Diamnya Istriku

Diamnya Istriku
Bab 27 Obsesi Candra.


__ADS_3

Candra kembali ke kamar dengan perasaan yang sudah stabil, ia melihat Marisa yang sedang terlelap dengan pakaian begitu menantang dan hal tersebut membuat Candra sangat ingin melakukannya.


Dan, siang itu terjadilah peperangan sengit dengan suara yang sangat menggairahkan di kamar Candra.


Keduanya berlomba mencari kepuasan dan juga pencapaian yang begitu memuaskan keduanya.


Hingga pada akhir nya keduanya terlelap karena lelah, mereka mengabaikan waktu makan malam dan melupakan sejenak kekesalannya akibat pertemuan tadi dengan Revan dan Andin.


*


Tepat pada tengah malam, Candra bangun dan beranjak dari tempat tidur.


Ia melangkahkan kaki nya ke arah kamar mandi, hampir seluruh badannya lengket dan ia butuh penyegaran.


"Uhh segar sekali, apalagi kalau bermain bersama dengan Andin"


Kekehan kecil terdengar begitu saja dari mulut Candra, ia sudah tak sabar untuk bertemu kembali dan bersama dengan Andin.


"Tunggu aku Andin, aku akan merebutmu kembali"


Setelah selesai, Candra memilih keluar dan akan ke ruang kerja nya. Ada beberapa pekerjaan yang harus ia periksa dan kerjakan karena sudah beberapa hari ia meliburkan diri.


"Ayah"


Candra menegur sang Ayah yang memang belum terlelap dan masih duduk di ruang keluarga.


"Kenapa belum tidur, ini sudah malam"

__ADS_1


"Ayah belum mengantuk, kamu juga belum tidur?"


Candra ikut duduk bersama dengan sang Ayah, ia menghela nafas dalam.


Terlihat raut wajah tua sang Ayah, rasanya ia ingin membiarkan keduanya pergi kembali ke kampung, namun ego yang besar selalu mengalahkannya.


"Ayah, Andin dan Khansa sudah kembali ke Jakarta. Doakan aku ya, aku akan membawa kembali mereka kesini dan berkumpul bersama kita"


Hah.


Ayah menatap Putra nya dengan tajam, ia tak percaya dengan apa yang ada di pikirannya.


Bukannya setuju, Ayah nya sudah pasti akan melarang dan menentang nya dengan keras.


"Untuk apa? Untuk kamu sakiti hati dan mental nya, apa untuk kamu tukar dengan kedudukan kembali?"


"Jangan egois, biarkan dia bahagia bersama keluarga kecil nya. Jangan kau ganggu atau merebut kembali kebahagiannya"


Candra bangkit dan pergi meninggalkan sang Ayah, dia cukup kesal karena ucapan nya tidak mendapatkan dukungan apapun dari sang Ayah.


Setelah kepergian Candra, Ayah nya menggelengkan kepala dengan nafas yang memburu.


Dia tak habis pikir dengan pemikiran Putra nya yang sudah terobsesi kembali pada mantan Istri nya.


"Ayah tak akan pernah mendukungmu, Candra. Karena sama saja Ayah kembali menorehkan luka kedua kali nya pada Andin dan Khansa"


"Aku harus berbicara pada Istri ku, agar kami bisa waspada dan jika ada kesempatan berbincang dengan Andin itu akan lebih baik"

__ADS_1


Ayah Candra melangkahkan kaki nya ke kamar, ia akan ikut istirahat dan berbincang besok bersama sang Istri.


Ceklek.


"Ayah dari mana?"


Eh.


Ayah kaget dan mengusap dada nya perlahan, ia kira sang Istri sudah terlelap dan ternyata tidak sama sekali. Bahkan Istri nya sedang duduk bersandar di ranjang.


"Kenapa? Apa ada sesuatu"


Pertanyaan kembali Bunda lontarkan pada Suami nya, ia melihat kerutan bingung dan waspada di wajah sang Suami.


"Candra sudah muali eror, sayang. Dia terobsesi pada Andin kembali dan dia merencanakan akan merebut Andin dan Khansa dari Suami nya"


Deg.


"Ya Allah Ayah, kita harus mencegah nya dan memberitahu pada Andin. Bunda tidak mau kalau mereka sakit kedua kali nya karena Candra"


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2