
Setelah dimana Marisa memperingati Andin, sejak saat itu juga Andin dan Khansa di jaga ketat oleh Revan. Bahkan mereka gak akan keluar rumah jika tidak ada yang mendesak.
Tak ada celah sedikitpun untuk Candra mengjangkau Andin ataupun Khansa, bahkan beberapa kali alasan merindukan Khansa pun tak pernah Andin izinkan Candra masuk ke dalam rumah nya.
Andin dan Revan benar-benar waspada, bahkan Andin sangat bergetat ketakutan kala Candra yang pernah memaksa ingin masuk ke dalam kawasan rumah Revan.
*
Langkah kaki Candra masuk ke dalam rumah, dia sudah berwajah masam dan juga terlihat sangat emosi serta menahan kesal.
"Awas saja kau Revan" desis Candra dengan melemparkan berkas yang ada di tangannya.
Brak.
"Aarrgghhhh" teriak Candra penuh kekesalan.
Ceklek.
"Kau kenapa lagi Candra? Kenapa kau pulang-pulang langsung marah dan kesal?" tanya sang Ayah yang baru keluar dari kamar.
Begitupun dengan Marisa dan Bunda, keduanya ikut keluar kamar bersama dengan sang Ayah karena mendengar teriakan Candra.
__ADS_1
"Paling dia gagal masuk ke dalam rumah Revan" celetuk Marisa dengan santai.
Tatapan Candra berubah tajam saat mendengar ucapan Istri nya, dia lalu bangkit dengan mata masih menatap Marisa.
"Diam kau, jangan buat aku semakin emosi" bentak nya dengan jari yang menunjuk ke arah Marisa.
"Kau yang harus nya diam Mas, ingat Mas kalau Mbak Andin itu Istri oranglain. Sadarlah, kamu hanya terobsesi bukan benar-benar ingin Mbak Andin kembali" teriak Marisa melawan, ia sudah muak karena Candra selalu saja marah-marah tak jelas karena penolakan Andin.
"Kauuuu-
" Benar apa kata Marisa, kelakuan mu ini bukan hanya membuat Andin muak, tapi dia juga sangat ilfil dan ketakutan. Sadar Candra" ucap Bunda memotong ucapan Candra yang akan kembali membentak sang Istri.
Candra menatap Marisa, Bunda dan Ayah nya bergantian. Dia menatap dengan pandangan yang sangat emosi dan penuh amarah.
"Tidak, tidak akan dan tidak akan pernah! Aku akan merebut Andin dan Khansa, karena mereka adalah kehidupanku" ucap Candra penuh keyakinan.
Plak.
"Sadar Mas, kau sudah terlalu jauh dan Andin tidak akan pernah kembali. Andin bahkan sudah sangat ketakutan oleh kelakuanmu saat ini, apa kamu lihat saat dia bergetar ketakutan kala kamu menerobos menemui nya?" bentak Marisa penuh emosi, bahkan ia berani menampar pipi Candra karena geram.
"Aaargghhh"
__ADS_1
Candra berlalu dari sana, dia masuk ke dalam kamar nya karena emosi.
Brak.
Hah.
Ayah menghela nafas berat, dia mendudukan tubuh nya di sofa dengan memejamkan mata sejenak.
Begitupun dengan Bunda dan Marisa, bukan hanya satu atau dua kali mereka berdebat begini. Sering, ya mereka sudah sering menyadarkan Candra yang sangat terobsesi oleh Andin.
Dan tanpa sepengetahuan Candra, mereka selalu bertukar informasi dengan Revan karena mereka takut Candra yang akan nekad.
Dan syukur nya Revan pun selalu waspada, ia selalu menjaga Istri serta keluarga nya agar tak ada celah bagi Candra untuk mendekat.
"Kita harus selalu mengawasi nya, Candra semakin membuat ulah dan tak terkendali"
Marisa dan Bunda membenarkan ucapan sang Ayah, mereka juga merasa Candra sangat nekad.
.
.
__ADS_1
.
.