Diamnya Istriku

Diamnya Istriku
Bab 35 Kritis


__ADS_3

Kabar kecelakaan Candra dan Marisa pun sudah sampai di telinga Andin serta Revan. Keduanya akan melihat ke Rumah sakit esok pagi karena hari sudah mau menjelang malam.


Revan ingin Andin istirahat yang cukup karena hari ini pasti mereka kelelahan, walaupun Andin tak berbuat apapun.


Saat tiba di Rumah, Khansa menanyakan soal kecelakaan itu dan terlihat gurat sendu di wajah nya.


Meskipun Khansa masih terbilang anak-anak, tetapi dia sudah bersikap seperti orang dewasa pada umumnya dalam menyikapi masalah.


"Bunda, kita menjenguknya besok saja ya. Hari ini Khansa juga lumayan lelah"


Itulah kata yang Andin dapatkan saat tadi bersama dengan Khansa, dan Andin hanya menganggukan kepala saja.


*


Sedangkan di Rumah sakit, kedua orangtua dari Candra sudah tiba sejak tadi saat ada yang menghubungi.


Namun, orang tua Marisa belum datang meski sudah di beritahu oleh Ayah Candra.


Sibuk!


Itulah alasan yang keduanya berikan pada Ayah Candra saat tadi di telepon.


"Semoga mereka tidak apa-apa ya, Mas"


Bunda menatap ke arah ruang operasi dengan sendu, dimana disana Candra dan Marisa tengah melakukan operasi pada kaki nya yang memang sama-sama terjepit mobil.


Dan,


Ceklek.


Pintu terbuka setelah hampir 3 jam menunggu, Ayah dan Bunda bangkit serta langsung menghampiri sang Dokter yang sudah keluar.

__ADS_1


"Bagaimana Anak dan menantu saya, Dok?"


Ayah bertanya dengan raut wajah khawatir, meskipun ia kecewa dan marah tetapi tetaplah Candra adalah anak nya.


"Operasi berjalan lancar, namun keduanya kritis karena benturan di kepala nya sangat kencang"


Deg.


"Ya allah"


Bunda mendadak lemas di seluruh tubuh nya, apalagi saat melihat Candra dan Marisa di bawa kembali ke ruang ICU.


Dia memeluk sang suami dengan erat, tak pernah terbayangkan bahwa hal ini akan terjadi pada keduanya dan melihat sang Putra terbujur tak berdaya seperti itu.


Ayah membawa sang istri untuk ke depan ruangan ICU, keduanya duduk disana dengan perasaan yang sangat.


Hari sudah malam, mereka memutuskan akan menginap disana dan esok pagi Ayah akan pulang untuk membawa ganti pakaian.


🐰


Pagi pun menyapa, beberapa orang sudah melakukan aktifitas nya terkecuali Bumil yang jadi pemalas ini.


Dia masih terlelap dengan nyenyak setelah subuh tadi, dan Revan membiarkan saja karena memang mungkin hormon hamil.


Begitupun dengan Khansa, awal nya ia ingin bermanja dengan sang Bunda karena libur sekolah ia urungkan.


Dan Khansa memilih bersama sang Nenek yang sedang membuat sesuatu di dapur nya.


Revan turun dengan wajah segar nya, ia menghampiri sang Putri dan Ibu yang sedang asyik.


"Ayah"

__ADS_1


"Bersiaplah Nak, sebentar lagi kita akan ke Rumah sakit"


Khansa mengangguk dengan patuh, ia kemudian pergi ke kamar nya.


Begitupun dengan sang Nenek, ia juga pergi bersiap karena memang akan ikut menjenguk Candra.


Revan sendiri kembali ke kamar dan melihat Andin yang sudah selesai mandi.


Dia sedang mengeringkan rambut dengan wajah yang lesu dan terkantuk-kantuk.


"Bun, beneran mau ikut?"


Hmmm.


Hanya deheman yang parau di dengar oleh Revan, dan hal itu semakin membuat Revan gemas akan tingkah sang Istri


Cup.


Cup.


"Kau menggemaskan sekali sih sayang"


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2