Diamnya Istriku

Diamnya Istriku
Bab 23 Pindah Kembali


__ADS_3

Setelah selesai acara, Revan membawa Andin pergi ke Rumah dimana ia selama ini bernaung bersama sang Ibu.


Tidak ada acara menginap di Hotel atau apapun itu, karena memang Revan ingin Andin dan Khansa istirahat dengan leluasa di Rumah dan tanpa ada gangguan apapun.


Malam semakin larut, Andin dan Revan terlelap dengan saling berpelukan dan tanpa adanya adegan panas lebih dulu.


Karena Revan tau Andin sangat lelah dan letih hari ini, bahkan jelas terlihat saat setelah menyelesaikan mandi dan berpakaian ia langsung terlelap.


🐰


Ke esokan pagi nya, Andin dan Revan sudah bersiap untuk sarapan pagi. Keduanya bangun terlambat karena memang sangat kelelahan oleh aktifitas kemarin.


"Selamat pagi Ayah, Bunda"


Andin tersenyum, ia mengecup pipi Khansa dengan lembut.


"Pagi juga sayang"


Andin dan Revan membalas bersamaan, lalu keduanya duduk dan mulai ikut sarapan bersama Khansa dan Ibu.


*


Setelah sarapan pagi, Revan memanggil Ibu serta Andin dan Khansa ke ruang keluarga. Ada hal yang harus ia katakan pada mereka dan memang ini cukup penting.


"Ada apa sih Re?"

__ADS_1


"Iya ada sih Mas, kayak yang serius saja?"


Keduanya bertanya dengan wajah penasarannya, sedangkan Khansa hanya diam saja di samping Revan dengan bermanja ria.


"Begini, ada hal yang sangat penting kita bicarakan. Terutama pada kamu dan Khansa, sayang"


Blush.


Wajah cantik Andin langsung merona saat di panggil sayang oleh Revan, dan hal itu membuat Ibu tersenyum kecil.


Sedangkan Revan? Ia sudah sangat gemas dan juga ingin sekali melahap nya sekarang.


"Kita harus pindah sekarang ke Jakarta, karena perusahaan pusat yang ada disana sedang ada bermasalah. Jadi, apa kamu mau ikut bersama dengan Mas?"


Andin menatap Revan dengan dalam, ia bingung tetapi juga tak bisa mengabaikan kewajibannya.


"Tentu aku akan ikut, Mas. Kamu tenang saja, aku dan Khansa akan ikut bersamamu dan Ibu?"


"Ibu akan tetap disini, dan akan mengontrol Restoran milikmu. Ibu tidak akan mau meninggalkan Rumah mendiang Ayah Revan, Nak"


Huh.


"Aku kira Ibu akan ikut, tapi yasudah sih. Kalau urusan Resto semua sudah Andin atur Bu dan Ibu hanya perlu pantau saja serta nantinya Asisten ku akan kemari untuk mengabarkan apapun itu"


Dan acara berbincang itu mereka sudahi saat Andin dan Revan harus menyiapkan keperluan yang hanya akan mereka bawa ke Jakarta saja. Karena semuanya sudah Revan urus serta keperluan untuk Khansa dan Andin.

__ADS_1


*


Tepat jam 2 siang Revan dan Andin bersama Khansa pergi ke Bandara di antar oleh sopir sang Ibu.


Ibu sendiri hanya mengantar sampai depan Rumah karena memang itu kemauan Andi, karena ia tak mau Ibu kelelahan dan sampai sakit saat dirinya sudah pergi.


"Bunda, nanti sekolah Khansa bagaimana?"


"Ayah sudah pilihkan sekolah yang terbaik dan nanti kamu akan sekolah disana"


Khansa mengangguk, hingga pada akhirnya Khansa dan Andin terlelap begitu saja setelah pesawat yang mereka tumpangi mengudara.


Kalian adalah harta, nyawa dan segalanya untukku. Aku akan selalu berusaha untuk tetap membuat kalian tersenyum dan bahagia, semoga kalian akan selalu bahagia dan tetap tersenyum bersamaku.


🐰


Mereka sampai di Jakarta dan langsung ke Rumah yang mana sudah Revan sediakan. Dan, Khansa serta Andin masih terlelap karena memang begitu sangat lelah. Revan pun tidak membangunkannya karena merasa kasihan dengan keduanya yang sedang terlelap.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2