Diary Masya

Diary Masya
salah paham


__ADS_3

"sial kenapa dia kesini si " batin Masya melihat Hans kesal


"apa dia yang menghajar Leno sampai begini" batin Hans melirik Masya


menghapiri Leno membantunya berdiri


"kamu ngga papah" tanya Hans sambil mengulurkan tangannya


"Lo nggak liat" ucapnya menepis tanngan hans berusaha bangun sendiri


sedangkan Ismail yang baru dateng melongo melihat Leno babak belur dan lengan masya berdarah


"Apa tadi telah terjadi adu kekuatan" ucap ismail yang melihat kursi berantakan


" no Lo kalah duel sama Masya haha lembek Lo " tanya ismail membuat Leno melotot


"wah hebat hebat Lo sya sumpah gue salut sama Lo bisa ngalahin si Leno " ucap Ismail berdecak kagum


"ye Kaka gimana si bukanya di tolongin malah tambah di adu" ucap Siti sewot


"eh iya lupa" ucap Ismail nyengir


sambil menghapiri Masya


"Lo nggak papa" tanya ismail,bukanya menjawab Masya melangkah pergi membuat Hans kesal


"Eh dia kenapa" ucap Ismail bingung


"Woy urusan kita belum selesai" teriak Leno sambil memegangi perutnya yang sakit


"urus Leno" ucap Hans pergi menyusul masya


Ismail menghampiri leno


"makanya kalo mau cari lawan tu pilih pilih jadi Lo nggak babak belur kaya gini untung kita cepet Dateng kalo nggak mungkin Lo udah koit di tanganya" ucap Ismail


"bacot lu" ucap Leno kesal


"ye di bilangin malah nyolot ya udah ikut gue" ucap Ismail menuntun Leno mengajaknya keluar


"eh kalian beresin ini semua kalo ada kerusakan lapor ke kantor" ucap Ismail yang di angguki anak anak yang di situ


Hans pergi menyusul masya


Di lorong sekolah banyak siswa melihat masya kagum


ada yang memuji ada juga yang memandang tak suka termasuk Sovia dan teman- temanya


"Liat gais ada yang sok jagoan di sini" ucap Sovia mengejek masya


Tetapi masya tak menggubrisnya memilih mempercepat jalanya


"Gais Kayanya kita harus beri dia pelajaran " ucap Sovia kepada teman temanya


"Gue setuju dia pikir siapa berani nangtangin kita" ucap Desi


"Iya gue juga setuju kapan kita mulai" ucap Ratna


"Tunggu saja tanggal mainnya" ucapnya senyum menyringai


Masya masuk ke UKS mengapiri keponakan dan sahabatnya


"Gimana keadaan kalian" ucap Masya menghapiri


"Alhamdulilah baik ka makasih ya ka udah nolongin kita" ucap Dina yang di angguki oleh rahma


"Syukurlah kalo gitu iya sama-sama lain kali kalo ada apa apa cepet ngabarin gue ya" ucap Masya


"Iya ka" ucap mereka serempak


"Ya udah apa kalian mau pulang" tanya Masya


"Iya ka tadi kita minta izin pulang cepet" ucap Rahma


"Oke ati ati" ucap Masya,yang di angguki oleh mereka


"Kita pergi dulu ya ka" ucap mereka,yang di angguki Masya


Setelah kepergian Dina dan rahma

__ADS_1


"Sya Lo berantem" tanya ani,karena melihat lengan Masya berdarah bahkan hampir mengering


"Nggak cuma ngasih dia pelajaran" ucap Masya


"setelah ini Lo harus hati hati sya Leno itu keponakan Sovia pasti sovia nggak akan tinggal diam" ucap Rina melihat lengan Masya berdarah bahkan hampir mengering


"iya gue tau" ucap Masya santai


"Sini biar gue obatin" ucap Ani mengabil kotak P3K


Tapi sebelum Masya mendekati Ani sudah terlebih dahulu di tarik Hans


"Ikut Gue" ucapnya menarik tangan Masya keluar


"Lepasin" Masya memberontak


"lepasin gue bisa jalan sendiri" ucap Masya menarik tangannya


"Diam" bentak Hans mempererat gengamanya Samapi membuat Masya meringis


Siswa siswi yang melihat itu ada yang merasa takut ada juga uang merasa iri pada masya


"An kira kira Masya di ajak kemana ya sama ketos" ucap Rina khawatir melihat Masya di tarik paksa hans


"Entah lah " ucap Ani meletakan kotak tadi di tempatnya


"Semoga aja ngga di apa apin sama tuh singa" ucap yuli


"Amin"


"Ya udah yu ke kelas"ajak Ani yang di angguki oleh Rina dan yuli


Sampai di parkiran Hans mengeluarkan mobilnya membuat Masya kaget


"Apa mobil! no no gue paling gak bisa naik mobil" batin Masya was was


Hans membuka kaca mobilnya


"Masuk" bentak Hans


"Ngga mau" ucap Masya menggeleng karena dia paling tidak bisa naik mobil


Hans yang sudah kesal keluar dari mobil memaksanya masuk mobil yang belum pernah di tumpingi cewe mana pun termasuk Sovia


"Maksa banget si Lo" ucap Masya dalam mobil


Tetapi tak di hiraukan Hans,Dia menyalakan mobil pergi meninggalkan sekolahan


"Lo liat kan sof,dia udah berani memasuki mobil hans Lo aja belum pernah masuk ke mobilnya" ucap Desi yang membuat Sovia panas


