Diamnya Istriku

Diamnya Istriku
Bab 26 Salah Lawan


__ADS_3

Heh.


"Kau merasa bangga dan tinggi ya sekarang Mbak, karena suami mu itu kan orang kaya dan terpandang"


"Dan aku juga tau kau pasti menggaetnya dengan menggunakan tubuhmu itu bukan?"


Andin terkekeh, dia lalu menatap Marisa dan Candra tak kalah dari menantang.


"Tentu saja, kenapa aku harus takut? Suamiku punya segalanya yang tidak akan tentu menukar kebahagianku dan Khansa hanya demi kedudukan dan harta, bukan begitu sayang?"


"Tentu saja benar, karena kamu adalah yang pertama. Dan perlu kamu ingat Nona Marisa, Istriku tidak perlu menggunakan tubuh indah nya untuk menggaetku, karena apa? Karena dia adalah berlian berkilauan yang mana siapapun lelaki ingin memiliki nya"


Huh.


Marisa mendenguskan nafasnya kesal, dia lalu menatap Andin yang masih memeluk lengan Revan manja.


Iri?


Tentu saja, karena impian para wanita memiliki sosok seperti Revan. Sudah tampan, kaya, mapan dan ah paket komplit saja dan sudah pastinya mereka akan bahagia jika memiliki nya.


"Tetapi sayang nya kau Ibu yang buruk, kenapa kau jalan-jalan dengan Suami mu dan sedangkan Khansa? Kemana dia?"


Haha.

__ADS_1


"Aku ini bukan dirimu yang selalu lupa akan kebahagian orang yang penting, apa kalian ini sedang menyindir diri kalian sendiri?"


Deg.


Candra mengepalkan tangannya, dia menatap tak suka pada Andin dan Revan yang malah cekikikan dan merangkul manja itu.


Rasanya emosi Candra dan Marisa di permainkan oleh mereka, dan keduanya pun memilih pergi dari sana karena muak akan tingkah lawan mereka.


"Ya ampun, lucu sekali kalian. Salah pilih lawan kalian itu"


Andin berucap dengan masih tawa kecil nya, lalu ia memeluk Revan dengan hangat.


"Ayo kita pulang, Kakak sudah nunggu di dalam mobil sejak tadi"


Sedangkan disana? Menyisakan orang-orang yang sejak tadi melihat aksi mereka yang cukup elegan membalas sang mantan.


🐰


Di kediaman Candra, sepasang pasutri itu baru saja tiba di Rumah.


Keduanya langsung masuk dengan perasaan yang sangat dongkol dan kesal, Marisa langsung masuk ke kamar dan Candra sendiri memilih duduk di ruang keluarga.


Kedua orangtua Candra hanya diam saja, keduanya tak pernah mau bertegur sapa pada menantu dan Putra nya setelah insiden pemaksaan itu.

__ADS_1


Kekecewaan akibat pengkhianatan Putra nya pada Andin belum sembuh, dan kini mereka mendapatkan kekecewaan kembali dengan pemaksaan yang Candra lakukan.


Mereka hanya bisa diam saja dan tak mau berbincang, kalau ditanya ya di jawab kalau enggak ya mereka acuh.


Seperti saat ini, di ruang keluarga dan duduk bersebelahan saja mereka tidak bertanya apapun tentang apa yang sudah Candra lalui.


Hingga pada akhirnya Candra memutuskan masuk ke dalam kamar yang dulu ia tinggali bersama dengan Andin, dia masuk setelah memastikan bahwa Marisa tak akan mencari nya lagi.


Ceklek.


Pintu terbuka dan langsung Candra di sambut dengan potret dimana mereka dulu menikah, disana Andin tersenyum dengan ceria dan tanpa beban.


Candra masuk dan juga tak lupa mengunci pintu nya, dia menatap beberapa poto Andin dan Khansa yang memang sengaja Candra letakan disana sebagai obat rindu pada keduanya.


"Aku akan membawa kalian kembali kesini, lihat saja nanti. Dengan paksaan ataupun kekerasan aku akan merebut kalian kembali"


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2