Diamnya Istriku

Diamnya Istriku
Bab 22 Kenyataan


__ADS_3

Syok


Kaget dan tak menyangka menyerang Candra saat ini, ia terus saja menatap langkah anggun Andin yang di belakang nya ada Khansa.


Ia bahkan sangat enggan memalingkan wajah nya karena cukup terpukau dengan Andin.


"Mas, itu Mbak Andin"


Hmmm.


Hanya deheman saja yang Candra keluarkan, ia merasa enggan untuk menjawab ataupun memalingkan wajah nya.


Sedangkan Marisa? Ia sudah sangat kesal karena Candra yang cuek dan juga mengabaikannya. Bahkan Candra terus saja menatap Andin di bandingkan dirinya yang jelas-jelas ada di sebelah nya.


Puk.


"Kamu ini kenapa sih?"


Heh.


"Kau yang kenapa Mas? Kenapa tak memalingkan wajah dari depan sana, percuma mau memyesal juga karena sudah kenyataannya kau bukan siapa-siapa Mbak Andin lagi"


Deg.


Ya kau benar, namun aku akan berusaha mendapatakannya lagi. Karena ada Khansa yang akan aku jadikan senjata.

__ADS_1


Candra memalingkan wajah, ia tak suka saat Revan mengecup kening Andin dengan mesranya dan Andin membalasnya dengan senyum di bibir indah nya.


Hingga acara demi acara berlangsung begitu saja, dan kini saat nya para tamu undangan untuk memberikan ucapan selamat pada sang pengantin yang sedang berbahagia.


Langkah Marisa dan Candra semakin mendekati pelaminan, disana terlihat sangat jelas raut wajah bahagia Revan dan Andin. Bahkan Khansa pun ikut tersenyum begitu riang di pelukan Ibu dari Revan.


"Selamat ya, aku tak menyangka kau mendapatkan bekas Istri ku"


Revan mengerutkan kening nya, ia lalu menatap Candra dengan tatapan cukup dingin dan juga menusuk. Tangannya sudah memeluk pinggang ramping Andin yang di balas oleh rangkulan manja oleh Andin pada lengan Revan.


"Tidak apa, yang terpenting aku tidak akan menelantarkan ataupun menukarnya dengan kedudukan"


Sialan.


Candra mengepalkan tangannya dengan kuat, dia tak terima dengan ucapan yang Revan lontarkan.


"Hai Nak"


Khansa menghentikan tawa dan candaannya bersama sang Nenek, ia memandang ke arah Candra dan juga Marisa. Namun, tak lama setelah itu Khansa memalingkan wajah nya kembali seakan enggan menatap Candra.


"Ayo sama Ayah, apa kau tidak rindu sama Ayah?"


"Apa Ayah rindu pada Khansa, ini udah berapa tahun ya aku dan Bunda pergi?"


Deg.

__ADS_1


Candra mematung, ia cukup terkejut dengan ucapan dari sang Putri yang sudah mau berusia 8 tahun itu.


"Apa ini ajaran Bunda mu, kenapa kamu menjadi begini Khansa?"


Heh.


Khansa menatap Candra dengan malas, lalu ia memilih pergi dari sana dan menghampiri Andin dan Revan.


Khansa begitu sangat malas dengan Candra, ia masih ingat apa yang sudah Candra lakukan pada Andin dulu.


Saat Candra akan mengikuti Khansa, Marisa lebih dulu memegang lengannya dan membawa Candra turun dari atas pelaminan.


"Ingat Mas, ini semua kenyataan yang tak akan pernah berubah. Kenyataan nya saat ini kamu bukan siapa-siapa Andin dan Khansa sudah tak mau menatapmu lag-


" Diammm"


Candra membentak Marisa dengan wajah kesal nya, ia kemudian melangkahkan kaki nya keluar dari gedung megah itu.


Marisa cemberut dan pada akhirnya ikut bersama dengan Candra, padahal ia masih menikmati moment itu dan menunjukan pada Andin bahwa Candra kini sudah bersama dengannya.


Namun, pada kenyataannya Marisa lah yang di buat malu dan di buat kesal dengan kelakuan Candra yang sangat terlihat bahwa dia masih menginginkan Andin.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2