Diamnya Istriku

Diamnya Istriku
Bab 20 Ungkapan


__ADS_3

Hari terus saja berganti, hingga tak terasa kini hampir 2 tahun Andin berstatus janda dan dia sudah sukses dengan Restoran dimana-mana.


Bukan hanya di Makasar saja, bahkan di luar makasar dan sampai Jakarta pun Restoran milik Andin sudah membuka cabang.


Kedekatannya dengan Revan juga semakin lengket dan bahkan Khansa pun mengubah panggilannya menjadi, Ayah.


Khansa saat ini sudah bersekolah di sekolah dasar, ia begitu cantik dan juga pintar.


Dan, setiap pulang sekolah ia akan di jemput oleh Revan kalau tidak maka Khansa akan merajuk seharian.


*


Hari ini Revan singgah ke Restoran Andin, ia akan berbincang serius dengannya dan juga Khansa.


"Ayah, kenapa Ayah dan Bunda tidak menikah saja dan kita akan tinggal bersama. Emm, Bunda juga akan di Rumah tak perlu capek-capek cari uang"


Uhuk uhuk.


Andin tersedak, ia langsung menerima air dari Revan yang juga nampak sedikit terkejut dengan apa yang Khansa ucapkan.


"Memangnya kenapa kalau Bunda bekerja sayang?" pertanyaan itu lolos begitu saja dan juga begitu lembut.


"Aku ingin di temani Bunda sepanjang hari, membantu Bunda memasak dan juga tak ingin Bunda lelah, lebih-lebih kalau punya Adik bayi"


Ehh


Andin terkejut kembali, namun ia melihat tatapan sendu sang Putri.


Ya, memang beberapa bulan terakhir ini Andin akui dirinya sangat sibuk dengan mengecek beberapa cabang Resto nya.


Revan menggenggam tangan Andin, ia juga menatap nya dengan dalam dan Khansa hanya melihat keduanya nya saja tanpa suara.

__ADS_1


"Andin, dulu aku pergi karena tak kuasa saat tau kamu dan Candra akan menikah. Hatiku sakit, karena apa? Karena aku juga sangat mencintaimu sejak saat itu.


Bertahun-tahun aku pergi agar melupakan cinta ini dan ternyata semuanya nihil dan gagal, aku bahkan sampai saat ini masih mencintaimu. Hingga pada akhirnya aku tau bahwa Candra berkhianat dan aku sangat murka, apalagi saat melihat wajah sendu mu itu"


"Jadi, maukah kamu menjadi istriku? Dan ibu dari anak-anakku kelak?"


Deg.


Deg.


Andin merasakan kehangatan dan juga jantung yang sangat berdetak keras, ia menatap Revan dan disana tak ada kebohongan ataupun obsesi yang menggebu.


Dan netra nya menatap ke arah Khansa, Putri kecil nya itu menunggu jawaban dengan berbinar dan bahagia.


Hingga pada akhirnya Andin pun mengangguk, masalah cinta ia akan mencoba memulai mencintai Revan dengan tulus.


Yeayyy.


"Ikutttt"


Khansa meringsek masuk ke dalam pelukan Revan dan juga Andin, hingga pada akhirnga ketiganya saling berpelukan dengan senyum bahagia di wajah ketiga nya.


Aku akan berbuat apapun agar kamu bahagia, Nak. Dan aku juga akan berusaha mencintaimu, Re. Terimakasih karena sudah mau menghibur, menemani dan juga menunggu ku selama ini.


Cup.


Revan mengecup pucuk kepala Andin dan Khansa bergangian, ia akan selalu berusaha membuat mereka bahagia bersamanya.


*


Setelah acara lamaran dadakan itu, Revan membawa Khansa dan juga Andin ke Rumah nya.

__ADS_1


Sang Ibu sudah menunggu keduanya dengan wajah yang berbinar, ia begitu bersyukur karena hadir nya Andin dan Khansa membuat Ibu nya bahagia dan saat Revan mengatakan akan menikahi Andin, sang Ibu sangat antusias.


Mobil milik Revan berhenti tepat di halaman Rumah milik nya yang sangat mewah, ia lalu membuka pintu mobil untuk Khansa dan juga Andin.


Kedatangan mereka sudah di tunggu oleh sang Ibu, terlihat ia berdiri dengan senyuman yang sangat indah itu.


"Akhirnya kalian akan menikah juga, Ibu akan menyiapkannya dan minggu depan kalian akan menikah"


Ehh.


"Setuju"


Revan dan Khansa berseru di belakang Andin dan Ibu Revan, babkan keduanya sangat bersemangat.


"Bagaimana Nak?"


Tanya sang Ibu saat mereka sudah sampai di sofa dan duduk dengan tenang.


"Andin terseran Ibu saja dan akan menurut jika itu tidak terlalu cepat dan merepotkan kalian"


"Tidak akan repot dan jauh akan lebih baik"


Suara lantang Revan begitu bahagia dan menggema, hingga membuat sang Ibu ikut tersenyum bahagia melihat nya.


Hingga perbincangan mereka pun larut masalah pernikahan, dan Khansa memilih untuk istirahat di kamarnya yang memang sudah di sediakan sejak Khansa pertama kali datang kesana.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2