
Matahari bersinar dengan sangat indah, menandakan hari ini akan sangat cerah.
Pasangan pengantin itu masih bergumul di bawah selimut tebal yang memang suasana nya sangat sejuk. Bahkan keduanya seperti enggan bangun saja.
Hingga jam menunjukan di angka 8 dan pasangan pengantin baru itupun bangun, keduanya bangun setelah perut nya keroncongan.
Candra keluar kamar dan mendapati ruang tamu yang masih berantakan seperti semalam sesaat dia tinggalkan tidur.
Kemana Andin?, Candra pikir Andin akan membereskannya dan juga biasanya sudah wangi masakan.
"Mas, apa masakannya sudah siap? Aku lapar sekali"
Candra mengedikan bahu kala Marisa bertanya, dia juga sangat lapar dan langsung saja melihat ke ruang makan.
Alangkah terkejutnya saat sampai disana ternyata tak ada makanan sama sekali, bahkan nasi pun sudah habis.
"Tunggu dulu, Mas akan beli bubur saja buat sarapan kita"
Pada akhir nya Candra beli bubur di depan untuk sarapan, nanti setelah itu ia akan bertanya pada Andin kenapa rumah berantakan dan masakan belum terhidang.
Sedangkan Marisa, dia duduk dengan memainkan ponsel di ruang keluarga. Tak ada niatan untuk membereskan ataupun membersihkan kekacauan yang semalam dia dan Candra perbuat hingga suasana disana sangat seperti kapal pecah.
Selang beberapa menit, Candra datang dengan 2 buah plastik bubur yang sangat harum. Dengan semangat, Marisa mengambil namun, dia sudah keduluan Andin.
"Aku satu ya, Mas. Terimakasih"
Dengan langkah girang nya Andin pergi ke ruang makan, dia mengambil mangkuk dan sendok tak lupa dengan air minumnya juga.
Hingga tak begitu lama, madu dan Suami nya pun ikut serta duduk di kursi makan dengan wajah masam dari Marisa.
"Ayo makan, sosweet banget sih makan berdua"
Andin mengolok keduanya dengan jengah, dia kemudian santai kembali sambil menikmati bubur yang mengepul di depannya.
Mereka pun makan dengan pandangan Marisa yang sangat masam pada Andin, dia seakan-akan ingin melahap Andin saat itu juga.
'Euuuuhhh'
Andin selesai dan langsung mencuci bekas makannya, dia melirik banyak cucian dan piring kotor milik kedua manusia yang ada di hadapannya sekarang.
"Cuci baju dan piring bekas kalian sendiri, dan jangan lupa bereskan semua kekacuan itu karena kalian yang sudah membuatnya berantakan hingga sampah ada dimana-mana"
Brak.
"Aku bukan pembantu"
__ADS_1
Heh.
"Aku juga bukan pembantu, Adik madu. Kalau tidak ingin mengikuti aturan disini maka enyahlah dari Rumah ku"
Andin melenggang masuk ke dalam kamar, dia meninggalkan keduanya yang menatap tak percaya pada dirinya.
Ya, Andin baru kali ini berani dengan Candra. Bahkan dia juga menatao Candra penuh kekecewaan dan kebencian yang mendera.
Rasakan, ini baru permulaan dan masih ada lagi yang lainnya Mas Candra.
🐰
Andin sama sekali tidak keluar dari kamar, dia membiarkan Candra yang terus mengetuk pintu agar membantu pekerjaan Rumah. Tetapi, Andin cuek saja dan santai-santai di atas ranjang yang sangat empuk itu.
Rasain, emang enak jadi babu. Enteng sekali kalian akan nyuruh aku yang masak dan beres-beres, sedangkan kalian enak-enakan di kamar.
Drrtt
"Halo sayang"
"Bunda, lihatlah Khansa membeli ikat rambut yang banyak dan juga masih banyak lagi mainan serta baju"
Andin hanya bisa diam dan tersenyum, dia membiarkan sang Putri berceloteh dengan riang dan bahagia nya. Bahkan Khansa memamerkan beberapa baju dan mainan lainnya yang sudah di belikan oleh sang mertua.
