Diamnya Istriku

Diamnya Istriku
Bab 28 Andin Bahagia, Candra geram.


__ADS_3

Pagi hari nya, Revan di buat kalang kabut karena Sekertaris yang akan menemani rapat bersama beberapa klien kali ini tak bisa mendampingi nya karena sakit.


Apalagi Asistennya sudah ia tugaskan meninjau perusahaan anak cabang yang ada di luar Kota sejak kemarin sore.


"Kenapa sih, Mas?"


Andin terheran saat melihat Suami nya yang sejak tadi mundar-mandir tak karuan di dalam kamar nya.


"Sekertaris aku sakit sayang, bagaimana aku gak kalut"


Huh.


Revan menjawab dengan membuang nafas kasar, ia bingung dan juga frustasi karena memang dia yang bisa di andalkan dari yang lainnya.


"Ck, tenang saja. Biar aku yang akan gantikan, berikan aku waktu 1 jam mempelajari berkas nya"


Hah.


"Benarkah sayang? Terimakasih"


Cup


Cup


Cup


Karena saking bahagia nya Revan sampai mengecup seluruh inci dari wajah sang Istri, dan semua itu membuat Andin tergelak lucu dan kegelian.


Ceklek.


Aksi mereka terhenti kala pintu kamar terbuka, munculah Khansa yang sudah siap dengan seragam nya.

__ADS_1


"Wah anak gadis Ayah sudah siap saja, ayo kita ke meja makan duluan karena Bunda akan bersiap lebih dulu"


"Siap Ayah"


Keduanya pun pergi dengan riang dan meninggalkan Andin yang masih tergeletak di atas ranjang.


Dia masih mengatur nafasnya karena tertawa dan bercanda dengan Revan memang selalu membuatnya terlihat lepas.


*


Setelah acara sarapan, Khansa di antarkan oleh sopir pribadi nya karena Revan dan Andin yang memang harus lebih pagi ke tempat dimana mereka akan rapat.


Dan dalam perjalanan, Andin mempelajari berkas yang di berikan oleh Revan. Sedangkan Revan sendiri membiarkannya dengan mengerjakan beberapa pekerjaan yang di kirimkan oleh Asistennya ke email.


Rapat kali ini akan di adakan di sebuah Cafe yang letaknya lumayan jauh dari perusahaan Revan, jadi ia memilih langsung kesana dan nanti pulang nya akan ke perusahaan.


Huh.


Cup.


"Terimakasih sayang, kau penyelamat dan penguatku"


"Apalagi jika di ranjang-


Bugh.


" Kau ini mesum sekali sih"


Andin memukul dada Revan dengan kesal, ia memalingkan wajah nya karena malu dengan sopir yang sudah pasti mendengar ucapan Revan.


Hingga tak lama kemudian mereka sampai juga di Cafe yang sudah di sepakati oleh para klien.

__ADS_1


Revan menggandeng tangan Andin dan membawa nya masuk ke dalam, di pintu sudah ada salah satu pelayan yang memang di tugaskan untuk mengantarkan para tamu.


"Silahkan Tuan muda, nona muda"


Andin mengangguk dengan senyum ramah nya, sedangkan Revan? Jangankan senyuman, anggukan saja tak ia berikan dan hanya wajah datar saja yang ia berikan.


Saat masuk ke dalam, sudah ada beberapa orang disana dan ada juga Candra yang memang salah satu klien dari Revan.


Deg.


Andinku.


Mata Candra menatap Andin dengan kagum, bagaimana tidak kagum saat ini Andin memakai dress selutut dengan atasan sabrina yang memamerkan bahu mulus nya.


Rambut di gerai indah namun ada jepitan di belakangnya untuk menambah kesan indah nan cantik.


Revan memeluk pinggang ramping sang Istri, dan Andin pun membalas dengan memeluk lengan Revan manja.


Ck, cemburu mu membuatku gemas.


Ya, Andin tau bahwa Suami nya sedang cemburu dan ia juga sangat risih dengan tatapan dari Candra yang sangat memuakannya.


Hingga pada akhirnya ia dan Revan di kursi yang sudah di siapkan, mereka ngobrol ringan sebelum pada inti nya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2