"akh Cewe sialan berani beraninya dia" ucapnya geram mengepalkan tangan,dia pun mengabil HP menelpon seseorang


"Ikuti mobil hans,beritau gue apa saja yang mereka lakukan" ucapnya kepada seseorang di sebrang sana


"Baik bos" ucap suara di sebrang sana,langsung mematikan sambungan


Di dalam mobil tak ada percakapan dari keduanya yang ada hawa dingin ya ada di mobil itu


"Dia mau ngajakin gue kemana si mana mual banget lagi" ucap Masya melirik hans yang sedang fokus menyetir


Masya yang udah pucat panas dingin karena menahan gejolak di perutnya karena mual


"Bisa nggak kita berhenti sebentar perut gue nggak enak banget nih"pinta Masya ke hans,tetapi Hans tak menggubrisnya,malah menambah kecepatan karena yang dia pikir masya sedang mencoba menipunya


"Pelease gue udah nggak kuat" ucap Masya memohon sambil memegang bahu hans


Hans pun menengok Masya sekilas


"kamu Kenapa" ucap Hans datar


"em em" mengoyangkan bahu hans kaget segera memperhatikan mobilnya di pinggir jalan


Masya pun segera turun dari mobil berlari ke arah semak semak di pinggir jalan


"Hoek Hoek" Masya memuntahkannya disitu


Hans keluar dari mobil menyusul Masya sampai di depannya dia menyrengit melihat Masya mutah mutah


" Lo kenapa" tanya Hans bingung sambil

__ADS_1


Memijat tenkuk masya


"Minum Hoek hoek" Masya sambil memegangi perutnya


setelah merasa lega Hans menuntun Masya duduk di bangku yang ada di situ dia kembali ke mobil mengabil botol minum dan minyak


Di pinggir jalan emak emak yang habis kondangan melihat mereka sedari tadi ada yang memuji ada juga yang mencibir


"Eh jeng perhatian banget ya cowonya cewenya muntah di temenin,pasangan yang romantis" ucap emak emak memaki kerudung motif bunga bunga


"Iya bener Bu andaikan suami saya kaya gitu ya" ucap emak emak rada ceking


"Pasti cewenya bahagia banget ya punya cowo perhatian tapi dia mual kenapa ya" ucap emak emak rada gendut


"Alah paling juga hamil Bu maklum lah anak jaman sekarang" ucap emak emak ceking


"Eh jangan souson,ya udah yuk kita saperin" ajak ibu yang pake kudung merah merasa kepo


"Nih" ucap Hans menyodorkan botol minuman


"Makasih " ucap Masya membuka tutup dan meminumnya


"Lo kenapa" tanya Hans untuk kedua kalinya


"Gue_" belum sempat menjawab ada tiga emak emak menghapiri mereka


"Permisi cewenya kenapa ya mas" tanya emak emak kepada Hans


"Ngga tau" ucapnya datar membuat Masya kesal


"Nggak papa Bu cuma tadi muntah nggak enak banget" jawab masya sambil tersenyum


" Oh Masuk angin ndo" tanya emak yang memaki kerudung bunga bunga


"Nggak ko Bu cuman tadi bau AC mobil mual" ucap Masya


"Oh lagi hamil to " ucap emak emak rada gendut


uhuk


uhuk


Masya keselek ludahnya sendiri


"aduh gue salah ngomong nih" batin masya


"Hamil" batin Hans kaget sambil melirik Masya


"Iya kali gue hamil sama dia" batin masya ngelirik Hans balik


"Mas kalo cewenya lagi hamil mbok Yo jangan di ajak kemana mana dulu kasian harusnya tuh di rumah ajah istirahat jangan cape cape" ucap emak emak rada gendut membuat Hans menyrengit Masya pun mengeleng


"Saya ngga ham_" ucap Masya terpotong


"Udah ndo nggak usah bingung nggak usah malu sama kita iya kan jeng" ucap emak emak rekudung motif bunga yang di angguki oleh temanya


"Siapa juga yang mau,lagian siapa juga yang mau sama dia ogah banget" batin Masya


"Iya bener itu ndo eh kenapa tangannya sampai berdarah gitu habis di apain masnya kdrt ya" tanya Bu rada ceking membuat Hans kesal membuat Masya kaget bisa bisanya mereka befikir sejauh itu


"Nggak ko Bu, ibu salah paham ini tadi cuma kegores pisau dan saya nggak hamil dan kami juga bukan pasutri kami masih sekolah Bu" ucap Masya berusaha menjelaskan


"Udah santai ajah Nggak usah malu gitu kita ngerti ko ya kan jeng" ucap emak yang rada gendut


"Biasa kalo pengantin baru emang suka begitu malu malu kucing" ucap ibu ceking yang di sambut tawa temnaya


" siapa juga yang malu emng kenyataannya begitu " ucap Masya kesal


"bisa tinggalkan kami" ucap Hans dingin membuat ibu ibu itu diam


"Ih suaminya galak banget ya jeng " bisik emak rada gendut yang di angguki oleh teman temanya yang masih bisa di dengar oleh mereka berdua


"Ya elah bisik apa ngucap masih bisa di dengar kali Mak " batin Masya yang heran dengan kelakuan emak emak


"Apa perlu saya ulangi" ucap Hans lagi


"Iya ya udah kami pergi dulu ya ndok jaga kandungannya jangan sampai kecapean" ucap emak emak ke pada Masya membuat Masya nyengir kuda


"Ya hati hati Bu" ucap masya menggaruk kepalanya yang tak gatal

__ADS_1


jangan lupa tinggalin jejak makasih


__ADS_2