Diamnya Istriku

Diamnya Istriku
Bab 43 Peringatan Marisa


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, bahkan Candra pun kini sudah masuk kembali bekerja selama 1 minggu.


Begitupun Marisa, kini ia sudah sembuh namun harus tetap menjaga kesehatan dan jangan terlalu lelah.


Hari ini adalah weekend, Marisa memutuskan untuk pergi keluar agar mendapatkan suasana berbeda. Ia mengajak sang Ibu mertua, namun ia menolaknya karena ingin bersantai bersama dengan suami nya.


*


Mall, itulah tujuan Marisa dan sekarang dia ada disini dengan penuh harap.


Ya, Marisa berharap akan bertemu Andin ataupun salah satu keluarga nya.


Karena ada beberapa hal yang akan dia bicarakan dan juga Marisa akan meminta maaf pada Andin.


Langkah demi langkah Marisa ayunkan, hal yang pertama ia datangi adalah toko pakaian langganannya. Marisa langsung saja masuk, dia memilih beberapa untuk dirinya dan tak lupa juga untuk sang mertua.


Ting.


Ponsel Marisa bersuara, ia dengan gegas mengambilnya untuk melihat siapa yang sudah mengirimkan pesan.


-*Mas Candra.


Aku pulang besok sayang, kamu baik-baik di rumah sama Bunda dan Ayah ya*!


Huh.

__ADS_1


"Entah apa yang sedang kau kerjakan Mas, yang pasti saat ini kau tidak ke luar Kota. Aku tau itu, Mas" gumam Marisa dengan menyimpan kembali ponselnya setelah membalas nya.


Marisa kemudian melanjutkan kembali acara nya, ia meluapkan semua nya dengan belanja dan berjalan-jalan di Mall tersebut.


Hingga pada akhirnya ia berhenti di sebuah foodcourt, ia akan beristirahat sejenak sebelum melakukan keliling Mall kembali.


Dan, netra nya melihat Revan yang ada disana bersama dengan Khansa.


Marisa langsung saja menghampiri nya dengan segera, ia sangat beruntung karena sudah beberapa hari ini selalu saja gagal untuk bertemu.


"Revan, tunggu" ucap Marisa dengan segera.


Ck.


"Ada apa hah, awas aku buru-buru" sergah Revan dengan kesal.


Sesampai nya disana, Marisa langsung mendekati Andin dan bersimpuh di kaki nya dengan air mata yang sudah menetes.


"Maafkan aku Mbak, aku minta maaf Mbak atas apa yang sudah aku lakukan padamu"


"Aku mohon maafkan kesalahan ku, Mbak" ucap Marisa dengan derai air mata dan isak tangis yang sangat memilukan.


Hufh.


Andin membuang nafas kasar, dia lalu memegang pundak Marisa dan membawa nya agar ia duduk di kursi yang ada disana.

__ADS_1


Sedangkan yang lainnya hanya berdiam diri saja tanpa mau ikut campur urusan mereka.


"Aku sudah memaagkan kamu Marisa, yang lalu biarlah berlalu" ucap Andin dengan lembut.


"Revan, Mbak Andin" panggil Marisa dengan wajah serius.


Revan yang melihat hal itu pun langsung memberikan Khansa pada sang Ibu, dan mereka langsung bermain di dekat sana agar aman.


"Ada apa, Marisa?" tanya Andin dengan penasaran.


"Kalian harus berhati-hati, dan aku mohon Mbak Andin ataupun Khansa jangan keluar sendirian karena Mas Candra sedang merencanakan sesuatu. Aku takut kalau salah satu dari kalian adalah incarannya agar Revan mau melepaskan Mbak Andin" jelas Marisa dengan wajah serius.


Bahkan Marisa menjelaskan dimana letak keberadaan Rumah kedua Candra yang memang sudah di siapkan untuk Andin, dan juga beberapa rencana yang sudah Marisa dengar saat itu.


Andin dan Revan sangat terkejut dengan semua ini, bahkan terlihat Marisa melihat kesana kesini karena takut salah satu dari anak buah Candra mengetahui nya.


"Aku pergi dulu, ingat pesanku ya. Jaga diri kalian baik-baik"


Marisa langsung saja pergi dari sana, ia akan kembali pulang agar Candra tidak curiga.


Begitupun dengan Andin dan keluarga nya, mereka juga langsung pulang dengan segera.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2