"Kakak sudah gak sabar loh nunggu kelahiran babby twins" kekeh nya lagi dengan wajah berbinar.


Ibu hanya tersenyum, dia memeluk Khansa dengan gemas. Tingkah Khansa sudah sangat orang dewasa saja, padahal ia hanya anak yang baru saja mau masuk sekolah dasar.


...****************...


Sedangkan di sebuah Bandara, satu keluarga baru saja tiba dan langsung memutuskan untuk kembali ke rumah nya.


Candra, ya itulah keluarga Candra yang baru saja tiba di tanah air setelah beberapa bulan lama nya pergi berobat ke luar negeri.


Marisa yang sudah sembuh pun mengekor saja bersama sang Ibu mertua.


"Langsung saja ke Rumah, Bram" ucap Candra pada Asisten pribadi nya.


"Baik Tuan"


Mobil melaju dengan sangat nyaman, kedua orangtua dan sang Istri sudah kembali terlelap karena memang hari sudah hampir dini hari.


"Bagaimana kabar perusahaan?" tanya Candra dengan serius.


Lalu Bram pun melaporkan semuanya dan memang perusahaan baik-baik saja karena Bram sangat kompoten dalam bekerja.


Hingga tak lama kemudian mereka tiba di rumah, dan Candra pun mengajak Bram ke ruang kerja nya karena ada yang ingin mereka bahas.

__ADS_1


Ceklek.


"Kunci pintu nya" ucap Candra pada sang Asisten.


Dengan patuh sang Asisten mengangguk, dia lalu duduk berhadapan bersama dengan sang atasannya.


"Bagaimana kabarnya? Apa dia baik-baik saja?" tanya Candra dengan pandangan yang menerawang.


"Baik, mereka baik-baik saja dan tak terlihat tidak bahagia" jawab snah Asisten dengan memberikan berkas pada sang Tuan.


Candra mengambil nya, dia lalu membaca dan melihat tulisan di dalam berkas tersebut.


Senyuman kecil terlihat di wajah Candra, dia lalu menutup nya dan langsung menyimpan di dalam laci.


Aku kembali lagi, dan aku belum sama sekali menyerah untuk mendapatkan mu.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2