Diamnya Istriku

Diamnya Istriku
Bab 21 Pernikahan


__ADS_3

Acara pernikahan Andin dan Candra pun akan berlangsung esok hari, bahkan Andin merasa waktu 1 minggu hanyalah 3 hari saking tidak terasa nya.


Pernikahan kali ini berlangsung dengan sangat mewah dan meriah, gedung sudah di dekor sedemikian rupa. Bahkan para tamu yang dari luar Kota dan luar Negeri pun sudah tiba sejak semalam di Kota Makasar.


Sedangkan Andin sendiri sudah berada di Hotel bersama dengan Khansa dan Ibu Revan, Juwita.


Revan sendiri sudah ada disana, namun berbeda kamar dengan mereka dan di temani oleh sang Asisten yang tentunya sambil bekerja.


"Bunda, besok aku akan memakai baju impianku selama ini" celetuk Khansa berbinar.


Andin merasakan hati nya terenyuh dan berdetak kencang, hanya sederhana dan hanya ingin memakai dress yang menjuntai dengan pita di belakang.


Bu Juwita tersenyum, dia mengelus kepala Khansa dengan lembut dan membawa nya ke atas ranjang.


"Doakan semoga Ayah Revan sehat selalu dan rezeki nya lancar ya, agar semua keinginan kamu dan Bunda bisa terpenuhi"


'Aminnn'


Andin dan Khansa serentak menjawab, hingga obrolan mereka terhenti dengan terpejam nya mata mereka yang sudah mengantuk dan lelah.


🐰


Pagi ini begitu cerah dan juga sangat bahagia bagi kedua insan yang akan melangsungkan pernikahan.


Para tamu sudah sebagian memenuhi gedung pernikahan, bahkan sudah tak sabar menunggu keluar nya Putri dan Raja satu hari itu.

__ADS_1


Beberapa tamu dari luar Kota sudah masuk ke dalam, begitupun dengan Candra.


Ya, Candra sengaja di undang oleh Revan karena memang mereka berteman dan bahkan perusahaan Candra mengajak kerja sama pada perusahaan Revan.


Candra datang bersama dengan Marisa, keduanya langsung di sambut oleh dekorasi serta hidangan yang sangat menakjubkan mata.


Bahkan Marisa begitu terpesona dengan dekorasi yang memanjakan mata.


"Mas, siapa ini yang nikah? Mewah baget"


Mata Marisa terus saja menatap kesana kemari, bahkan ia enggan melepaskan pemandangan indah di depannya.


"Revan Atmajaya & Andini Sri Prasetya"


Deg.


Deg.


Jantung Candra begitu berdebar, ia perlahan membaca kembali nama yang ada di depannya dan tetap saja sama. Namun ia menepis nya, tidak mungkin itu Andin mantan Istri nya.


Hingga pada akhirnya Candra dan Marisa duduk di kursi yang sudah di sediakan, keduanya duduk tepat di kursi belakang keluarga mempelai.


Pintu utama gedung terbuka, nampaklah Revan berjalan dengan gagah nya bersama dengan sang Ibu dan beberapa pengawal di belakang nya yang menjelma sebagai kerabat.


Langkah kaki Revan langsung menuju dimana tempat ijab qobul akan di langsungkan, disana juga sudah ada penghulu dan beberapa saksi yang sudah menunggu.

__ADS_1


"Apa sudah siap, Tuan?"


"Siap"


Dan acara ijab qobul pun berjalan dengan sangat khidmat dan penuh rasa haru.


Beberapa tamu yang masih berdatangan pun langsung menyaksikan memont bahagia ini, Revan menghela nafas lega dan bersyukur.


Beberapa wejangan dan nasihat ia terima, hingga pada akhirnya dia di giring untuk naik ke atas pelaminan yang sangat megah.


Dan, sang pembawa acara pun memberitahu bahwa sang mempelai wanita sudah tiba dan berjalan kesana dengan anggun nya.


Semua mata memandang pada pintu utama, dan disana seorang wanita yang sangat cantik berjalan dengan sangat anggunnya sambil membawa bunga.


Di belakang nya juga ada anak kecil yang tak kalah cantik nya dengan membawa kotak cincin pernikahan keduanya.


Deg.


Deg.


Deg.


"Andin, Khansa"


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2