
Tak terasa kini kandungan Andin sudah semakin besar dan terlihat membuncit, usia kandungannya kini sudah mencapai hampir 5 bulan.
Beberapa saat yang sudah terlewati pun sangat aman, damai dan juga bahagia. Tak ada yang mengganggu mereka sama sekali, bahkan Revan mendengar kabar bahwa Candra sekeluarga pergi.
Ya, Candra memutuskan membawa Marisa ke luar negeri untuk berobat. 1 bulan setelah sadar, kondisi Candra sudah membaik dan memutuskan membawa Marisa dan orangtua nya untuk pindah sementara.
*
Hari ini adalah hari dimana Andin akan memeriksakan kandungannya, namun mereka akan ke rumah sakit nanti sore karena pagi ini akan pergi piknik ala-ala Ibu hamil.
Ya, Andin menginginkan piknik dengan menggelar tikar di taman.
Hanya taman dekat komplek perumahannya, karena Revan tak mengizinkan yang terlalu jauh karena memang takut Andin terlalu lelah.
Dan sampailah mereka di taman, tikar di gelar dan beberapa bekal dari rumah sudah di tata untuk di nikmati.
Andin tersenyum bahagia dan terus saja menatap kesana kemari dengan berbinar.
"Apa kamu bahagia, sayang?" tanya Revan dengan mengusap lembut pipi caby sang Istri.
Andin menganggukan kepala dengan sangat antusias, dia lalu menatap ke arah Khansa yang sedang bermain dengan sang Nenek.
Beberapa pengunjung pun datang, ada yang bermain dan lain sebagainya.
__ADS_1
Andin hanya duduk diam dengan menikmati suasana di taman tersebut dengan penuh kebahagian. Disamping nya Revan sedang mengupas beberapa buah kesukaan sang Istri sejak hamil.
"Mas, nanti kita ke Rumah sakit bersama dengan Ibu?" tanya Andin sambil menyuapkan buah jeruk yang sudah di kupas oleh Revan.
"Iya sayang, Kakak juga ikut katanya penasaran sama dede bayi" jawab Revan santai.
Andin mengangguk-anggukan kepala nya, dia lalu mengambil kembali beberapa potongan buah yang sudah Revan simpan di piring.
Bukan hanya piknik, Andin pun mengajak Revan untuk membeli beberapa jajanan yang ada di taman tersebut.
Beberapa jajanan dan makanan pun sudah pindah ke tangan Andin, dia bahkan masih melirik kesana kemari lagi untuk membeli makanan.
Hingga hampir semua pedagang disana sudah Andin datangi dan beli, bukan hanya untuk ia makan seorang saja namun Andin memanggil salah satu pengawal nya dan memberikannya banyak makanan untuk mereka semua.
"Wah Bunda ini banyak sekali, aku ingin ice cream" pekik Khansa dengan penuh kegirangan, bahkan ia sudah tak sabar menerima ice cream nya.
*
Tepat jam makan siang mereka pergi dari taman, Revan langsung saja membawa mereka ke restoran yang terdekat dengan rumah sakit.
Jadwal cekup Andin pun di ganti jadi sehabis jam makan siang, karena Dokter nya akan ada jadwal operasi yang mendadak.
Mereka pun makan siang dengan santai dan damai, beberapa kali Andin meminta Khansa untuk nambah karena disana ada makanan kesukaan Putri nya.
__ADS_1
Setelah selesai, mereka langsung saja menuju ke rumah sakit.
Khansa sudah tak sabar untuk melihat sang baby di dalam perut Bunda nya, karena memang baru kali ini Andin akan melakukan USG.
Tak berselang lama mereka pun tiba, dan Revan langsung saja ke ruangan Dokter yang memang sudah biasa menangani Andin kala cekup.
"Selamat siang Nona, Tuan"
"Selamat siang juga Nyonya"
Sapa Dokter dengan ramah, setelah itu sang Dokter pun mulai memeriksa Andin dengan sangat telaten.
Dan saat ini mereka akan melakukan USG, Revan dan yang lainnya pun tak sabar menunggu nya.
"Wah lihatlah bayi nya ada dua, Nona muda mengandung bayi kembar" ucap Dokter dengan penuh senyuman.
"Kembar"
.
.
.
__ADS_1
.
.