Diamnya Istriku

Diamnya Istriku
Bab 48 Kebahagian


__ADS_3

Detik demi detik Revan lewati dengan terus menyemangati sang Istri yang sedang berjuang di ranjang pasien.


Revan bahkan selalu membisikan kata-kata semangat dan cinta agar Andin selalu tenang dan semangat, hingga pada akhir nya tibalah waktunya datang.


Andin berjuang dengan semangat, peluh keringat bercucuran di wajah nya.


Tangannya tak pernah lepas dari sang Suami yang terus mendorong doa dan semangat.


Hingga pada akhirnya perjuangan itu berhasil dan membuahkan seorang bayi mungil yang sangat tampan seperti sang Ayah.


"Alhamdulilah, terimakasih sayang sudah berjuang" bisik Revan dengan begitu penuh haru.


Setelah di bersihkan, bayi tersebut di berikan pada Revan agar di adzankan.


Andin menangis haru saat melihat pemandangan itu, ia yang memang sedang lemah dan di bersihkan pun hanya melihat sebentar karena lelah dan ia terlelap begitu saja.


...****************...


Kebahagian itu bukan hanya Revan saja yang merasakannya, terlihat Ibu dan Khansa pun sama bahagia saat melihat box bayi yang sudah ada bayi tampan di dalam nya.


"Ayah, siapa nama dede bayi?" tanya Khansa tak sabaran.


Revan mengusap lembut kepala Khansa, ia begitu gemas pada Putri sambung yang sudah seperti Putri kandung nya itu.


"Nanti nunggu Bunda bangun dulu ya, Kakak sabar dulu" jawab Revan lembut.


"Oke Ayah" patuh Khansa dengan bermanja pada sang Ayah.

__ADS_1


Ibu Revan tersenyum, ia juga begitu menyayangi Khansa walaupun bukan cucu kandung nya.


Dia bersyukur karena Revan bisa bahagia dengan Andin, bahkan Putra nya bisa menerima status Andin dengan lapang dada.


🐰


Tepat jam 4 sore Andin bangun, Revan yang selalu di sisi nya pun terlihat bahagia saat melihat sang Istri membuka mata.


"Kau sudah bangun sayang, mau apa?" tanya Revan lembut.


"Ingin minum Mas" jawab Andin pelan.


Dengan cekatan Revan pun langsung memberikan air yang sudah tersedia di nakas samping Andin.


Oekk


Oekk


Andin tersenyum saat melihat Revan menggendong Putra nya ke arah dirinya.


Dengan bahagia, Andin menerima bayi mungil itu dengan hati-hagi dan mulai memberikan asi nya.


"Mas, dimana Kakak dan Ibu?" tanya Andin


"Mereka pulang dulu, mungkin sebentar lagi akan kesini sekalian membawa makanan" jawab Revan dengan terus menatap pada sang Putra.


"Jangan di habisin dek, itu punya Ayah" celetuk Revan dengan santai nya.

__ADS_1


Pluk.


Dengan gemas Andin menggeplak lengan Revan sambil melotot tajam.


Sedangkan Revan langsung saja cengengesan karena di pelototi oleh sang Istri.


Setelah puas meminum asi sang baby pun terlelap kembali dan Revan langsung menyimpan kembali ke box bayi.


Ceklek.


"Bunda" panggil Khansa dengan antusias.


Khansa dan Ibu mendekat ke arah Andin, mereka memeluk nya dengan sangat bahagia.


"Selamat ya sayang, semoga kelak dia yang akan membantu Ayah nya menjaga kalian" ucap Ibu dengan tulus.


"Amin Bu, terimakasih" balas Andin memeluk sang mertua kembali.


Setelah itu, mereka makan terlebih dahulu karena Ibu membawa banyak makanan.


Apalagi khusus untuk Andin agar asi nya banyak dan cepat pulih, Ibu sangat memperhatikan sang menantu.


Kebahagian itu mereka rasakan setelah kepahitan dan ketegangan yang mengganggu.


Namun, setelah nya mereka mendapatkan kebahagian dengan sangat berlipat-lipat.


Revan maupun Andin sangat bersyukur karena sudah hidup aman dan damai tanpa gangguan dari Candra, meskipun mereka tau bahwa Candra masuk Rsj namun mereka tak pernah menghujatnya.

__ADS_1


Cukup kebahagian kecil ini mereka rasakan, karena sesungguh nya hanya ini lah kebahagian yang selalu Andin impikan.


T A M A T


__ADS_2