
Tepat jam 7 malam keluarga kecil Revan sudah berkumpul di meja makan, disana sudah terhidang berbagai makanan yang memang sengaja Revan pesan dari Restoran.
Disana hanya ada beberapa pelayan saja dan masalah memasak itu urusan Andin, dan itulah keinginan Andin sendiri yang wajib Revan patuhi.
"Bunda, aku ingin makan sama ayam goreng dan juga udang"
Dengan cekatan Andin menyiapkan makanan untuk Khansa, ia juga menyiapkan makanan untuk sang Suami yang sudah terkekeh melihat kelakuan Khansa yang tak sabaran.
Dan mereka pun langsung makan malam dengan hening serta fokus pada makanan di hadapannya.
*
Setelah selesai, Khansa lebih dulu berpamitan dan pergi kembali ke kamar nya.
Sedangkan Revan dan Andin memilih bersantai di balkon kamar mereka, keduanya berbincang segala hal dengan hangat.
"Sayang, bagaimana kalau besok kita jalan-jalan lebih dulu setelah mengantar Khansa ke sekolah baru nya?"
Tak buruk, gumam Andin seraya menganggukan kepala nya pada Revan.
"Boleh Mas, sekalian ke supermarket untuk belanja ya"
"Oke"
Dan saat Andin bangun dari duduk nya, ia kembali duduk namun di atas pangkuan Revan.
Tatapan keduanya terpaut begitu saja dan sangat dalam, Andin merasa jantungnya sangat berdebar dan juga gugup.
Aku akan ikhlas, karena ini adalah kewajibanku.
__ADS_1
Revan langsung saja membawa Andin masuk serta tak lupa mengunci balkon kamarnya kembali.
Dan, setelah nya keduanya menyatu dengan ikhlas serta tanpa paksaan apapun. Begitupun dengan Andin, ia melayani Revan dengan sangat penuh perasaan dan ikhlas.
🐰
Esok pagi nya, matahari sudah terbit dengan cahaya yang begitu menghangatkan tubuh siapapun.
Andin sejak tadi sudah berkutat di dapur bersama salah satu pelayannya yang memang di mintai bantuan oleh Andin sendiri.
Hampir 1 jam ia berkutat disana, dan masakannya sudah jadi serta tinggal di hidangkan saja.
Andin memutuskan memanggil Putri dan Suaminya terlebih dulu, sedangkan yang menata makanan di lakukan oleh pelayan.
Namun, baru saja langkah kaki nya akan menaiki tangga dan ternyata dari atas sudah ada Khansa serta Revan yang sama-sama berjalan ke bawah.
"Selamat pagi sayang"
Keduanya menyapa dengan senyuman hangat di bibir nya, Andin pun membalas nya dengan senyuman dan kecupan di pipi sang Putri.
"Loh kok hanya Khansa sih sayang, Mas juga pengen"
Ck.
"Mas, sudah siang dan kita juga akan belanja"
Delikan tajam Revan dapatkan, dan bukannya takut ia malah terkekeh dengan gemas.
Hingga tibalah mereka di meja makan dan langsung saja memulai acara sarapannya karena hari sudah agak siang.
__ADS_1
*
Setelah mengantarkan Khansa, Revan membawa Andin berjalan-jalan di sekitaran sana terlebih dulu sebelum nantinya ia akan ke supermarket.
Di sepanjang jalan, Revan terus saja menggoda Andin dengan gemas, bahkan wajah Andin pun sudah seperti kepiting rebus yang begitu memerah akibat godaan dari Revan.
"Mas, sudah ih. Langsung saja ke supermarket"
"Baik Tuan ratu"
Huh.
Andin membuang nafas kasar dan menggelengkan kepala, ia cukup geli namun juga terhibur oleh tingkah dari Suami nya itu.
Hingga pada akhirnya keduanya sampai di tujuan dan langsung saja masuk. Andin memilih beberapa makanan dan juga bahan dapur yang memang sudah habis, tak lupa juga ia membeli beberapa camilan dan buah-buahan pesanan Khansa serta Revan.
Kemana Revan? Dia anteng saja dengan mendorong troli di belakang Andin yang sedang memilih bahan di depan.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1