
Candra begitu histeris saat tahu wanita di hadapannya bukanlah Andin, dia bahkan sudah menggeram marah dan mengepalkan tangannya kuat.
"Kau siapa hah, kau bukan Andinku" bentak Candra.
Glek.
"Kamu yang siapa Tuan, aku ini memang Andin" jawab wanita tersebut dengan terbata-bata.
Candra langsung melangkah, dia sudah sangat ingin mencekik wanita itu namun berhenti kala pintu di buka dari luar kamar.
Ceklek.
"Hentikan, Mas" ucap Marisa, dia masuk bersama dengan Andin, Revan serta kedua orangtua Candra.
Deg.
"Ka kalian"
"Jadi ini adalah ulah kalian? Kenapa kalian menghalangiku untuk mendapatkan Andin" teriak Candra tak terima.
"Karena aku tidak mau bersama mu kembali, Mas. Lihat aku, aku kini sedang hamil anak dari pria lain yang sangat aku cintai dan ia juga mencintaiku" ucap Andin dengan tegas.
Candra menggelengkan kepala nya, dia tak terima dan juga menatap mereka semua dengan penuh amarah.
Bahkan langkah nya kini mendekat ke arah Andin, dia sudah sangat ingin memeluk wanita cantik itu.
__ADS_1
"Lepaskan, lepaskan aku brengsek" teriak nya kembali saat tubuh nya di pegangi oleh beberapa anak buah Revan.
"Dengarkan ini Mas Candra"
"Berhentilah untuk mengharapkan aku, karena semua ini sudah berlalu dan berbeda. Aku dan keluarga kecilku, dan kamu bersama dengan keluarga kamu"
"Lihatlah dia, dia wanita yang kamu pilih untuk menggantikan aku! Berubahlah, sama seperti dia yang sudah berubah dan berdamai dengan semua ini"
Jelas Andin dengan panjang lebar, dia sudah lelah bermain kucing-kucingan dengan Candra dan yang lainnya. Andin juga ingin bebas dan bermain dengan Khansa di dunia luar dan bukan hanya di dalam rumah saja.
"Tidak, aku tidak akan melepaskan kamu kembali Andin. Kamu adalah Istri ku dan akan tetap seperti itu" bentak Candra dengan wajah yang memerah.
"Dia, dia itu hanya wanita murahan yang sudah memisahkan kita sayang" ucapnya lagi dengan melunak.
Sedangkan Marisa? Dia sudah menundukan kepala dan menangis terisak di pelukan mertua nya.
"Itu adalah kesalahan kita dulu, dimana kita melakukan perbuatan hina itu hanya demi kepuasan kita. Tanpa kita tahu bahwa ada seseorang yang sakit oleh kelakuan kita itu, Mas"
"Tapi, aku juga tidak mau mengulangi nya lagi dan aku benar-benar sudah berubah. Aku mencintaimu dengan sangat Mas"
Ucap Marisa dengan terisak, dia bahkan terlihat sangat bersungguh-sungguh dan tak main-main.
"Tidak hahahha"
"Kau tau Marisa, aku menikahi mu hanya ingin hartamu saja untuk aku nikmati bersama dengan Istri dan Putri ku" balas Candra dengan tawa yang sangat membahana.
__ADS_1
Deg.
Marisa menggelengkan kepala nya, sungguh ia tak percaya ini semua.
Dia lalu diam dan mundur dari sana bersama dengan Bunda Candra.
Sedangkan di dalam, Candra semakin tak terkontrol dan terus saja histeris.
Hingga terpaksa Ayah dan beberapa anak buah dari Revan membawa nya paksa dari sana, Ayah Candra akan membawa Putra nya ke Rumah sakit agar di periksa.
Kejiwaan Candra sangat terguncang, apalagi setelah mendapatkan penolakan dari Andin beberapa kali.
Bahkan Khansa pun tak ingin menemui nya karena takut dan ia memilih mengurung diri jika ada Candra.
Marisa dan Bunda pergi kembali ke Rumah, keduanya di antarkan oleh anak buah Revan.
Andin dan Revan sendiri sudah sejak tadi pulang karena kondisi Andin yang lemah.
.
.
.
*Maaf untuk besok mungkin akan libur Up dulu, othor nya ada kegiatan di dunia nyata.
__ADS_1