Diamnya Istriku

Diamnya Istriku
Bab 37 Jackpot Revan


__ADS_3

Setelah sampai di rumah, Revan membuang nafas lega dengan menghempaskan tubuh nya di sofa.


Andin datang dengan wajah tak enak nya dan menghampiri sang Suami.


"Mas, maafkan aku"


Hiks.


Ehh.


Revan berjingjit kaget, dia lalu menatap Istri nya yang sudah bersimpuh dengan air mata.


Sedangkan Ibu dan Khansa memilih pergi ke dapur dan membuat bumbu rujak saja, keduanya sudah hafal karena mood Andin gampang berubah-ubah.


"Sayang, kenapa nangis hemm? Mas tidak apa kok, nanti malam Mas akan ke rumah itu dan meminta maaf"


Andin mengangguk dan memeluk tubuh Suami nya, entah kenapa ia merasa lelah dan tak lama kemudian Andin terlelap di pelukan sang Suami.


Hufh.


"Itu baru permulaan, Nak. Bakalan banyak drama ibu hamil yang mungkin akan kamu hadapi"


Revan tersenyum, dia mengusap lembut pucuk kepala Andin.


"Tidak apa Ibu, aku akan siaga dan sabar menghadapi nya. Karena itu bukan kemauan Andin sendiri dan suatu kebahagian tersendiri bagiku"


Revan membalas ucapan sang Ibu dengan berbinar, tak ada raut wajah kesal ataupun jengkel.


"Ayah"


"Ayah"


Khansa datang dengan riang dan berbinar, dia duduk di hadapan sang Ayah yang masih mendekap tubuh lelap Bunda nya.


"Kenapa Kak?"

__ADS_1


"Boleh tidak kalau liburan semester besok Kakak ikut Nenek pulang dulu, kata Nenek dia akan pulang sebentar dan nanti kesini lagi untuk lebih lama"


Revan menatap sang Ibu, dia lalu mendapatkan anggukan dan tatapan itu kini menuju ke arah Khansa yang sudah berdebar dan menunggu.


"Nanti kita obrolin lagi sama Bunda ya, dan Ayah akan mengizinkan jika Bunda juga mengizinkan"


Khansa mengangguk setuju, lalu dia berpamitan untuk istirahat sebentar sebelum jam makan siang di mulai.


Begitupun dengan sang Ibu, yang awal nya akan menikmati rujak bersama dengan Andin pun di urungkan karena Andin yang sudah terlelap.


🐰


Tepat jam 4 sore, Andin dan sang Ibu mertua duduk santai di gazebo belakang. Mereka menikmati rujak dengan melihat Khansa serta Revan yang sedang berenang sore.


Andin begitu menikmati rujak tersebut, yang rasanya sangat asam dan juga aneh menurut Revan.


"Bunda, apa Ayah sudah berbicara pada Bunda?"


Khansa datang dengan tubuh yang masih di dalam kolam berenang khusus anak-anak.


"Gini sayang, Kakak ingin ikut Ibu saat libur besok. Karena Ibu akan pulang dulu dan akan kembali lagi nanti nya"


Hmmm.


Khansa menunggu jawaban sang Bunda, ia begitu mengharapkannya dan sangat ingin berlibur.


"Boleh, asal tidak merepotkan Nenek"


"Horee"


Khansa langsung saja bersorak bahagia saat sang Bunda mengizinkannya, dia lalu memeluk Ayah nya dengan perasaan bahagia.


Andin hanya tersenyum saja dan menggelengkan kepala melihat Khansa yang sangat manja pada Revan.


*

__ADS_1


Setelah selesai berkumpul santai, Revan dan Andin memutuskan untuk masuk ke dalam kamar.


Keduanya yang memang belum membersihkan tubuh nya pun berniat untuk membersihkannya lebih dulu.


Andin memeluk lengan Revan dengan sangat manja, bahkan Revan selalu di buat takjub akan tingkah bumil satu ini.


"Mas, aku aku ingin"


Revan menghentikan langkah kaki nya, dia lalu menatap sang Istri yang sedang malu-malu untuk berbicara.


"Ingin apa sayang?"


Emmm.


"Apa? Ingin makanan atau apa?"


Revan bertanya dengan lembut, ia menatap gelagat aneh sang Istri.


"Ishh, bukan makanan. Aku ingin itu"


Itu? Revan yang belum peka pun terlihat bingung dan hal itu membuat Andin jengkel.


"Ish, Baby ingin di jenguk"


Hah.


"Lets go sayang"


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2