Hingga beberapa saat panggilan vidio itupun berhenti dengan Khansa yang sudah kelelahan dan mengantuk.
Ahh mending keluar, sebari mencari udara segar di siang hari, gumam Andin sambil menyambar tas juga kunci motor dari atas nakas samping tempat tidur nya.
Ceklek.
Andin celingukan dan tak mendapati siapapun disana, namun ruangan serta meja makan sudah bersih kembali seperti semula.
Dengan santai nya Andin berlalu dari Rumah itu, namun ia sempat mendengar suara laknat itu kembali dan membuat ia mengepalkan tangannya kuat.
...****************...
Tepat jam makan malam Andin pulang dengan membawa beberapa papperbag brand yang cukup ternama.
Dia masuk ke dalam dengan wajah datar dan acuh, bahkan Andin tak menatap kala Marisa yang melihat nya dengan melotot tajam.
"Massss, lihat istrimu baru pulang"
Teriakan Marisa begitu menggema, bahkan Andin pun sampai terkejut karena teriakannya itu.
Hingga tak lama kemudian pintu kamar Andin di ketuk, ah bukan di ketuk yang lebih tepatnya lagi di pukul.
__ADS_1
Ck,
Dengan kesal Andin membuka pintu dan menutupnya lagi serta mengunci nya di hadapan kedua manusia yang ada di hadapannya saat ini.
"Kau darimana Andin, bukannya buat makanan dan bantu beres-beres di Rumah ini malah keluyuran gak jelas"
"Kau bahkan tak meminta izin dari ku terlebih dulu sebelum berangkat keluar"
Ck.
"Kenapa harus izin? Apa kau izin saat akan menikahi wanita sundal itu, dan bahkan kau membawa nya ke Rumah ku ini tanpa izin dariku"
"See, lalu untuk apa aku izin dari mu?"
Candra mengepalkan tangannya, dia tak menyangka bahwa Andin yang biasanya patuh dan penurut kini menjadi sangat berbeda, bahkan ia juga membalas ucapan Candra yang biasanya dia hanya menundukan kepala saja.
"Ya seenggaknya kamu bawa makanan untuk kami dong, Mbak"
Heh.
Andin terkekeh dengab wajah datar nya, dia menatap Marisa dan Candra bergantian.
"Bawa makanan? Kenapa kau tak masak saja Marisa, kan kamu juga disini Istri Mas Candra dan tugasku sekarang hanya mengurus Khansa dan keperluan kami"
"Dan ingat satu hal, aku tak pernah mengizinkan kalian menikah sama sekali dan aku tidak akan pernah menerima semua ini. Dan Mas Candra, aku meminta uang bulanan disini yang mengatur Marisa sedangkan aku minta kebutuhan untuk Khansa dan Aku"
Marisa langsung tersenyum cerah, dia akan menguasai semuanya sedikit demi sedikit dan setelah itu ia hanya tinggal mendepak Andin serta Khansa saja, begitulah pikirnya.
Namun, tanpa Marisa tau dia akan pusing karena banyak tagihan yang cukup memuakan bagi Andin.
Dan Andin, dia akan santai dengan semuanya dan akan memainkan peran dengan baik sebelum nantinya dia akan pergi.
Candra? Ia hanya bisa mengangguk dan berlalu dari sana. Entah kenapa ia sangat heran kenapa Andin berubah dan tanpa ia ketahui bahwa Andin sudah tau nominal gaji yang di terima oleh nya.
Heh jangan kira kau akan menang Marisa, nyatanya kau akan tersiksa tinggal disini setelah nanti nya bom yang aku rakit akan meleudak.
Andin masuk kembali ke kamar nya, dia menghela nafas dan harus benar-benar kuat sebelum waktunya tiba dia akan mengakhiri semua ini dengan sendiri nya.
'Jangan lemah Andin, kamu bisa dan kamu kuat'
.
.
.
__ADS_1
.
.