
Marisa menyeret Candra untuk pergi dari gedung perusahaan milik Revan. Marisa sama sekali tidak tau bahwa Suami nya masih terobsesi pada mantan istri nya itu.
Candra sendiri hanya bisa diam dan masuk ke dalam mobil, dia melajukan mobil menuju ke Rumah nya.
Dia tidak kembali ke perusahaan dan hanya Asistennya saja yang kembali sejak tadi.
"Apa-apaan kau ini Mas, aku kira kau sudah melupakan Mbak Andin. Dan hari ini, aku baru tau bahwa kamu sudah lama menyiapkan siasat untuk merebutnya kembali.
Kau anggap aku ini apa, Mas?"
Ucapan demi ucapan bahkan umpatan Candra dapatkan dari Marisa, ia bahkan sudah sangat kesal dengan ocehan istri nya itu.
"Jawab Mas, kurang apa aku selama ini hah? Aku sabar, aku selalu nurut dan bahkan aku rela tidak kemana-mana hanya demi kamu"
Hah.
"Banyak, kurangmu itu banyak Marisa! Bahkan kau jauh dari Andin, bagaikan bumi dan langit.
Kau itu hanya tau menyenangkan aku di ranjang saja, tanpa mau tau cara menyenangkan yang lainnya dan melayaniku yang lain. Kalau Andin, dia itu paket lengkap dan sangat sempurna bagiku"
Deg.
"Dia itu udah cantik, baik, pintar dan pandai meredakan kala aku sedang lelah dan kesusahan.
Dan aku sangat menyesalkan kala saat itu tergoda oleh mu, maka dari itu saat ini aku ingin sekali merebut nya kembali dari genggaman si brengsek Revan"
__ADS_1
Tangan Marisa sudah mengepal sempurna, dia bahkan menahan emosi yang membuncah dan wajah nya pun sudah nampak memerah karena amarah.
"Lalu kenapa kau saat itu memutuskan menikahi ku dan memilihku. Bajingan kau Candra, aku membenci mu"
Ck,
"Diam kau Marisa, kau seharusnya mendukung ku untuk kembali pada Andin. Egois sekali sih"
Bentak Candra dengan sesekali melirik Marisa yang duduk di samping nya, setelah itu ia kembali fokus pada jalanan di depannya.
"Kau yang egois Candra, kau tak memikirkan perasaanku bagaimana saat kau mengatakan ingin merebut mantan istrimu itu, hah"
Keduanya terlihat adu mulut, tak ada yang mau mengalah sama sekali di antara keduanya.
Hingga mobil nya berhenti saat ada lampu merah, dan keduanya masih tetap beradu mulut.
"Kau tidak akan sukses jika tidak ada dukungan dariku, Mas"
"Hei, aku mendirikan perusahaan dengan susah payah dan jerih payahku sendiri. Bahkan aku rela menjual hampir semua asetku demi perusahaan ini dan itu sama sekali tidak ada campur tanganmu, Marisa"
Brumm.
Mobil kembali melaju dan sedikit kencang, emosi Candra tersulut karena Marisa membahas perusahaan yang kini sedang naik daun dan mengalahkan perusahaan mertua nya.
"Kau dan orangtua mu bahkan tak memberi uang sepeserpun pada saat aku butuh suntikan dana. Dan sekarang kau bilang dukungan? Tak ada dukungan darimu sama sekali, kau bahkan hanya tau foya-foya saja tanpa mau mensuport ku"
__ADS_1
"Kalau Andin sudah pasti dia akan mendukungku dan akan merelakan apapun demi kemajuan ku"
Bugh.
"Stop, kau selalu saja membandingkan aku dengan Andin"
Arrgghhhh.
Marisa mengamuk dan memukul-mukul tubuh Candra yang sedang menyetir, dia terus saja mencecar Candra.
Tanpa mereka ketahui di depan sana ada sebuah truk yang sedang melaju kencang dan kejadian naas pun tak bisa terelakan lagi karena mobil Candra oleng dan masuk ke jalur berlawanan.
Brak.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1