Diamnya Istriku

Diamnya Istriku
Bab 39 Sadar


__ADS_3

Marisa begitu patuh akan semua ucapan dan larangan dari sang mertua, bahkan ia juga tak pernah menanyakan orangtua nya yang tak pernah datang.


Tepat jam makan malam, Marisa meminta sang Bunda untuk membawa ke ruangan dimana Candra berada.


Dengan penuh kesabaran dan telaten sang mertua pun mengantarkan Marisa ke ruangan Candra.


Di ruangan tersebut hanya ada Ayah nya yang sedang duduk sambil melihat beberapa majalah yang memang selalu di sediakan disana.


Ceklek.


Pintu terbuka, dan masuklah Marisa yang datang dengan kursi roda yang di dorong oleh sang Bunda.


"Loh kok kesini, kenapa gak istirahat saja Nak" ucap Ayah Candra bangkit dari duduk nya.


Marisa tersenyum, dia lalu meminta sang Bunda untuk membawa nya lebih dekat ke arah ranjang sang Suami.


"Mas, kapan kamu akan bangun. Bangunlah, aku rindu"


Marisa terisak di samping ranjang Candra, dia menggenggam lengan sang Suami dengan sangat erat.


Bunda hanya bisa mengusap lembut rambut Marisa, dia tau bagaimana keadaan menantunya yang cukup terguncang karena kecelakaan serta kondisi nya yang lumpuh.


*


Setelah puas di ruangan Candra, Marisa pun meminta perawat untuk menggabungkan ruangan dirinya di rawat saja dengan Suami.


Karena Marisa juga kasihan dengan kedua mertua nya, meskipun ruangan mereka bersebelahan.

__ADS_1


Dan untung saja mereka menyanggupi nya, jadi mulai malam ini Marisa akan satu ruangan dengan Candra.


Tepat pada tengah malam, terdengar suara lenguhan dari ranjang Candra dan hal itu di dengar oleh Marisa.


"Bun, Bunda bangun" ucap Marisa dengan menggoyangkan lengan sang Bunda yang memang tak jauh dari sana.


Emmm.


Bunda mengerjapkan mata nya, dia menatap sang menantu yang terlihat panik dan juga berbinar.


"Kenapa Nak?" tanya nya dengan penasaran.


"Lihatlah Mas Candra mengerjapkan mata nya Bun, cepat lihat dan panggil Dokter" jawab Marisa dengan penuh semangat.


Dan sang Bunda pun langsung bangkit, dia menghampiri ranjang Candra.


Ceklek.


"Ada apa Bu?" tanya Dokter yang baru datang bersama beberapa perawat.


"Putra saya sudah sadar, Dok" jawab Ayah dengan berbinar saat menatap Candra yang memang sudah membuka mata nya.


Dokter mengangguk, dia kemudian mendekat dan mulai memeriksa Candra.


Sedangkan Candra sendiri masih diam dan belum banyak bicara, dia menatap kedua orangtua nya dengan senyum yang tipis.


*

__ADS_1


"Mas"


Marisa memanggil Candra yang memang sudah bisa di ajak berbicara.


Dan Dokter pun sudah pergi dari ruangan tersebut sejak beberapa menit berlalu.


Candra menatap ke arah dimana Marisa masih terbaring, dia menghela nafas lega karena sang Istri selamat dan sudah sadar.


"Bagaimana keadaanmu, Marisa?"


Sebuah pertanyaan yang membuat Marisa sedikit murung, dia bingung untuk menjawab pertanyaan yang memang cukup mengguncang kembali fisik nya.


Bunda yang melihat hal itu pun menghampiri Marisa, dia tersenyum dan mengusap lembut lengan menantu nya.


"Kalian istirahat dulu, baru nanti berbincang sepuas nya" ucap Bunda dengan lembut.


Candra menganggukan kepala nya, dia menatap Marisa dengan tersenyum dan seolah mengisyaratkan agar ia juga istirahat.


Hampir dini hari dan mereka semua baru terlelap, bahkan Ayah dan Bunda nya pun ikut terlelap karena memang lelah.


Bunda ikut terlelap di samping Marisa yang memang ranjang nya cukup untuk berdua.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2