
Jadwal yang seharusnya pagi ke rumah sakit pun berganti jadi siang karena ulah Revan, dia menerkam sang Istri karena merasa gemas dan tergoda.
Dan, tepat jam 2 siang mereka sudah tiba di rumah sakit. Andin menggandeng lengan Revan, sedangkan Khansa di depannya bersama sang mertua.
Mereka langsung saja ke ruang ICU, karena memang Candra masih disana.
Namun, semalam Marisa sudah membaik dan bahkan siuman. Jadi dia sudah berada di ruang perawatan bersama Bunda Candra.
"Ayah"
"Kakek"
Khansa dan Andin memanggil sosok pria paruh baya yang ada di depannya, keduanya menghambur memeluk pria tersebut dengan penuh kerinduan.
"Andin, Khansa"
Di depan ruangan itu pun terjadi suasana haru biru, dimana Khansa terus saja memeluk sang Kakek dan bercerita banyak.
Sedangkan Andin, ia juga duduk di samping matan Ayah mertua nya dan mengusap lembut lengan nya.
"Syukurlah kalian baik-baik saja, Kakek dan Nenek sempat khawatir kalian akan kenapa-napa saat pergi dari Rumah"
"Andin dan Khansa baik-baik saja Ayah. Oh iya, perkenalkan ini Suami Andin dan itu Ibu mertua Andin, Ayah"
Revan menyalami pria tersebut dengan sopan, begitupun dengan Ibu mertua Andin yang hanya menganggukan kepala saja.
*
Setelah menjenguk Candra, Andin dan keluarga nya memutuskan untuk kembali pulang.
Namun, di pertengahan jalan Andin merengek ingin makan rujak mangga muda.
__ADS_1
"Mas, itu ada pohon mangga dan kamu harus memanjat tanpa izin dulu pada yang punya"
Hah.
pfftttw.
Revan melongo, dia menggelengkan kepala nya pada sang Istri. Namun, tatapan Andin berubah jadi sendu dan bahkan sudah berkaca-kaca.
Sedangkan Khansa dan Ibu menahan tawa nya, mereka meringis melihat Revan namun juga ingin tertawa.
Ya, saat ini mereka sedang di sebuah taman yang ada di dekat perumahan tempat dimana mereka tinggal. Dan disana juga Andin melihat adanya pohon mangga yang berbuah lebat.
"Sudah pergi sana, mau nanti anaknya ileran dan lihat tuh"
Dengan langkah gontai Revan akhirnya mendekati pohon mangga itu bersama dengan anak buah nya, mereka melihat situasi sekitar dan memastikan tak akan ada yang tau.
"Aman Tuan, anda naiklah dengan tangga dan kami akan berjaga disini"
Revan mulai naik, dia tetap waspada karena takut yang punya rumah keluar dan meneriaki nya maling.
"Yeay dapat"
Dengan sorak bahagia akhirnya Revan mendapatkan beberapa mangga dan melemparkannya pada sang anak buah.
Andin yang melihatnya pun berbinar bahagia, dia bahkan bersorak saat Revan memamerkan mangga itu.
Namun,
"Hei kau sedang apa, kau maling ya"
Hah.
__ADS_1
Revan melongo dan dengan segera turun dari sana, ia sudah sangat ingin berlari dari sana karena malu.
Guk
Guk
"Tuan, cepat lari"
Detik itu juga Revan dan anak buah nya lari terbirit-birit karena di kejar anjing dan orang yang punya rumah tersebut.
Mereka secepat kilat mendekat ke arah mobil dan langsung masuk, nafas keduanya sangat memburu dan di luar mobil Andin tengah berbincang pada orang tersebut.
Hah.
Hah.
"Gini amat ya ngidam istri"
Revan membuang nafas kasar dan langsung meneguk air yang sudah di sodorkan sang anak buah.
Ceklek.
"Mas, apa kamu tak apa?"
Revan hanya menggelengkan kepala nya dan tetap mengatur nafas yang masih memburu itu.
.
.
.
__ADS_1
.